Storytel, Teman Membaca Buku saat Ngabuburit

Ramadhan tiba, ramadhan tiba ...

Kedengeran suaranya ya? Suasana ramadhan seperti ini memang selalu dirindukan. Tidak hanya kegiatan rutin saja yang makin ramai dan asyik, tapi kegiatan lain seperti ngabuburit pun jadi salah satu yang ditunggu.

Nah, kamu kalau ngabuburit ngapain tuh biasanya? Ada yang berburu makanan berbuka atau sekadar jalan-jalan keluar sambil menunggu waktu buka puasa. Tapi ada juga sih, yang memanfaatkan waktu menjelang buka puasa dengan membaca. Kalau aku sih, yes!

Audiobook, Trend Baru Membaca Buku dengan Suara

Cara menikmati buku saat ini bisa dilakukan dengan berbagai cara. Baik dengan membaca buku fisik maupun buku digital. Buku digital yang dulu hanya berbentuk ebook saja, atau alih bentuk dari fisik menjadi digital yang dinikmati dengan membaca, sekarang makin lengkap dengan adanya audiobook. Orang bisa dengan mudah baca buku online dengan menikmati kedua jenis buku ini.

Audiobook adalah solusi bagi orang yang ingin tetap membaca buku, meski sibuk. Yup, audiobook adalah buku digital yang dinikmati dengan cara didengarkan karena bentuknya adalah rekaman atau suara. Kelebihan audiobook hampir sama seperti kelebihan ebook, yakni praktis, mudah diakses, dan harganya relatif lebih murah.

Trend membaca buku berbentuk suara ini makin lama makin populer. Aku sendiri merasa ini jadi cara paling praktis membaca. Jadi, bisa tetap mendengarkan buku yang disukai sambil tetap melakukan berbagai aktivitas lain. Nah, kali ini aku mau ajak kenalan dengan salah satu aplikasi audiobook yang belum lama ini jadi favoritku, Storytel. Cuzz, simak berikut ya!

Kenalan dengan Storytel Audibook

Aplikasi Storytel Audiobook adalah aplikasi audiobook aplikasi buku berbentuk suara yang bisa dinikmati pada ponsel pintar. Kantor pusat aplikasi ini berada di Stockholm, Swedia. Hingga saat ini, Storytel sudah melayani sebagai salah satu aplikasi audiobook di berbagai negara di dunia termasuk di Indonesia.

aplikasi audiobook

Kalau pertanyaannya siapa saja yang bisa menikmati aplikasi ini, maka jawabannya bisa siapa saja. Aplikasi ini dapat dengan mudah diunduh ke dalam ponsel pintar untuk dinikmati oleh beragam usia. Yang lebih asyik, Storytel ternyata tidak hanya menyediakan versi audiobook saja, tetapi berbagai ebook juga ada dengan lebih dari 500 ribu judul rekomendasi buku.

Versi audiobook Indonesia yang ditawarkan Storytel menyediakan banyak jenis buku digital. Beragam genre ditawarkan, seperti non fiksi, motivasi, hingga novel-novel populer. Sebut saja salah satu novel populer kelas dunia seperti Harry Potter, ada versi audiobook dan versi ebooknya.

Kenapa Harus Storytel Audiobook?

Dari tujuh seri novel fiksi Harry Potter, sejujurnya sudah selesai kubaca semua. Tapi semuanya harus pinjam, karena semasa sekolah dulu, harga buku tebal ini belum terjangkau. Nah bisa terbayang kan, seberapa antrinya pinjaman dan waktu baca yang terbatas.

Trend saat itu, jumlah halaman Harry Potter makin tebal seiring makin banyak serinya. Dan salah satu yang paling tebal adalah seri keenam, Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran. Rekor membacaku saat itu, si buku tebal bersampul biru itu berhasil kuhabiskan dalam tujuh jam saja, hanya berhenti untuk salat. Makan pun sambil baca. Sebuah rekor yang sebenarnya tidak ingin kuulangi, hehe

Rasanya kalau harus mengulang hal itu, mungkin saat ini tidak akan sanggup, selain tidak ada waktu. Tapi, kangen juga sih baca Harry Potter lagi. Nah aplikasi Storytel ini jadi jawabanku. Aku bisa mendengarkan kembali versi Harry Potter Audiobook, tanpa harus benar-benar meluangkan tujuh jam untuk duduk diam. Nah, jadi kenapa sih harus Storytel untuk membaca buku berbentuk suara? Ini versiku ya.

1. Praktis, Tidak Harus Duduk Diam untuk Membaca Buku

Kalau harus mengulang tujuh jam untuk duduk diam membaca, mungkin sekarang tidak sanggup. Sekarang tidak selonggar dulu, hehe. Tapi rasa haus membaca tetap harus dipenuhi ya. Tentu aplikasi baca buku online satu ini jadi pilihan paling pas sih. Apalagi bagiku yang memang punya kebutuhan untuk membuat review buku.

Misal nih, aku mau buat review novel Divortiare. Aku bisa mendengarkannya lebih dulu sambil tetap beraktivitas. Pokoknya, tidak ada alasan untuk tidak produktif deh. Dua aktivitas bisa dilakukan sekaligus. 

2. Ada Banyak Pilihan Genre

Kalau ditanya apa genre buku favorit? Hmmm ... tidak bisa jawab sih. Apapun genre buku yang menarik dan cocok, ya dilahap. Bahkan meski suka genre-nya, tapi ternyata bukunya tidak cocok, ya bisa saja tidak dibaca.

buku best seller

Nah di Storytel ini ternyata ada sangat banyak pilihan genre. Ada kategori buku best seller berbahasa Indonesia dan juga berbahasa Inggris. Selain itu ada juga buku fiksi dan non-fiksi yang dibagi lagi jadi beberapa genre seperti sejarah, cerpen, drama, hingga biografi tokoh.

3. Koleksinya Ada Banyak

Selain memiliki banyak genre pilihan, aplikasi ini juga memiliki koleksi yang cukup banyak. Ada ratusan ribu audiobook dan ebook dari beragam penulis. Tidak hanya penulis Indonesia saja, tetapi juga penulis luar. Kalau dari Indonesia, yang lagi tenar nih, misalnya Dilan dan Mariposa. 

4. Bisa Dinikmati Secara Audiobook dan Ebook

Sejak pertama instal aplikasi ini, hal ini yang paling menarik. Beberapa buku tersedia dalam versi audiobook sekaligus ebook. Memang tidak semua sih, karena kebanyakan memang versi audiobook. Keberadaan versi ebook ini bagiku sangat membantu saat mendengarkan buku berbahasa asing/Inggris.

Kenalan dengan Fitur di Aplikasi Storytel

Ada banyak fitur yang ditawarkan oleh aplikasi Storytel ini. Jelas, semua disediakan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi penggunanya. Berikut fitur aplikasi yang bisa segera dinikmati setelah diinstal di ponsel pintar:

1. Buku dikelompokkan secara rapi dalam berbagai kategori
2. Fitur pencarian yang mudah digunakan
3. Filter pencarian berdasarkan abjad, nama penulis, narator atau tanggal terbit sebuah buku
4. Deskripsi yang tersedia di bawah judul audiobook
5. Adanya fitur penyimpanan, jadi buku bisa didengarkan lain kali
6. Fasilitas bookmark yang dapat digunakan untuk menandai posisi akhir mendengarkan buku
7. Kecepatan baca narator bisa diatur kecepatannya
8. Audiobook bisa disimpan sehingga juga bisa didengarkan secara luring
9. Fitur mode anak untuk menampilkan audiobook khusus anak-anak
10. Adanya mode tidur, untuk mengatur timer sesuai jam tidur
11. Ada statistik yang berisi laporan aktivitas penggunaan aplikasi dalam waktu 30 hari terakhir
12. Buku yang selesai dibaca, bisa juga dibagikan untuk pengguna lain
13. Terdapat fitur pengamanan pasword untuk mengamankan akses ke aplikasi.

Ngabuburit Sambil Dengerin Cinta Suci Adinda

Ngabuburit sambil baca buku? Kenapa enggak. Selain kegiatan ramadhan umumnya, aku juga mengisi kegiatan ramadhan kali ini dengan membaca buku. Pilihanku jatuh pada salah satu novel islami tulisan Afifah Afra yang berjudul Cinta Suci Adinda. Novel yang terbit 2018 ini jadi salah satu koleksi Storytel dengan label islami.

novel islami

Buku islami terbitan Penerbit Indiva Media Kreasi ini terdiri dari 368 halaman untuk versi cetaknya. Nah untuk versi audiobooknya disediakan waktu 11 jam 49 menit. Dari deskripsi yang ada, buku ini rilis 19 Januari 2022. Buku ini jadi pilihanku, karena sudah terbiasa membaca buku dari penulis Afifah Afra. Nah kebetulan buku ini terlewat, belum dibaca.

Mengisahkan sosok perawat kalem bernama Adinda yang tidak sengaja terlibat kasus karena pasiennya. Hubungan yang agak ganjil antara Adinda dengan pasiennya ini ternyata menarik perhatian dokter muda penuh kharisma paket lengkap, dr. Irham. Dengan latar belakang di RSJD Surakarta, cerita ini terasa dekat denganku.

novel islami cinta suci adinda

Cerita diawali dengan pengenalan karakter-karakter perawat di RSJD. Saat tinggal Solo, aku pernah berkunjung ke rumah sakit ini. Memang hanya sampai halaman saja sih. Sedikit cerita tentang bagaimana suasana dalam rumah sakit ini kudengar dari kawan yang bekerja sebagai perawat di sana.

Selama ini aku terbiasa menikmati buku dengan membaca. Audiobook satu ini jadi audiobook pertama yang kudengarkan sampai akhir. Dan yang paling aku sukai dari audiobook ini adalah, naratornya yang super asyik. Iya, asyik karena naratornya menceritakan kisahnya dengan keren. Sang narator bisa membuat beberapa suara berbeda. Saat jadi narator, saat mengucapkan percakapan tokoh wanita bahkan terasa berbeda saat mengucapkan percakapan tokoh pria. Sosok dokter Irham yang digosipkan cool dan dingin oleh para perawat berhasil dihadirkan secara keren oleh sang narator.

Aku menikmati buku ini dengan santai. Mungkin 1-2 jam saja tiap harinya. Karena kecepatan naratornya yang bisa diatur, aku tidak membutuhkan total 11 jam lebih seperti yang tertulis pada deskripsi audiobook ini. Asyiiik, jadi cepat selesai dan tidak penasaran lagi deh.

Review Storytel Audiobook

Saat pertama kali membuka aplikasi ini, pengguna sudah disodorkan sejumlah rekomendasi novel fiksi, seperti Game of Thrones dan Hunger Games. Sementara itu, rekomendasi audiobook Indonesia juga banyak lho. Khusus bulan puasa ini, ada rekomendasi khusus juga buku-buku yang sesuai dibaca pada bulan Ramadhan. 

Seperti blog ini yang sebagian besar berisi review buku, sudah bisa ditebak kan ya kalau aku memang harus membaca buku sebelum membuat review. Kalau tidak membaca, ya akan sulit dong membuat review buku. Agar bisa menulis, maka aku harus meluangkan waktu lebih banyak untuk membaca. Nah, kehadiran audiobook ternyata memberikan pengalaman berbeda bagiku untuk membaca.

1. Hemat Waktu

Yang paling aku rasakan saat menggunakan aplikasi audiobook ini adalah hemat waktu. Jadi, aku bisa menghabiskan buku lebih cepat dari biasanya. Efeknya? Ya jadi kesempatan menulisku jadi lebih banyak.

Nah sebenarnya aku lagi pengen nih buat review novel Sapiens. Kayaknya agak tebal kan ya. Jadi, aku memilih mendengarkan saja lewat aplikasi audiobook ini. Selain bisa lebih cepat karena bisa diatur waktunya, jadi lebih fleksibel aja. Bisa sambil melakukan berbagai aktivitas lain. 

2. Lebih Aktif, bisa Multitasking

Jika biasanya untuk membaca buku aku butuh waktu khusus, maka keberadaan audiobook ini tidak memaksaku harus menyediakan waktu khusus. Aku bisa tetap melakukan aktivitas lainnya sambil tetap mendengarkan audiobook, seperti didongengi.

Misalnya saja saat ngabuburit atau menyiapkan makanan untuk buka puasa. Atau pada kesempatan lain, aku bisa mendengarkan audiobooknya sambil juga menulis review buku-nya secara langsung. Agak nekat sih, tapi seru. Setelah menggunakan aplikasi ini, aku merasa membaca jadi lebih praktis.

3. Waktu Melihat Layar Berkurang

Manfaat lainnya yang kurasakan dari audiobook ini adalah berkurangnya waktuku melihat layar. Alih-alih menggunakan lebih banyak waktu memelototi layar ponsel, sekarang aku lebih sering menggunakan perangkat bantu pendengaran untuk menikmati buku. Ini jelas lebih sehat bagi mataku.

4. Mempelajari Hal Baru Lebih Menyenangkan

Selain membaca novel fiksi, buku bergenre pengembangan diri juga jadi pilihanku. Memang kecepatan mendengarkanku untuk genre ini tidak secepat mendengarkan audiobook fiksi, alih alih justru sengaja diperlambat bahkan diulang-ulang untuk memahami satu atau dua penjelasan isi buku.

Yang jelas, membaca buku pengembangan diri yang biasanya membuat ngantuk, jadi lebih menyenangkan setelah digantikan dengan audiobook. Pembacaan yang juga melibatkan intonasi, membuat isi buku jadi lebih mudah dipahami.

Kesimpulan

Itu tadi ceritaku saat menikmati audiobook lewat aplikasi Storytel. Oh ya, kamu juga bisa menikmati beragam fasilitas aplikasi ini lho. Cukup undah aplikasi Storytel di ponsel pintar kamu, bisa diinstal melalui Aplikasi Storytel untuk Android dan juga Aplikasi Storytel untuk iOS. Sebagai awalan, kamu juga bisa menikmati versi trial selama tujuh hari pertama dan setelahnya bisa berlangganan hanya dengan Rp39.000,00 saja untuk satu bulan.

aku dan aplikasi audiobook

Dengan Storytel ini, kamu bisa menikmati banyak pilihan buku dengan super praktis dan hemat. Oh iya, aku pernah baca buku judulnya Negeri Lima Menara, tapi lupa karena sudah cukup lama. Mungkin ini bisa jadi list audiobook yang harus kudengarkan lagi deh. Eh dan satu rekomendasi lagi nih, judulnya Selamat Tinggal. Semoga isinya tidak segalau judulnya ya. 

Itu tadi ceritaku membaca buku saat ngabuburit bersama Storytel. Jadi, bagaimana ceritamu saat membaca buku berbentuk suara lewat aplikasi ini? Yuk bagikan juga ceritamu di komentar bawah ya.

24 komentar:

  1. Jadi ini bisa buat bacain dongeng pas mau tidur dong?
    wah boleh juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. beneran deh, berasa didongengin gitu. jadi enggak perlu duduk serius baca terlalu lama juga. terus bisa atur waktunya. so kalau kita tidur, aplikasi bisa berhenti sendiri. cuzzz cobain deh

      Hapus
  2. Kayaknya seru nih. Aku sendiri sebenernya hobi banget baca buku. Sayangnya karna kerja naik transportasi umum beberapa buku aku rusak karna kepencet atau keujanan. Nah bagus nih buat teman naik kereta.

    BalasHapus
  3. Dulu saya pernah membaca maraton itu ketika libur di pondok pesantren. Saat libur sengaja tidak pulang ke rumah karena banyak teman yang juga tidak mudik. Kemudian ada novel Ayat Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih yang membuat saya tidak bisa melewatkan waktu sedikitpun.
    Sekarang mau kaya gitu rasanya nggak mungkin. Haha... Nah, kalau ada Audiobook kan bisa bantu bgt buat nambah waktu nyimak buku. Asik deh ini aplikasinya.

    BalasHapus
  4. wahhh dari kemarin-kemarin aku udah mau instal apps nya cuma kelupaan mulu. penasaran sih gimana buku tapi dijadiin audio :D segera aku download kalau gitu.

    BalasHapus
  5. Ijin instal kak..
    Aplikasi storytel ini mmbntu bgt yg doyan baca.
    Skrng by phone lebih praktis, aman dan dilakukan dimanapun.

    BalasHapus
  6. Nah bener nih ngabuburit makin asik, apalgi anak-anak juga suka dengerin Storytel, nmayan kurangi screen time

    BalasHapus
  7. Sekarang pada senang sama audiobook ya. Kayanya bakal berasa didongengin. Aku belum unduh Storytel dan mungkin mau coba juga. Asyik bisa nemenin kita ngabuburit

    BalasHapus
  8. wah aku baru tahu Mbak Afifah Afra ada novel dengan judul ini. Atau novel lama dengan judul baru ya ini? jadi penasaran nih sama novelnya

    BalasHapus
  9. asyik ya aku bayangin kayak readaloud tapi beda dan jadi nostalgia saat dulu suka denegrin drama di radio duh aku jugaiinginngabuburit dengan storytel

    BalasHapus
  10. Semakin kesini, mungkin jumlah pembaca buku cetak di Indonesia makin berkurang karena belajar lewat audiovisual lebih menarik. Story tell merupakan terobosan baru agar membaca buku lebih menyenangkan.

    BalasHapus
  11. WAh baca buku harry potter yg tebel dalam 7 jam? hebat banget mba!! Storytel emang solusi bagi penikmat buku supaya tetap bisa "dengerin" buku sambil melakukan aktifitas lain.

    BalasHapus
  12. Di Storytel kita bisa menikmati berbagai jenis buku, terutama buku-buku best seller. Terus kita bisa menyambi mengerjakan hal lainnya.

    BalasHapus
  13. Mantap, Storytel ini sangat bermanfaat kali buat kita, dapat membuat waktu kita tidak terbuang sia2 karena kita bisa membaca buku hanya dengan mendengarkan audionya saja

    BalasHapus
  14. Mbak,makasih artikelnya...aku langsung download.sekarang membaca bisa dimana aja,kapan aja,sambil apa aja. Mantap!

    BalasHapus
  15. saya salfok sama foto foto nya mba bening yang bening banget hehehehe..... btw kayaknya nanti kalau mba bening bikin audiobook bisa nih saya ngelamar buat jadi naratornya (voice over) hehehehe.... **ngareeephhh. anyway saya termasuk yang sama dengan mba bening suka baca untuk nunggu bedug ... ya baca quran kalo lagi insaf, baca komik, malah kadang baca resep masakan yang ga pernah dipraktekin karena adaaa aja alesannya... wkwkwkwk.... mo cobain aaah aplikasi storytel nya

    BalasHapus
  16. Wah, beneran ada kisah Negeri Lima Menara di Storytel? Mauuuu dong! ASyiknya ngabuburit pakai Storytel aja. Bisa sambil me time atau masak2 juga ya mbak. AKu kepengen buru2 install deh. Banyak pilihannya ya enak nih beneran manjain kita aplikasi ini ya mbak.

    BalasHapus
  17. Baru tahu ada aplikasi Storytel ini, wah cocok buatku yang males baca karena cepat lelah mata. Asyiknya lagi kita gak pakai numpuk buku fisik dan bisa sambil aktifitas. Keren terimakasih infonya Mbak Bening.. salam hangat..

    BalasHapus
  18. Aku sudah coba aplikasi ini dan suka ya cara baru membaca buku ni buatku seperti didongengin hehe juga bisa mengasah kemampuan listening Bahasa Inggris

    BalasHapus
  19. Wah aku jadi penasaran pengen cobain juga Storytel. Soalnya, kadang harus ngerjain hal lain jadi susah menyempatkan waktu baca

    BalasHapus
  20. Sepertinya asyik nih Storytel untuk melatih kemampuan memahami dengan mendengar. Soalnya aku tipe orang visual, mbak. Nggak bisa bayangain betapa serunya apalagi naratornya keren-keren.

    BalasHapus
  21. Iya beneran praktis nih bisa disambi ngerjain yg lain. Naratornya juga kece2 ya mbak. Fixed aku mo install ah

    BalasHapus
  22. Wahh baru denger inii...bisa jadi alternatif buat diriku yang lebih suka mendengarkan dibanding suruh baca buku langsung...😀

    BalasHapus
  23. Ngabuburit jd gak gabut ya Mbak,, bs buat sarana nambah ilmu n perluas wawasan, setuju banget,, baca buku bs sambil mengerjakan aktivitas lain

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Blognya Bening Pertiwi. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.

Diberdayakan oleh Blogger.