Cerita lain soal Kopi

Daftar Isi [Tampil]
    Halo, Februari yang sudah hampir habis ^_^

    Kopi tidak selalu soal jenis kopinya saja. Tidak jarang, kopi itu soal campuran yang tepat dengan gula dan seduhannya.

    Gue bukanlah orang yang ahli soal kopi. Apalagi sampai tahu jenis-jenisnya, bisa membedakannya dan pernah mencicipi semuanya. Gue hanyalah seseorang yang suka dengan kopi. Menikmatinya di waktu senggang. Dan menjadikannya cerita di atas kertas kosong.


    Kopi itu awalnya kawan penghambat kantuk. Hingga akhirnya jadi salah satu kawan setia yang menemani dalam banyak hal. Kadang, kopi jadi musuh yang nyata. Meski tidak dipungkiri juga, kopi adalah kawan terbaik dan tersetia.
     

    Memilih Kopi Terbaik

    Karena nggak ngerti kopi, gue nggak pilih-pilih soal jenis kopi. Jenis apapun yang ada, ya dinikmati saja. Asal kombinasinya pas. Satu sendok kopi dengan satu setengah sendok gula. Kedua, seduhannya. Bagi gue, kopi yang pas adalah kopi dengan campuran pas yang diseduh dengan air yang belum lama mendidih. Aroma kopi masak oleh air mendidik yang menguap terbang ke udara, adalah bukti nikmatnya bahkan sebelum berhasil membasahi bibir dan lidah.

    Nikmati saja aromanya hingga beberapa saat. Hingga uapnya tidak lagi memanggil dengan cara seksinya. Lalu suhu airnya sudah cukup untuk dinikmati di mulut. Tidak, bukan terlalu panas, kopi yang enak dinikmati. Tapi, kopi dengan suhu sedang yang mendingin alami.

    Tidak perlu dalam gelas besar yang penuh. Cukup satu cangkir kecil yang dinikmati pada suhu yang tepat, pada waktu singkat yang tepat. Hingga nikmat rasanya tak perlu diungkapkan lagi dengan kekata.

    Seperti kopi espresso, mungkin. Hanya butuh kopi dan air panas. Seduh sebentar dan cepat. Nikmati selagi panas. Habiskan sebelum berubah dingin. Simpel dan sederhana. Seperti itu cara gue menikmati kopi.

    Penutup, Ini bukan hanya Soal Kopi  

    Ah ya, sekali lagi, gue bukan ahli kopi dan perkopian. Hanya seseorang yang senang membiarkan diri larut oleh nikmatnya kopi panas di seduhan pertamanya. Lalu mengubahnya menjadi kekata di atas lembaran putih bersih. Yang nantinya bisa membuat gue (kembali) tersenyum saat menjelajah tiap kata itu. Atau mungkin, perlu juga untuk membagikannya. Berbagi kebahagiaan dengan orang lain itu, menyenangkan bukan?

    2 komentar:

       

    Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Blognya Bening Pertiwi. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

    Note :

    Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.

    Diberdayakan oleh Blogger.