Cek Koleksi Lama Majalah Annida

Daftar Isi [Tampil]
    Koleksi lama majalah Annida masih jadi perhatianku kali ini. Artikel ini jadi artikel ketiga dari rangkaian cerita saya soal majalah Annida. Memang ya, cerita soal masa lalu seperti tidak ada habisnya. Selalu ada saja hal yang tetiba muncul dan mengantri untuk diceritakan.

    Majalah Annida memang sudah tidak lagi terbit. Tapi, kehadiran majalah remaja satu ini masih membekas erat di hati para pembaca dan penikmatnya. Mungkin tidak sepopuler majalah pop lainnya. Tapi Annida dengan berani muncul dan jadi warna tersendiri. Berani berbeda dan punya identitas. Meski ya ... ada saatnya untuk berubah juga.


    Majalah Annida: Gaul versi Lain

    Kenal majalah Annida sejak SMP, sebenarnya bukan jadi hal yang uwow buat saya. Karena saat pertama kali baca, ya dari pinjaman. Baru setelahnya langganan dari pegawai koperasi yang datang ke rumah sebulan sekali.

    Saat itu saya belum pernah punya koleksi buku selain buku pelajaran. Novel masih jadi barang langka. Dan saya belum punya satupun saat SMP. Paling-paling pinjam di persewaan komik dekat sekolah.

    majalah annida

    Nah, Annida ini muncul memenuhi rasa haus saya atas bahan bacaan. Tanpa harus punya buku tebal, tanpa harus beli di tempat yang jauh (saya tinggal di kota kecil yang saat itu belum ada toko buku), saya bisa menikmati bahan bacaan berlimpah. Tentunya ini selain buku-buku yang tersedia di perpustakaan sekolah ya.

    Majalah Annida memang berani muncul berbeda dengan majalah remaja umumnya. Unik dan khas. Meski mengusung tema yang dekat dengan religu, berbeda dengan majalah remaja semasanya, majalah Annida tetap tampil dengan bahasa ringan, gaul dan sangat dekat dengan remaja.

    Kalau bicara soal remaja gaul, di kota kecil ini, saya berpikir kalau gaul itu ya punya pakaian keren, punya tas dan aksesoris keren, punya uang jajan berlimpah hingga bisa jajan di tempat keren seperti kafe dan bisa beli banyak hal tanpa harus menunggu bulan depan. Kalau dari majalah remaja umumnya, bahkan ditunjukkan kalau keren itu ya identik dengan gaya hidup hedon, teknologi, kendaraan kece dan nongkrong.

    Tapi semua cap itu berubah saat mengenal majalah Annida. Majalah Annida mengenalkan saya kalau gaul itu ternyata anak muda yang rajin ngaji, suka nongkrong di masjid, jadi aktivis masjid, berprestasi di kelas maupun luar kelas dan kreatif. Sebuah ide lain soal remaja gaul yang benar-benar baru saja saya kenal.


    Yang Saya Pelajari dari Majalah Annida

    Mengenal majalah Annida tidak hanya mengubah persepsi saya soal remaja gaul. Karena saat itu, saya masih SMP. Jadi belum terlalu terasa. Ini baru terasa saat saya di SMA dan kuliah. Oh ternyata apa yang banyak diceritakan di majalah Annida benar adanya.

    Belajar Menulis

    Tapi ide lain soal majalah Annida yang paling pertama saya kenal justru tentang menulis. Saya suka menulis sejak kecil, hanya saja tidak pernah ada yang mengajarinya secara masif.

    Bisa dibilang, saya banyak belajar menulis dari Annida. Ada rubrik di majalah Annida yang membahas tentang salah satu cerpen yang diterbitkan. Dan saya suka menyimaknya.

    Meski memang, kalau boleh jujur, yang paling banyak berpengaruh justru cerpen-cerpen dan cerbung di majalah Annida. Saya belajar dari contoh yang ada. Saya meniru gaya para penulis itu. Meski jelas, masih jauh dari mirip.

    Ya, saya menirunya. Bukan isinya, hanya gaya menulisnya. Tapi yang namanya meniru tanpa dasar ilmu menulis tentu tidak bisa maksimal. Saya mencoba menulis beberapa cerita. Bahkan mencoba mengirimkannya. Tapi ya, saya tidak banyak berharap. Tahu diri lah, para penulis majalah Annida itu sudah beda levelnya. Hahahaha


    Menulis Kebaikan

    Apakah hanya belajar menulis saja? Tentu tidak. Kalau biasanya saya menulis cerita remaja menye-menye saja, asal jadi dan asal romantis, berbeda setelah mengenal Annida.

    Tidak harus cerita romantis ala-ala dalam majalah Annida untuk menarik perhatikan pembacanya. Bahkan sebuah cerita sarat makna, sarat hikmah, bisa disajikan dengan sangat menarik. Rasanya seperti ikut belajar banyak hal.

    Salah satunya juga tentang Palestina. Saya membaca banyak kisah-kisah tentang Palestina di majalah Annida ini. Awalnya, saya berpikir kalau itu hanya kisah fiksi saja. Tapi nyatanya, saya menemukan banyak hal lebih mengejutkan saat mempelajarinya dalam mata pelajaran sejarah.

    Ada satu cerpen yang sampai saat ini (mungkin 15 tahun berlalu), tapi masih saya ingat. Judulnya Shabra-Shatila penulisnya Anggrek Bulan. Saya terkejut dengan nama ini, karena nama ini juga saya gunakan sebagai nama pena saat mengisi majalah dinding di SMP.

    Saya ttidak pernah tahu siapa sang penulis. Pun saya juga tidak pernah lagi menemukan tulisan lainnya dari si penulis ini. Bukan hanya soal nama saya yang membuat saya tertarik. Tapi juga soal cerita si kembar Shabra-Shatila. Detailnya, harus buka lagi nih majalahnya.

    Koleksi Majalah Annida, Tinggal Kenangan?


    Koleksi majalah Annida saya sebenarnya tidak banyak. Beberapa yang versi kecil, saat masih terbit dua kali dalam satu bulan saat saya di SMP. Lalu versi agak besar saat terbit satu kali sebulan saat saya di SMA. Hingga versi cetak di masa-masa akhirnya.

    Sayangnya koleksi yang tidak seberapa itu pun sudah tidak lengkap. Pernah dipinjam orang saat saya tidak di rumah, dan tidak kembali, hiks. Ada juga yang kembali, tapi sudah sobek-sobek tanpa sampul.

    Terakhir saat saya menulis tentang majalah Annida beberapa waktu lalu, ada seorang rekan penulis yang menghubungi saya. Beliau minta izin untuk mengadopsi koleksi majalah Annida saya untuk taman bacanya. Tapi mohon maaf sekali, Uda. Rasanya berat harus melepas koleksi yang tidak seberapa ini keluar. Biarlah ini tetap jadi koleksi saya saja.

    Mungkin majalah Annida tinggal kenangan. Tapi dari kenangan ini, ada banyak hal yang saya dapat dan saya pelajari. Semoga kebaikan dari tulisan-tulisan para pengisi majalah Annida tetap tidak terputus hingga kapanpun ya.

    1 komentar:

       
    1. Iya, inget bgt, dulu nunggu majalah ini terbit kyk nunggu gajian hehehe....

      BalasHapus

    Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Blognya Bening Pertiwi. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

    Note :

    Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.

    Diberdayakan oleh Blogger.