Review Novel Perempuan Misterius

Kalau boleh bicara jujur, sampul buku ini yang membuat tangan saya terulur lebih dulu untuk membuka dan menjelajah isinya dibanding buku lainnya yang saat itu berjejer di atas meja, persis setelah kurir datang, hehe. Cewek banget! Ini adalah buku pertama penulis Nicco Machi yang saya baca. Oke, ayok menjelajah.


halaman depan novel perempuan misterius
sampul depan novel Rahasia Perempuan terbitan Penerbit Indiva Media Kreasi

Judul: Perempuan Misterius 

Penulis: Nicco Machi 
Penerbit: Penerbit Indiva Media Kreasi 
ISBN: 978-623-253-004-1 
Jumlah halaman: 240 halaman 
Cetakan pertama: Juli 2020 
Harga: Rp60.000

Iska, si tokoh utama novel Perempuan Misterius ini ‘terpaksa’ ikut papanya pindah ke sebuah kota kecil karena tuntutan tugas. Tinggal di kota baru, bagi Iska memiliki tantangan tersendiri. Selain karena ia tidak mengenal siapapun di sekitar rumahnya ataupun di sekolah, Iska juga harus menghadapi masalah lain; tidak ada klub tennis di sekolahnya. Padahal Iska selama ini bergabung dengan klub dan berlatih tenis secara teratur di sekolah lamanya. Belum selesai dengan hal ini, Iska juga harus menemui kenyataan sulitnya mendapatkan lapangan tenis untuk berlatih di kota kecil itu. Masalah inilah yang kemudian mempertemukan Iska dengan Ganesh—si maniak game—dan Chintami—Mimi—dua orang yang akan jadi sahabatnya.

Seperti apa hubungan ketiga sahabat ini? Yuk ah, kupas satu per satu Review Novel Perempuan Misterius berikut.

Tema Remaja yang Dikemas Kriuk dan Renyah

Label GenZ di halaman sampul novel Perempuan Misterius ini memang sejak awal menunjukkan konsumen pembacanya, yakni untuk pembaca muda. Dengan kata lain, memang ditujukan untuk usia remaja/muda. Sebuah tema yang sebenarnya biasa ada, umum dikenal, dan memang menjadi favorit banyak orang. Tapi, yang menarik dari novel ini, meski mengusung tema remaja, ternyata isinya tidak hanya soal cinta dan romantisme saja. Benar jika usia remaja adalah usia penuh rasa penasaran dan belum matangnya cara berpikir. Tetapi, penulis mampu menyuguhkan sisi lain masa remaja. Novel Perempuan Misterius mampu menunjukkan kalau kehidupan remaja juga berhubungan dengan pencarian jati diri, persahabatan, impian, idola bahkan prestasi. Tentu dengan tetap dibumbui manisnya interaksi antar lawan jenis, tanpa berlebihan.

Selain hubungan dengan orang tua dan kawan di sekolah, dalam novel ini juga disajikan dinamika hubungan dengan orang di luar itu. Ada tokoh Tante Rina, si perempuan misterius yang menarik perhatian Iska. Hingga karakter selebram drh Norman Jupiter yang diidolakan Iska. Tidak bisa dimungkiri jika generasi Mileinial saat ini tidak bisa lepas dari teknologi.

Secara tema, novel label GenZ ini menarik. Sayangnya, saat ini novel bertema remaja penuh romansa dan interaksi antar lawan jenis masih tetap jadi favorit. Ini yang jadi pekerjaan rumah bagi penulis maupun penerbit, untuk memperkenalkan lebih luas lagi, novel remaja dengan isi lebih beragam. Novel remaja juga bisa membahas hal-hal lain yang menarik, tidak hanya soal cinta dan romansa remaja saja.

Alur Maju

Seperti novel umumnya, novel Perempuan Misterius ini juga menggunakan alur maju. Meski sesekali ada juga adegan flash back yang menceritakan masa lalu tokoh-tokohnya.

Sebenarnya, perpindahan deskripsi masa kini dan masa lalu novel ini cukup jelas. Tapi kadang, karena tidak ada karakter atau tanda khusus yang memisahkan, cukup membingungkan di beberapa bagian. Tapi secara umum, masih tetap bisa dibedakan dengan jelas kok. Hanya perlu menambahkan kejelian si pembaca saja.

Tanpa Menyebut Namanya, Kota yang Menjadi Latarnya bisa Diperkirakan

Sebenarnya agak lucu, karena sejak awal penulis tidak menyebutkan nama kota kecil yang ditinggali Iska dan papanya saat ini. Pada saat mencermati bahasa percakapan antar tokohnya, saya berpikir kalau kota ini letaknya di Jawa Timur. Tapi sepertinya tebakan saya keliru. Karena pada sepertiga bab akhir, saya akhirnya bisa memperkirakan lebih dekat lokasi kota ini.

Tidak banyak dijelaskan penulis tentang kota ini. Entah memang sengaja tidak ingin menceritakan lebih detail atau memang mencari aman karena beberapa tempat benar-benar rekaan. Tapi secara umum saya tidak terganggu dengan deskripsi kota ini. Apalagi saat cerita membawa Iska, Ganesh, dan Mimi datang ke kota lain yang disebut ‘ibu kota provinsi’. Justru di kota inilah imajinasi saya lebih terasa nyata. Saya jauh lebih bisa membayangkan kota ‘ibu kota provinsi’ ini daripada kota tempat tinggal Iska. Tapi tebak-tebakan tetaplah menyenangkan.

Bahasa khas Daerah yang Bersuara

Masih penasaran dengan kota yang dimaksud? Tebak saja melalui bahasa yang ditunjukkan antara tokohnya. Bahasa bisa menunjukka tempatnya digunakan. Bahasa bisa menjadi identitas suatu wilayah dengan kata-kata khasnya. Kira-kira begitu yang ingin disampaikan penulis. Tanpa harus menyebut nama daerahnya, pembaca akan diajak menerka-nerka di daerah mana bahasa itu digunakan.

Hal menyenangkan lainnya, bahasa percakapan yang digunakan seolah bersuara. Ya, saya seolah mendengar suara mereka saat berbicara dengan bahasa daerah. Mungkin efek pernah beberapa kali berinteraksi dengan teman-teman yang bicara dengan bahasa yang sama. Dan itu memberikan efek ‘lebih dekat’. Seperti, ‘ah tetangga sendiri’ rupanya.

Kalau boleh jujur, sebenarnya di awal novel, bahasa percakapan yang digunakan agak kaku. Tapi berubah seiring bertambahkan bab. Terutama setelah masuk bab dengan percakapan bahasa daerah antara Ganesh ataupun Mimi dengan teman-teman mereka. Mereka berhasil memberikan percakapan daerah yang lebih cair dan lunak.

Plot Twist yang bikin Merinding

Hal yang paling banyak ditunggu pembaca dan bagian terenak dari novel adalah plot twist. Meski sempat terbaca pada beberapa bab awal dan tengah, tapi penulis ternyata mampu menghadirkan plot twist lainnya di akhir novel. Plot twist ini tidak merusak cerita atau bahkan membuatnya seperti dipaksa berakhir.

Setelah dibawa naik turun dengan alur ceritanya, penulis menutupnya dengan plot twist yang diceritakan oleh karakter Papa. Meski sebenarnya bukan merupakan penyelesaian akhir dari seluruh konflik yang muncul dalam novel ini. Tapi plot twist yang ada justru mengajak pembaca untuk berpikir ulang bahkan boleh berharap adanya cerita lanjutan. Sederhananya, ada ‘open ending’

Secuil Curhatan

Selama membaca buku-buku terbitan Penerbit Indiva Media Kreasi, saya sangat jarang kecewa dengan isinya. Selalu menghadirkan tema-tema menarik dan cerita yang tidak biasa. Sama seperti novel Perempuan Misterius ini juga.

Tapi kalau boleh cerita, sepertinya saya perlu membaca ulang novel ini. Saya suka cara penulis membangun ketegangan demi ketegangan dari tiap babnya. Karakter Iska yang masih remaja digambarkan sebagai karakter yang penuh rasa penasaran tetapi belum berpikir panjang. Sangat khas remaja. Tapi ia dipertemukan dengan Ganesh dan Mimi, yang digambarkan menjadi karakter penyeimbang Iska.

Selain Tante Rina, karakter lain yang menarik bagi saya adalah drh Norman Jupiter. Sikapnya yang dilatarbelakangi kisah masa lalunya masih sulit saya pahami. Memang sih, beberapa orang bisa lebih nekat dari itu. Hanya saja obsesi drh Norman ini sepertinya agak berlebihan. Beda cerita dengan karakter papa dan Tante Rina. Sebenarnya, mereka mungkin bisa memilih sikap yang lebih bijak dalam menghadapi drh Norman Jupiter ini di masa lalu. Tapi tetap, tidak bisa juga serta merta menyalahkan mereka karena situasi saat itu mungkin cukup menegangkan.

Penutup

Menamatkan novel ini dalam waktu dua hari, saya tidak merasa seperti tengah digurui. Dengan sejumlah kritik dan pesan-pesan moral yang disematkan menyebar dalam tiap bab novel ini, penulis menggiring pembaca untuk bersikap bijak. Ini berlaku tidak hanya bagi pembaca remaja, tetapi juga bagi pembaca dewasa.

Penjelasan dari beberapa istilah asing juga dijabarkan penulis dengan lugas. Beberapa bahkan benar-benar baru saya ketahui maknanya. Tidak hanya menghibur, novel ini ternyata berhasil juga memberikan pengetahuan baru, terutama soal olahraga tenis. 

halaman belakang novel perempuan misterius
sampul belakang novel Rahasia Perempuan terbitan Penerbit Indiva Media Kreasi

Secara keseluruhan saya menikmati novel ini. Sebagai pembaca dewasa, saya merekomendasikan novel ini untuk dibaca remaja. Ya, remaja butuh bacaan dengan tema lebih beragam. Meski tokoh utamanya perempuan, bukan berarti novel ini khusus untuk remaja perempuan saja ya. Siapapun tetap boleh membaca dan menikmatinya. Oh iya, cek juga review novel remaja Lucida Sidera dan Rubrik Kata Katya dari blog ini ya. Sama-sama seru lho. Demikian tadi Review Novel Perempuan Misterius. Terima kasih, dan selamat membaca. 
Review Novel Perempuan Misterius Review Novel Perempuan Misterius Reviewed by Bening Pertiwi on Rating: 5

14 komentar:

  1. Seru ya bukunya Bu, saya senang baca buku remaja, sekalian belajar cara menulisnya...bisa nambah ilmu ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, mbak. novel remaja tetap seru dibaca siapa saja

      Hapus
  2. Aku senang baca buku remaja mbak, sekalian membedah isi bukunya, gimana penulisannya...iri sama novelis bisa nulis sekeren iniii hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah iya juga ini, novel remaja bukan sakadar untuk hiburan saja. justru bisa dicontek ilmunya

      Hapus
  3. Gue bukan pembaca novel.
    Tapi yang buat gue penasaran, itu percakapan di novel pake bahasa daerah? Bahasa jawa?

    Bakalan nggak ngerti deh gue :(
    Tebakan gue, latar belakang tempatnya : Malang huhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. anda keliru, hahahahaha. bukan malang. malang mah udah biasa dijadikan latar novel. ini mah jawa tengah. tenang, bahasa jawa-nya enggak ribet kok, jadi masih gampang dipahami

      Hapus
  4. Saya bukan pecinta novel tapi baca review ini jadi ada keinginan untuk baca. Mbak Bening keren nulisnya, saya yg belum baca novelnya aja sudah ketularan karakter Iska, yg suka penasaran. Hmm, kayak apa, ya, percakapan yg bersuara itu?

    BalasHapus
  5. Meski aku bukan remaja lagi tp masih suka baca genre ini untuk mengenang masa lalu haha

    BalasHapus
  6. Mbak Bening, terima kasih banyak yaaa atas ulasan untuk Perempuan Misterius! Senang banget saya bacanya. :') Terima kasih sudah menikmati membacanya, makasih juga atas apresiasinya. :D

    Ehehe... untuk latar kotanya, kota itu benar-benar ada, tapi memang sengaja nggak saya nyatakan secara riil. Biar pembaca saja menebak-nebak~

    Sekali lagi terima kasih banyak ya Mbak. :)

    BalasHapus
  7. novel remaja tuh selalu identik sama kisah asmara yang mbulet-mbulet gemesin yaa. btw aku jadi pengen baca novel perempuan misterius ini juga buat nostalgia masa remaja, hihihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. biasanya gitu, tapi buku ini enggak,mbak. romansanya tipis-tipis, tapi ngegemesin, hehehe
      ayok dibaca, mumpung masing anget

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.