Kenapa nge-Blog? Alasan ke-sekian tetap Menulis

Pertanyaan ini sering dan berkali-kali ditanyakan. Dan berkali itu pula, berbagai jawaban diberikan. Apakah setiap jawaban selalu sama? Nyatanya tidak. Selalu ada saja alasan untuk menulis dan ngeBlog lagi. Entah alasan lama ataupun alasan baru. Entah alasan penting ataupun alasan kadaluarsa. Ah ya, alasan ternyata bisa kadaluarsa juga.
Bagaimana dengan saat ini? Tidak ada alasan khusus untuk ngeBlog atau menulis, kecuali untuk mengungkapkan apa yang ada di kepala. Iya, mengungkapkan isi kepala. Karena ternyata isi kepala nggak sederhana. Karena yang rumit itu, kalau disimpan akan semakin rumit dan ruwet. Karena yang nggak bisa dirapikan dalam file-file, kadang perlu dikeluarkan dulu agar bisa dirapikan dan menjadi bagian dari file yang tepat.

Meski begitu, ternyata nggak semua isi kepala bisa dituangkan dalam tulisan. Karena nyatanya, nggak semua harus diungkapkan. Karena nyatanya, nggak semua juga peduli dengan apa yang telah diungkapkan. Karena nyatanya, solusi kadang nggak akan muncul hanya karena diungkapkan. Solusi bahkan bisa saja muncul karena alasan lain. Tapi menuangkan dan mengungkapkan semua, bisa membuat keruwetan di kepala menjadi lebih longgar, sedikit. Karena menuangkannya dalam tulisan, bisa membuat perasaan lebih ringan. Yang pada akhirnya, kesempatan untuk menyelesaikan semuanya dan menemukan solusi lebih besar.

Sederhana? Nggak juga sih.

Ada kemerdekaan sendiri dalam menulis. Tapi, ada rasa sesak sendiri saat tidak ada yang bisa dituliskan. Ada kerinduan yang akan menjadi candu saat tidak dituangkan dalam bentuk tulisan. Rindu yang harus dituntaskan. Rindu yang menunggu dilepaskan. Dan rindu yang begitu ingin disampaikan. Mungkin, rindu untuk bertemu?

Hmmm ... bagaimana dengan rindu—tanda—tangan—di—surat—perjanjian—penerbitan—buku? Hahahaha ... ini rindu yang kompleks dan nyata adanya.

Nyatanya semua butuh proses. Nyatanya, semua butuh konsekuensi. Nyatanya, semua butuh hati yang kuat. Nyatanya, semua butuh fisik yang selalu mendukung dan baik. Nyatanya, semua harus dilakukan. ah ya, lebih tepatnya, semua harus dimulai. Dimulai dari yang kecil, dari diri sendiri dan sejak saat ini.

Ah, kenapa tulisan ini jadi ngacau ya?
Kenapa nge-Blog? Alasan ke-sekian tetap Menulis Kenapa nge-Blog? Alasan ke-sekian tetap Menulis Reviewed by Bening Pertiwi on November 20, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.