Menyingkir Sejenak dari Kesibukan, ke Cafe SaDjati

Jalan-jalan itu sudah jadi bagian kebiasaan tak tergantikan. Refreshing itu perlu. Nah berhubung sudah lama sejak terakhir buat tulisan tentang jalan-jalan, sekarang buat tulisan soal jalan-jalan deh. Selain karena memang situasi pendemi, ya karena memang enggak ada yang ngajak, hahaha. Kali ini jalan-jalan tipis disponsori mencuri waktu di tengah kegiatan yang mulai padat. Iya, di tempat gue enggak ada WFH, udah full WFO sejak Juli dulu. Tujuan kali ini adalah sebuah cafe alias tempat ngopi. Tapi untuk sampai ke tempat ini butuh perjuangan. Karena memang tempatnya bukan di tengah kota atau pinggir jalan utama. Melainkan agak pelosok dan jauh dari jalan utama.

Bagian depan cafe sajati

Namanya cafe Saung Bata Jati atau lebih dikenal dengan cafe Sa’Djati. Alamatnya ada di Jalan Raya Jati, Tambaksari, Wanareja, Cilacap, Jawa Tengah, 53265. Silakan boleh dicari di google map ya. Kalau dari alun-alun kecamatan Wanareja, Cilacap, bisa ambil jalan Wanareja-Majingklak, sekitar 10 km. Jalanannya sudah aspal dengan beberapa bagian yang rusak. Khas jalanan desa lah ya. Perjalanan dengan motor sekitar 20-30 menit saja. Bisa dijangkau dengan mobil? Bisa kok. Cuma karena jalannya yang tidak terlalu luas dan di beberapa ruas jalan persis di samping jurang, jadi harus hati-hati.


Meski jalannya enggak terlalu bagus, tapi perjalanan singkat ini cukup menyenangkan. Di sepanjang jalan akan disuguhi berbagai pemandangan. Ada hamparan sawah yang mulai menghijau, lalu pemandangan kota di area bawah yang imut-imut kecil. Dan ada beberapa pegunungan yang tampak dari kejauhan. Tidak lupa pohon pinus yang ada di sejumlah sisi jalan juga membuat perjalanan lebih menyenangkan. Meski tempatnya agak naik, tapi masih belum cukup dingin ya. Karena memang tempatnya yang tidak terlalu tinggi.

Pemandangan dari atas cafe sajati

Rombongan kami tiba dalam empat motor sekitar pukul setengah sebelas siang. Waktu yang pas untuk makan siang. Area cafe terdiri dari empat ‘lantai’ berbeda. Area pertama yang persis di depan pemesanan makanan, kedua ada di atasnya dengan pemandangan seru di malam hari. Lalu ada area ketiga yang agak turun, dekat dengan area parkir tetapi dengan meja dan kursi yang lebih banyak dan terakhir area paling bawah yang persis dekat kebun atau di depan saung untuk menginap.


Kali ini pesanan saya adalah susu jahe dengan donat kentang. Teman-teman yang lain ada yang pesan sosis jumbo, nasi goreng, burger, dimsum, dan lain-lain. Dari segi menu ada banyak ragam menu yang ditawarkan di sini. Tentu dengan menu utama yang mereka sajikan adalah kopi. Ada banyak ragam racikan kopi yang bisa dipesan di sini. Meski demikian, ternyata harganya masih tetap bersahabat kok, aman lah.

Pemandangan dari bawah cafe sajati

Tidak butuh waktu lama untuk menunggu pesanan datang. Karena memang sedang tidak ramai. Kali ini kami memilih tempat di lantai yang dekat parkiran. Selain lebih nyaman karena tidak melihat jalan langsung, kami juga jadi bebas main ke lantai paling bawah. Lalu dari lantai di sisi rumah ownernya, kami juga bisa menyaksikan hamparan hutan yang masih cukup rimbun di area bawah. Mau apa lagi? jelas untuk foto-foto. Karena selain menyajikan makanan, cafe ini juga menawarkan beberapa spot menarik sebagai latar belakang foto. Oh iya, rumah owner cafe ini juga bagus lho bagian depannya. Cocok lah jadi spot foto.

Baca juga Jalan jalan di Air Terjun Gunung Putri

Saung cafe sajati

Yang paling menarik di lantai bawah, ada spot dengan sejumlah tanaman anggrek yang mulai berbunga. Lalu spot di depan saung dengan meja kursi kayu, khas Sunda bangeeeeet. Nah yang menarik perhatian, adalah saung ini. Saat ditanyakan, saung ini ternyata memang disewakan dengan harga 800k per malam. Cukup uwow sih untuk sebuah saung dengan satu ruangan utama, dapur dan kamar mandi. Saung ini beratap segitiga tinggi yang memanjang nyaris sampai bawah.Dengan dinding dan lantai kayu. Jadi wajar sih ya, kalau harganya lumayan. Btw, kami enggak menyewa saungnya, karena memang tidak ada rencana buat nginep. Kami Cuma nengok, foto-foto di depannya dan tanya-tanya aja, hahahaha.

Baca juga Jalan-jalan di Air Terjun Kyai Kate 

Oh iya, selain di bawah, ada spot foto lain yang tidak kalah menarik. Ada bagian datar di depan tulisan Sa’Jati yang sengaja diberi tempat duduk ayunan mirip sarang burung dan tempat duduk dari kayu. Selain itu ada juga sejumlah tanaman diletakkan di dekatnya. Memang sepertinya ini dijadikan spot foto-foto deh.

Depan rumah owner cafe

Sebenarnya cafe ini masih dalam proses pembangunan. Meski ada bagian yang sudah bisa digunakan, tapi ada bagian lain yang belum selesai dibangun. Kamar mandi umum terletak di belakang rumah pemilik cafe, yang letaknya sejajar dengan lantai bawah dan di belakangnya sedang dibuat bangunan lain, tapi belum tahu juga mau dibuat apa. Karena memang belum selesai, fasilitas kamar mandi di cafe ini masih terbatas. Dan juga belum ada mushola. Jadi kalau kamu main ke sini, pastikan untuk mempertimbangkan waktunya ya, biar enggak ketinggalan waktu apel, hehe

Numpang narsis

Kalau ditanya apa yang menarik dari cafe ini, buat saya karena tempatnya. Ada beberapa spot menarik untuk foto, kursi dan meja klasik yang asyik banget buat nongkrong lalu udara yang cukup segar meski belum masuk kategori dingin. Daaaaan ... makanan serta minuman panas yang baru saja disajikan.

Baca juga Jalan-jalan Pantai Mangrove Kadilangu.

Selepas Dzuhur, sekitar jam setengah satu akhirnya kami beranjak dari cafe ini. Tidak seperti perjalanan saat berangkat yang rasanya jauh dan lama, perjalanan pulang terasa lebih cepat. Kalau diajakin balik ke sini? Mau banget lah. Mungkin mempertimbangkan juga untuk menyewa saungnya untuk mengingap? Ada yang mau ngajakin?

(btw, sebenarnya tulisan ini agak aneh. Entah kenapa udah lama enggak buat review tempat/jalan-jalan, rasanya kaku aja sih. Plis, jangan diketawain, hahahaha)

 

Menyingkir Sejenak dari Kesibukan, ke Cafe SaDjati Menyingkir Sejenak dari Kesibukan, ke Cafe SaDjati Reviewed by Bening Pertiwi on Rating: 5

2 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.