Media Publikasi Review Buku

Daftar Isi [Tampil]
    Menulis review buku jadi kebiasaan saya dalam dua tahun terakhir ini. Sebenarnya, hal ini sudah lama juga sih saya lakukan. Hanya saja, memang dulu tidak teratur. Kalau habis baca, ya nulis aja. Tanpa punya rancangan apapun dan suka suka posting saja.

    publikasi review buku

    Sebenarnya enggak salah sih. Tapi saat review yang dibuat makin banyak, agak sayang juga jika tidak dipublikasikan dengan benar. Apalagi menulis review buku tidak bisa sembarangan. Paling tidak, ada manfaat review buku yang saya buat. Oke, jadi ini saatnya saya mengelist tempat-tempat biasa memublikasikan review buku yang saya buat.

    1. Blog Pribadi

    Tempat utama memublikasikan review buku bagi saya ya di blog pribadi ini, www.beningpertiwi.com. Meski sebenarnya saya sudah menulis review buku cukup lama, blog ini sendiri sebenarnya baru berumur satu tahun empat bulan. Karena sebelumnya saya menulis di blog gratisan. Nah, maju mundur beli domain, akhirnya terwujud pada akhir Desember.

    Alasan utama menulis review buku di blog karena kebebasan. Saya bebas menulis apapun yang saya mau di blog ini. Termasuk gaya saat mereview buku. Memang sih, review buku itu ada aturannya. Tapi menulis di blog memberikan keleluasaan untuk menulis, meski tidak selalu mengikuti aturan bakunya.

    Yang jelas, untuk saat ini, blog adalah media menulis paling saya banget. Apalagi di blog ini, juga bisa menghasilkan cuan, hehehe

    2. Goodreads

    Kalau cek di akun goodreads, saya sudah bergabung di media sosial ini sejak 2013. Enggak ingat bagaimana persisnya. Yang jelas, sajak saat itu saya banyak memasukkan tulisan ulasan singkat dari buku yang sudah saya baca, di sana.

    Ini tempat pertama saya menulis review. Tapi dulu menulis review buku yang hanya menulis saja, ibarat berkomentar. Tanpa ketentuan atau ciri khas tertentu. Justru saya lebih mengejar jumlah buku yang direview daripada isinya, hehe

    Berbeda dulu, berbeda sekarang. Sekarang saya memanfaatkan goodreads untuk menunjang blog pribadi saya. Jadi, saya menulis cuplikan review buku lalu mengarahkan pembaca menuju blog saya untuk membaca lebih lengkapnya. Cukup menguntungkan sih.


    3. Instagram

    Instagram saya awalnya memang hanya untuk memajang koleksi foto. Itu pun sangat jarang diupdate. Ternyata beberapa kali saya menemukan banyak foto-foto buku estetik lengkap dengan ulasan/review di captionnya. Wah ide bagus nih.

    Meski memang caption di Instagram tidak bisa mengarahkan link langsung ke blog, saya tetap bisa memublikasikan cuplikan ulasan review buku saya. Lalu meminta pengunjung untuk mengeklik tautan ke blog saya yang ada di profil. Gambar-gambar buku estetik di Instagram tidak hanya untuk kepentingan estetik saja, karena ternyata bisa untuk menarik perhatian pengunjung agar membaca lebih lanjut.

    Bahkan tidak jarang, saya juga menemukan ide-ide tulisan atau buku popular yang menarik diulas dari Instagram. Sebuah hubungan yang saling menguntungkan sih.


    4. Twitter

    Saya punya twitter sejak 2014. Bahkan lebih dulu punya goodreads dibanding twitter. Dulu, twitter isinya untuk sambat dan segala hal curhat yang tidak harus berinteraksi dengan terlalu banyak orang.

    Tapi, twitter bagi saya sudah berubah saat ini. Nilai link yang tinggi dari twitter kemudian saya manfaatkan juga untuk memublikasikan cuplikan review buku yang saya buat. Enaknya, di twitter bisa memasukkan link hidup. So tinggal copy link tulisan dari blog, dan biarkan pengunjang datang ke blog untuk membaca lebih lengkap.


    5. Media Lain

    Selain empat media di atas, sebenarnya ada media lain juga untuk memublikasikan review buku. Contohnya adalah youtube dan podcast. Hanya saja, untuk dua media ini masih sangat terbatas bagi saya.

    Saya punya channel youtube sendiri. Tapi ternyata, membuat review dalam bentuk gambar dan suara ternyata butuh usaha lebih besar untuk saat ini. Dan saya tidak bisa jika harus mengerjakannya sendirian. Jadi, untuk saat ini, media lain ini belum saya sentuh. Entah nantinya, jika memang ada perangkat memadai, ada tenaga serta punya ilmu yang sudah lebih cukup, mungkin saya juga akan melirik youtube dan podcast.


    Oh iya, satu media lain juga untuk publikasi review buku adalah media cetak seperti Koran dan majalah. Entahlah, tapi sampai saat ini saya belum punya rencana untuk memublikasikannya di media cetak. Sejujurnya, saya agak tidak pede. Karena biasanya penulis review di media cetak ini, tulisan review-nya saja sudah keren-keren. Sementara saya masih harus banyak belajar lagi. Mungkin nanti, ada waktunya saya juga ikut meramaikan review buku di media cetak ya.

    media publikasi review buku

    Oke, itu beberapa tempat saya memublikasikan review buku yang dibuat. Yang jelas, tiap tempat/media memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Salah satu manfaat review buku nantinya adalah untuk promosi buku. Jadi, sebuah review harus dibuat dari hati.

    Dan saya masih punya peer untuk belajar lebih banyak lagi, agar review buku yang saya buat tidak hanya human-friendly tapi juga sesuai dengan SEO. Sampai jumpa di tulisan lainnya.

    Tidak ada komentar:

    Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Blognya Bening Pertiwi. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

    Note :

    Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.

    Diberdayakan oleh Blogger.