Resensi - Dearest, Yang Terkasih



Halo, akhirnya gue kembali dengan ulasan curhatan soal buku. Masih berjuang nih untuk bisa rutin kembali menulis. Doakan ya.

Halaman sampul dearest

Judul: Dearest 
Penulis: Dacytta Peach 
Penerbit: Penerbit Grass Media 
ISBN : 978-602-51253-8-6 
Jumlah halaman : 322 halaman 
Cetakan pertama : Juli 2018 

Butuh setidaknya tiga hari bagi gue untuk menyelesaikan 322 halaman novel baru ini. Btw, ini buku pertama penulis Dacytta Peach yang gue baca. Dan ternyata awalnya ini adalah cerita wattpad. Terimakasih untuk noveladdict_ juga yang memberikan kesempatan mendapatkan buku ini. 

Dearest menceritakan kisah cinta Harumi Kirei si gadis desa nan cantik dengan Kay Natsuki, sang Raja Mutlak Kerajaan Awan. Dipinang di usia 7 tahun oleh sang Raja, membuat Harumi harus menghabiskan 10 tahun hidupnya dalam pingitan. Kebencian pun tersemai dalam hati Harumi pada orangtuanya yang tak memberitahukanya alasan ia harus terpenjara dalam sangkar emas yang dititahkan sang raja. Hingga di usia ketujubelasnya, Harumi diizinkan keluar dari rumahnya, berpisah dari kedua orangtuanya tetapi kembal terperangkap dalam sangkar emas yang lain. Sangkar emas milik sang Raja Mutlak Kerajaan Awan, Kay Natsuki. Apalagi rumor beredar kalau Kay Natsuki, adalah raja dengan penampilan menyeramkan sekaligus kejam. 

Bahkan setelah tinggal di istana, nyatanya kehidupan 10 tahun di rumahnya belum ada apa-apanya. Beragam konflik sudah menunggu Harumi di balik tembok istana. Kisah cinta, cinta tak terbalas, perebutan tahta hingga dendam yang mendarah daging. Apakah Harumi cukup kuat menghadapinya? 



Ide yang menarik diangkat oleh Dacytta Peach dalam novel ini. Bergenre fantasi dengan latar belakang kerajaan. Beberapa istilah dan nama membuat gue yakin, kalau ada perpotongan latar belakang Jepang pada novel ini. Pada beberapa bab awal, pembaca disuguhi dengan perkenalan karakter. Baik Harumi Kirei, Kay Natsuki dan juga Tashiro Natsuki. Sejujurnya, gue agak terganggu dengan banyaknya kesalahan tik (typo) di bab-bab awal. Tapi semakin berkurang seiring bertambahnya bab. Ya, jadi lebih enak dibaca akhirnya. 

Dacytta Peach menggambarkan Kay Natsuki sebagai manusia boneka. Awalnya gue cukup bingung juga. Hal pertama yang gue pikirkan adalah model boneka Daruma dari Jepang, dengan wajah mengkilap persis kayu terplitur halus. Tapi seiring bertambahnya bab, gue kemudian berpikir kalau Kay ini seperti ‘groot’, kaku tanpa ekspresi tetapi berpakaian dan memiliki rambut. Hingga akhir buku, gue nggak yakin sih, gimana sebenarnya penggambaran Kay Natsuki ini, hehe 

Sebagai gadis yang dipingit selama 10 tahun dan hanya mengenal kedua orangtuanya, Harumi digambarkan sangat cerdas. Ia tahu banyak soal interaksi dengan keluarga kerajaan. Interaksi terbatas dengan orangtuanya masih belum cukup kuat untuk membentuk Harumi menjadi pemberontak dan tahu situasi dalam istana. Atau mungkin tidak digambarkan ya, bagaimana orangtua Harumi mendidik Harumi selama dalam pingitan? 

Dan manusia paling normal dalam novel ini adalah Tashiro. Ia digambarkan sebagai kakak tiri yang menyimpan dendam. Tapi justru dia menjadi karakter terkuat dalam novel ini. Ia muncul dan digambarkan dengan detail. Rasa iri dan dendam yang dimilikinya memiliki alasan yang jelas dan tegas. Meski akhirnya ia memilih mati konyol. 

Setelah menyelesaikan novel ini, gue merasa kalau cerita ini memang sejak awal dibuat sebagai cerita bersambung. Ada beberapa karakter yang baru muncul di bab tertentu saja. Dan tidak pernah disinggung sama sekali di awal cerita. Padahal, kalau karakter ini sudah dimunculkan dari awal, maka cerita akan menjadi lebih rumit dan menarik. 

Dan satu lagi, salah satu penguat cerita fantasi adalah penggambaran tempat. Sebenarnya, ada banyak peluang penulis menggambarkan tempat yang lebih detail. Apalagi di novel fantasi, penulis punya kebebasan seutuhnya mendeskripsikan tempat dan suasana. Kalau ini bisa dikembangkan lagi, tentu akan lebih menarik. Gue penasaran seperti apa istana Kerajaan Awan ini. Apakah seperti Istana Edo, Istana Shuri atau Kastil Himeji, mengingat banyak karakter Jepang muncul di novel ini. 

Buat Dacytta Peach, terimakasih sudah menyuguhkan cerita yang menarik. Terlihat perkembangan penceritaanmu dari bab ke bab. Semakin ke belakang, gaya maupun penceritaanmu terlihat semakin baik. Terus berkarya ya. Ditunggu selalu tulisanmu yang lainnnya. 

Itu dulu saja ulasan dari gue. Secara keseluruhan, romansa Kay Natsuki dan Harumi Kirei cukup bikin baper. Jadi, kalau kamu butuh kisah cinta fantasi yang bisa bikin baper sepanjang cerita, kamu bisa deh kepoin buku ini. Selamat membaca. Salam. @bening_pertiwi 

Resensi - Dearest, Yang Terkasih Resensi - Dearest, Yang Terkasih Reviewed by Bening Pertiwi on Mei 26, 2020 Rating: 5

2 komentar:

  1. Ayoo Na. Nulis yang banyak^^
    ini sy temenin >_< sy lagi bikin edisi ruang baca

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.