Resensi - Curhatan ‘Efek Jera’

Halo, akhirnya bisa buat review buku lagi ini. Curhat aja sih, bukan review beneran. Hehe. Simak deh berikut. Btw, untuk buku ini gue menyelesaikannya dalam waktu kurang dari enam jam saja. Rekor setelah lama absen. Nggak terlalu buruk, tapi masih belum baik sih. Semoga setelah ini lebih baik deh


Halaman sampul efek jera

Judul: Efek Jera
Penulis: @tsugaeda_author
Penerbit: onepeach.media
ISBN : 978-623-7502-69-2
Jumlah halaman : 344 halaman
Cetakan pertama : Maret 2020

Ini buku ketiga penulis Tsugaeda yang gue baca. Buku pertamanya nggak sengaja beli. Buku kedua dapat giveaway. Dan buku ketiga ini ikut PO. Terniat ya, hehe. Kalau di postingan IG kemarin gue cuma menuliskan identitas buku, poto buku dan sedikit curhatan, nah di sini curhatan tentang buku ini akan diperpanjang. 

Masih mengusung investigasi-korporasi, kali ini Tsugaeda mengenalkan karakter baru bernama Dio. Dio digambarkan sebagai remaja cerdas usia akhir belasan yang punya latar belakang keluarga yang enggak bahagia-bahagia amat. Dia direkrut oleh seseorang untuk melakukan sebuah misi lapangan. Dari misi sederhana hingga beberapa misi ribet bin berbahaya. Pola seperti ini sebenarnya sudah umum digunakan dalam berbagai buku dengan tema investigasi. Seseorang yang asing tetapi punya latar belakang khusus direkrut untuk melakukan misi tertentu oleh orang tertentu. Tetapi yang istimewa dari buku ini adalah latar tempatnya yang berasa sangat lokal. Meski tetap melibatkan beberapa latar tempat di luar negeri juga. 

Sebagai orang baru, Dio juga tidak digambarkan sebagai sosok sempurna. Kekurangan Dio kemudian dilengkapi oleh anggota tim lainnya yang penting tetapi misterius. Tsugaeda agak pelit menggambarkan karakter misterius ini, hehe. 

Jika dibandingkan dengan ‘Rencana Besar’ yang benar-benar mengulik rumit dan ribetnya sisi korporasi, maka ‘Efek Jera’ dapat dikategorikan lebih ringan. Tidak terlalu banyak informasi ribet yang mesti dicerna. Dan justru lebih banyak menonjolkan aksi dalam penceritaannya. Jika dibandingkan dengan ‘Sudut Mati’ agak terlalu jauh sih, jadi gue nggak akan membandingkannya. 

Oh ya, meski ada tiga buku berbeda, ada benang merah antara ketiga buku ini, yakni karakter Makarim. Karakter ini sempat jadi tokoh utama di buku Rencana Besar kemudian Sudut Mati, dan menjadi tokoh penting di Efek Jera ini. Tetapi porsinya agak bergeser, lebih dominan karakter Dio. 

Setelah Rencana Besar di 2013 dan Sudut Mati di 2015, agak lama hingga penulis Tsugaeda menerbitkan novel kembali. Dalam postingan instagramnya ini juga sudah dijelaskan. Pun alasan penerbitan kali ini yang melalui ‘penerbit indie’. Kalau menurut gue, sepertinya penulis Tsugaeda tidak ingin kehilangan momen, hehe 

Oke, segitu dulu aja curhatan sedikit panjang soal buku ketiga sang penulis. Gue sengaja pelit ngasih spoiler. Biar baca sendiri aja ya. Soalnya ini jari udah agak keriting juga, karena lama nggak membuat ulasan buku. Sekali lagi, selamat membaca. Selamat berpetualang ke dunia investigasi. Dan selamat berburu buku-buku investigasi lainnya dari penulis Indonesia lain. 

Resensi - Curhatan ‘Efek Jera’ Resensi - Curhatan ‘Efek Jera’ Reviewed by Bening Pertiwi on Mei 08, 2020 Rating: 5

3 komentar:

  1. hehe...sy malah belum baca bukunya

    BalasHapus
  2. met lebaran ya kawan.
    mohon maaf lahir batin. minal aidzin wal faizin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hira, met idul fitri juga
      maafkan lahir dan batin
      terimakasih sudah mampir, hehehe

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.