Review Novel Java Joe (J.H. Setiawan)

Novel Java Joe ini sebenarnya sudah masuk antrian review sejak lama selain nangkring manis di rak. Tapi baru sempat muncul sekarang. Ya, entah bagaimana novel lama ini tetap punya daya tariknya sendiri buatku. Beberapa kali membaca ulang juga tetap tidak puas. Oke, inilah review Java Joe dari penulis J.H. Setiawan 

sampul depan java joe
 

Java Joe (Rahasia Kebangkitan Rara Jonggrang)

Penulis  : J.H. Setiawan
Penyunting : Imam Risdiyanto
Jenis buku : Fiksi Ilmiah
Penerbit : C|Publishing (PT. Bentang Pustaka)
Tahun terbit : Cetakan pertama, Februari 2008
Kota penerbit : Yogyakarta
Jumlah halaman : 234 halaman

Ringkasan

Novel ini terbagi menjadi tiga bagian atau tiga chapter. Pada bagian pertama, diceritakan kisah tentang Putri Kerajaan Baka, Rara Jonggrang. Setelah perang besar antara Kerajaan Baka dan Kerajaan Pengging, Jonggrang yang merupakan putri kerajaan tertakluk dipinang oleh pangeran pemenang perang, Bandung Bandawasa. 
 
Sayangnya, Rara Jonggrang menolak pinangan ini lantaran telah menjalin kasih dengan pria lain. Demi menggagalkan pinangan Bandung Bandawasa, Jonggrang pun mengajukan syarat pembangunan seribu candi dan arca dalam waktu satu malam. Hal yang tidak pernah ada dalam cerita manapun, adalah kemunculan karakter Gandrung Wicaksana sebagai sosok yang dicintai oleh Jonggrang.

Pada bagian kedua, cerita beralih pada waktu dua milenium berikutnya. Diceritakan, sekembalinya dari misi di planet Mars, Commander Java Joe menemui Profesor Jones, kenalannya. Pada bagian ini, Prof Jones memberikan misi pada Java Joe untuk melanjutkan penelitannya terkait legenda Rara Jonggrang. Sebuah fakta tidak terduga ditemukan sang profesor, menyeret Java Joe dalam perburuan keberadaan Rara Jonggrang, perebutan harta karun dan juga misi lain yang berkaitan dengan kehancuran bumi.

Bagian ketiga menjadi ending dari novel ini. Dalam bagian ini, diceritakan petualangan Java Joe menghadapi orang-orang yang menginginkan dirinya, menginginkan harta karun serta menyelamatkan Rara Jonggrang. Rara Jonggrang masih hidup? Bagaimana bisa? 

Baca juga Review Rahasia Salinem

Review Novel Java Joe (Rahasia Kebangkitan Rara Jonggrang)

Kepulangan Commander Java Joe ke Indonesia ternyata bukan sekadar untuk liburan. Dia membawa misi khusus yang ditugaskan oleh Profesornya, Prof.Jones. Apakah Java Joe bisa menyelesaikan misinya kali ini?

Ide Cerita yang Emejing

Di akhir novel, penulis membubuhkan penanda ‘Bandung, Januari 1997’. Novel ini sendiri terbit sebelas tahun setelahnya, atau tahun 2008. Aku menemukan novel ini tahun 2014. Dan saat ini, di tahun 2021, novel ini ternyata masih menarik perhatianku.

Kalau kamu penyuka genre semacam ‘Star Trek’, ‘Gravity’, ‘Interstelar’, atau ‘Star Wars’, maka novel ini cocok untuk bacaanmu di akhir pekan. Dibalut dengan fiksi ilmiah dan ekspedisi sejarah ala ‘Indiana Jones’ dan dilengkapi dengan konspirasi serta aksi, tidak salah jika novel ini tidak kehilangan daya tariknya meski sudah bertahun-tahun terbitnya. Tidak cukup soal fiksi ilmiah saja, karena novel ini pun dilengkapi cerita romantis ala ‘Sleeping Beauty’.

Belum cukup dengan semua hal itu, penulis juga menggunakan unsur legenda lokal yang sangat dikenal di Indonesia. ‘... Legenda adalah fakta yang terbungkus dongeng.’ (halaman 52)

Alur Cerita super Cepat

Bagiku yang memang suka dengan novel model begini, tentu 234 halaman bukan masalah besar untuk dihabiskan dalam sekali duduk. Dan Java Joe membuatku enggan berhenti.

Secara umum, cerita petualangan Commander Java Joe dibagi menjadi tiga bagian utama. Di awal bagian kedua, cerita diuangkapkan sangat cepat. Kalau boleh bilang, kisah Commander Java Joe saat menjalankan misi luar angkasa sangat cepat.

Baru saat menuju pertengahan kedua, alur cerita sedikit melambat. Tapi penulis sepertinya tidak senang kalau pembacanya jadi santai-santai saja. Buktinya, menjelang akhir bagian kedua dan bagian ketiga, cerita kembali dibawa dengan alur yang cepat. 
 

Imajinasi yang Berani

Kalau penanda waktu di akhir buku memang benar tahun 1997, berarti novel ini selesai ditulis pada tahun 1997. Tapi imajinasi penulis sudah jauh melangkah ke depan. Sejumlah istilah-istilah teknologi masa depan dan luar angkasa sudah dimunculkan penulis saat itu. Teknologi-teknologi itu pun digambarkan begitu real dan detail.

Tidak hanya piawai menulis tentang teknologi, pengetahuan penulis di bidang kedokteran juga cukup menarik. Cerita soal manusia kloning dan misi menciptakan monster tentara juga dibahas. Selain itu, cerita pun beralih pada sejarah dan arkeologi. Terakhir, pengetahuan penulis tentang fenomena astronomi juga tidak bisa diremehkan. Yang paling mengejutkan, penulis ternyata mampu menarik benang merah dari berbagai disiplin ilmu tadi.

Meski novel ini ditulis lebih dari dua puluh tahun silam, saat dibaca lagi sekarang, ternyata imajinasinya masih mampu mengimbangi. Meski demikian, setelah dibaca lagi, aku menemukan beberapa plot hole bidang teknologi. Ada beberapa bagian yang ternyata kehilangan logikanya jika dibaca lagi di masa kini. Well, meski begitu, masih bisa terselamatkan oleh alur cerita yang menarik.

Akhir yang Mengejutkan

Menjelang akhir kisahnya, Commander Java Joe ternyata harus kembali berkutat dengan misi sebenarnya di luar angkasa, yakni penyelamatan bumi dari kehancuran. Sayangnya, kisah Java Joe bersama Rara Jonggrang ternyata di luar dugaan. Java Joe berhasil menyelamatkan bumi, tetapi tidak dengan kisahnya sendiri. Hmmm ... akhir seperti apa yang dialami Java Joe dan Rara Jonggrang. 
 
 

Penutup

Aku sendiri sudah berkali-kali menamatkan novel Java Joe ini. Dan tidak pernah puas. Selalu ada hal baru yang kutemukan selesai membaca. Bahkan pada beberapa kesempatan, aku juga iseng mengecek fakta-fakta yang ada di novel ini. Sejujurnya, aku berharap kalau novel ini ada lanjutannya. Sayang super sayang kalau sampai novel ini tidak ada lanjutannya.
 
sampul belakang java joe

 

Terakhir, buat kamu pencinta buku genre fiksi ilmiah berbalut sejarah, maka novel ini cocok buat kamu. Tidak terlalu tebal, dan tidak terlalu bertele-tele. Cepat, ringkas dan memacu adrenalin. 9/10 deh buat novel ini. Selamat membaca. Sampai jumpa di tulisan lainnya. 

Review Novel Java Joe (J.H. Setiawan) Review Novel Java Joe (J.H. Setiawan) Reviewed by Bening Pertiwi on Rating: 5

9 komentar:

  1. Wah keren ide ceritanya, genrenya fiksi ilmiah pula. Semoga aja ada yang mau adaptasi ke series ataupun filmnya.

    BalasHapus
  2. Emang ngangkat konsep yang menarik, perkawinan legenda lokal sama sci-fi, alurnya cepat, ketegangan pun terasa. Tapi emang agak kecewa di ending, soalnya menurun jadi kurang greget, terlalu biasa untuk plot yang sudah bikin adrenalin memuncak. Padahal dari awal, makin lama makin naik ketegangannya. Banyak misteri yang emang masih ga terjawab di novel ini ya.

    BalasHapus
  3. wah keren ya ide penulisnya menggabungkan cerita ilmiah dengan dongeng nusantara. jujur aku selalu kagum nih sama penulis novel fantasi atau fiksi ilmiah soalnya kan itu risetnya nggak main-main buat bikin bukunya

    BalasHapus
  4. Sayng banget ya novel ini ga ada lanjutannya

    BalasHapus
  5. MEnarik, ini novel yang menarik, tidak hanya mengangkat cerita dari satu sisi, tapi juga dari sisi lain. Menggabungkandan menghubungkan dua teman sih menurutku.

    BalasHapus
  6. Cukup menarik, membawa unsur budaya dengan perspektif yang baru. Semoga semakin ramai novel-novel genre seperti ini sebagai bahan referensi untuk novel genre budaya..

    BalasHapus
  7. Wah, keren banget nih kayaknya. Perpaduan antara sejarah, petualangan, dan fantasi ya? Jadi pengin baca, kayaknya seru. Apalagi ada Roro Jonggrang. Menarik!

    BalasHapus
  8. Menunggu ada yang mengadaptasinya ke layar lebar. Bakal menjadi sesuatu yang baru di film Indonesia, jika novel fiksi ilmiah berdasar sejarah ini dijadikan film.

    BalasHapus
  9. Kereen ide ceritanya, baru tau juga kalau ternyata novel ini terbit setelah sebelas tahun lamanya. Waaw

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.