Review Novel Golden Bird Luna Torashyngu

Daftar Isi [Tampil]
    Review novel lagi? Huum, kali ini aku membuat review buku fiksi, lebih khususnya novel. Dan ini adalah novel kedua penulis Luna Torashyngu yang aku baca dan akan kubuat reviewnya.

    Oke, sebelum bahas lebih detail, aku mau bilang kalau novel kedua dari seri Beauty and The Best ini jauh lebih menarik dan bikin enggan berhenti. Kalau di review novel Best of The Best, kan aku bahas tentang Reina dan Muri. Nah di novel ini, cerita akan lebih banyak fokus pada Muri. Jadi kalau kamu penasaran siapa sih Muri sebenarnya? Sebelum baca bukunya, kamu perlu baca review buku-nya dulu berikut.

    review buku Golden Bird

    Golden Bird

    Jenis buku: Fiksi teenlit
    Nama pengarang: Luna Torashyngu
    Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
    Kota terbit: Jakarta
    Cetakan, tahun terbit: 1, Desember 2010
    Jumlah halaman: 280 halaman
    Harga buku: Rp40.000,- (saat terbit)

    Mengintip Isi Novel Golden Bird

    Setelah membawa timnya juara cerdas cermat antar SMA di kota Bandung dan membawa timnya juara cheers, sebenarnya Muri bisa saja bertahan bersekolah di Bandung. Hubungannya dengan Reina dan Tasha pun membaik. Tapi Muri merasa tidak bisa lagi berada di Bandung dan memilih pindah ke Jakarta.

    Cerita Muri dari novel Best of the Best pun berlanjut. Ini sudah aku bahas di review novel Best of the Best ya.

    Di Jakarta, Muri bersekolah di sebuah SMA swasta favorit, SMA Veritas. Di sekolah barunya ini, Muri memilih tidak lagi ikut kegiatan ekstrakurikuler. Selain karena sudah kelas dua belas, juga karena Muri tidak ingin terlalu populer. Nyatanya, Muri tetaplah Muri. Gadis populer yang masuk dalam daftar ‘Most Favourit Girl’ SMA Veritas.

    Pernah membawa timnya juara cheers saat di Bandung, membuat Muri didekati oleh Rahma, kapten cheers SMA Veritas. Rahma ingin agar Muri bergabung dan membantunya membawa D’Vice—nama populer grup cheers SMA Veritas—mempertahankan gelarnya sebagai juara cheersleader se-Jakarta. Tapi Muri tidak berminat lagi.

    Di balik identitasnya sebagai gadis populer di sekolah, kegiatan Muri sebagai hacker mulai terendus pihak berwajib. Hingga Indra, seorang agen inteligen berhasil mengetahui identitas Muri. Di bawah ancaman Indra, Muri terpaksa mengikuti perintahnya untuk membobol sistem keamanan sebuah bank di Rusia untuk mengambil sebuah rahasia negara yang sudah tersimpan selama lebih dari 40 tahun.

    Apakah Muri akan berhasil atau malah ditangkap polisi? Rahasia apa yang sebenarnya diburu Indra hingga harus melibatkan Muri dalam kegiatan hacking internasional ini?

    Review Novel Golden Bird

    Setelah membaca Best of the Best, entah kenapa aku kok jadi ingin melanjutkan mengikuti petualangan Muri ya? Apalagi temanya memang aku banget. Aku suka tema petualangan seperti ini. Dan lagi, aku sangat terkesan dengan Luna Torashyngu—penulis cowok—tapi dengan lihainya menulis karakter cewek.

    Yuk ah lanjut baca review buku Golden Bird ini.  

    #Ini Tentang Muri

    Cerita berlanjut setelah Muri pindah dari Bandung ke Jakarta. Di SMA barunya ini, Muri memang tobat dari kegiatan ekskulnya. Tapi dia tidak tobat dari kegiatan hackingnya. Justru Muri sering begadang dan tidak tidur karena menyelesaikan pekerjaan yang diberikan kliennya.

    Bab pertama dibuka dengan Muri sang Golden Bird, yang menembus sistem keamanan sebuah perusahaan penyedia jasa telekomunikasi Quantum Network Inc, London Inggris. Dilanjutkan dengan kehidupan Muri di SMA barunya, SMA Veritas. Tapi, siapa sangka, guru barunya, Indra ternyata seorang agen intelijen yang memang sudah mengincar Muri sejak lama. Permainan yang dibuat Indra pun dimulai dan Muri tidak bisa menghindarinya.

    Kalau kamu ingin tahu lebih banyak tentang Muri, maka buku ini adalah pilihan tepat. Pada buku Best of the Best, aku masih bingung membayangkan Muri yang blasteran Indo-bule, namanya sangat lokal Indonesia dan tinggal dengan keluarga angkatnya, yakni keluarga Dian.

    Tapi di sini, semua dibahas. Meski memang cerita disajikan seperti puzzle, tapi pelan-pelan kita akan diberi tahu tentang siapa Muri sebenarnya. Jangan berharap bisa tahu lengkap tentang Muri pada bab awal ya. Karena itu tidak akan terjadi. Tapi kalau kamu mau menebak dan tebakan kamu tepat, wah itu keren sekali.

    Pada buku ini benar-benar diceritakan dominan Muri. Kalau pada buku sebelumnya cerita berputar juga tentang Reina dan Tasha, berbeda dengan buku ini.

    Oh iya, selain Muri, pada buku ini juga ada cerita Nikolai? Namanya gak asing memang. Dia orang Rusia. Awalnya sih mikir, ini gak ada hubungannya dengan Muri deh. Tapi pada bab kesekian, akhirnya ada benang merah antara Nikolai dengan Muri.

    #Kelebihan dan Kekurangan

    Kalau bicara kelebihan dan kekurangan buku ini, pasti ada lah. Yang jelas, aku suka buku ini. Selain karena premis ceritanya menarik, juga karena cara pembawaan cerita Luna Torashyngu yang enak banget. Cewek banget lah.

    Ada beberapa hal yang menurutku menjadi kelebihan buku ini. Pertama jelas premisnya, keren. Entah terinspirasi dari mana, tapi yang jelas cerita hacker ini menarik pada tahun 2010 lalu. Dan bagiku masih terus menarik hingga ini.

    Premisnya mengingatkanku pada dorama alias drama Jepang bertema sama, yakni Bloody Monday yang tayang 2008 dan 2010. Pernah baca kalau Luna suka dengan jejepangan. Mungkin terinspirasi dari ini? hahaha ... itu hanya tebakanku saja.

    Kedua, karakternya. Meski ada banyak karakter, tiap karakter dibuat dengan baik. Detail tiap karakter jelas. Ada latar belakang kenapa si karakter ini bersikap demikian, terutama pada karakter utamanya.

    Ketiga gaya bahasa. Karena ini novel teenlit, maka gaya bahasa yang digunakan ya remaja banget. Dan entah kenapa enak buat diikuti. Meski dibaca oleh dewasa sepertiku, tidak membuat sakit mata seperti bahasa masa kini. Entah juga mungkin tentang selera ya. Atau karena sudah ada campur tangan editor, jadi bahasanya sudah enak.

    Berikutnya adalah informasi yang ada pada novel. Beberapa istilah teknis dunia komputer digunakan pada novel ini. Dan Luna menuliskan penjelasannya pula dengan ringkas. Bukan seperti buku ilmiah yang berisi penjelasan panjang. Tapi penjelasan ringkas yang enak dan bahkan bisa dimengerti oleh orang awam sekalipun.

    Kalau ada kelebihan, pasti ada kekurangan. Beberapa kekurangan yang aku temui di novel ini seperti karakter yang terlalu sempurna. Memang sih ini novel alias fiksi, tapi ada karakter terlalu sempurna.

    Kedua, detail cerita saat Indra membawa kabur Muri dari sekolahnya karena ada polisi gadungan yang mencarinya ke sekolah. Tidak diceritakan bagaimana sikap sekolah selanjutnya. Kan aneh kalau sekolah diam saja, padahal ada polisi datang dan mau menangkap salah seorang murid mereka. Apa memang enggak penting diceritakan ya? Entahlah.

    Kekurangan lainnya adalah alurnya yang maju-mundur. Meski sebenarnya buatku ini enggak masalah, tapi kalau kamu penyuka novel yang tidak suka alur begini, mungkin kamu merasa tidak nyaman.

    Begitupula dengan ceritanya yang mirip puzzle. Aku biasanya tidak sabaran dan langsung baca bab terakhir. Tapi kali ini aku bertahan membaca secara runtut. Kalau kamu tidak suka cerita yang seperti kepingan puzzle, maka kemungkinan kamu tidak cocok dengan novel ini.

    #Hal Menarik

    Beberapa hal yang menurutku menarik pada novel ini, selain ide ceritanya yang keren—seperti Bloody Monday--, yakni tentang hacker, ada juga sosok perancang gaun dan pemilik butik tempat Muri jadi modelnya. Ada sosok Vani Himawan. Entah kenapa ini seperti plesetan nama salah seorang desainer besar Indonesia, Ivan Gunawan. Eh iya apa enggak?

    Hal menarik lainnya ada di bagian akhir. Saat Muri akhirnya menemukan lokasi sebenarnya rahasia yang dicari Indra. Cara penyelesaian ini hampir sama seperti cara penyelesaian novel-novel luar. Ketika jawaban sebenarnya dari pertanyaan sepanjang novel, akhirnya hanya ditemukan tokoh utamanya sendirian.

    Sebut saja dalam novel the Da Vinci Code. Saat Robert Langdon akhirnya menemukan tempat sebenarnya yang ia cari, justru ketika dirinya sendirian. Ini juga mengingatkanku pada novel Indonesia yang ditulis E.S Ito, berjudul Rahasia Meede. Review Rahasia Meede juga ada di blog ini ya, bisa baca sendiri.

    Bening’s pov

    Sebagai sebuah novel, Golden Bird bisa jadi novel yang sangat menghibur bagiku. Ini seleraku banget. Novel dengan cerita ilmiah, alur cepat dan kisah heroik serta ada unsur suspense dan kriminalnya. Dan lagi ini novel remaja, yang bisa saja dibaca dengan santai dan tidak perlu terlalu serius.

    sampul novel golden bird

    Bicara soal amanat, rasanya tidak adil kalau tidak dituliskan juga. Misalnya tentang kepercayaan diri dan kemauan untuk mencoba. Muri memang tidak mau bergabung dengan d’Vice, tapi dia berhasil mengembalikan kepercayaan diri dan kemauan Rahma, sang kapten hingga mereka berhasil menang dalam kompetisi. Meski memang caranya agak ekstrem.

    Muri berhasil jadi sosok yang menarik bagiku. Dan aku siap ikut Muri berpetualang lagi di novel berikutnya. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya.


    1 komentar:

       
    1. Aduh, miris sekali dengan Muri. Dengan kepopulerannya di sekolah, dia sudah punya sesuatu lebih untuk masa depannya. Apalagi bisa utak atik internet. tapi kenapa malah disalahgunakan. Tapi jadi penasaran nih, ingin mengikuti kisah Muri selengkapnya.

      BalasHapus

    Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Blognya Bening Pertiwi. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

    Note :

    Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.

    Diberdayakan oleh Blogger.