Review Novel Pasukan Matahari

Daftar Isi [Tampil]
    Novel Pasukan Matahari dari penulis Gol A Gong ini sebenarnya sudah cukup lama jadi koleksi di rak. Sayangnya, memang butuh energy ekstra untuk membuat ulasannya. Udah ah, basa basinya. Here we go

    review novel pasukan matahari

    Pasukan Matahari

    Penulis: Gol A Gong
    Penerbit: Indiva Media Kreasi
    ISBN: 978-623-6087-60-2
    Jumlah Halaman: 368 halaman
    Tahun Terbit: Pertama, September 2014

    Ringkasan

    Meninggalkan pekerjaannya sebagai wartawan, Doni memilih pulang ke kampong halamannya di Menes, Banten bersama istrinya Pratiwi dan kedua anaknya Tasya serta Bobi. Kepulangannnya kali ini bukan hanya untuk memulai hidup baru, tetapi juga demi memenuhi janji reuni dengan teman-teman masa kecilnya.

    Dalam perjalanan pulangnya, Doni mengalami berbagai peristiwa. Pelajaran demi pelajaran didapatkannya dalam perjalanan yang tidak mengharapkan kembali ini. Hingga flashback cerita masa kecil Doni pun menguak satu per satu.

    Kisah masa kacil Doni yang harus kehilangan sebelah tangannya, membawanya pada kelompok kecil yang kali ini jadi tujuan pulangnya, Pasukan Matahari. Tidak hanya mendapat dukungan dari teman-temannya, Doni juga mendapatkan dukungan tak terbatas dari kedua orang tuanya. Ayahnya pun membangun sebuah gubuk kecil untuk menyimpan buku di samping rumahnya, yang kelak menjadi Perpustakaan Rumah Buku Pelangi.

    Apakah kali ini Doni berhasil memenuhi janjinya untuk bertemu dengan teman-temannya Pasukan Matahari?


    Review Novel Pasukan Matahari (Gol A Gong)

    Pertama membaca novel ini, aku langsung kepikiran: apakah ini cerita asli dari penulis Gol A Gong? Dan ternyata ini yang jadi daya tarik menyelesaikan novel ini. Berikut ulasan atau review novel Pasukan Matahari dari penulis Gol A Gong.


    Peran Orang Tua

    Mengalami kecelakaan, tentu bukan keinginan Doni. Meski Doni harus diamputasi tangan kirinya, orang tua Doni ternyata tidak memperlihatkan kesedihan mendalam. Alih-alih, mereka justru memberikan dukungan tak terbatas. Orang tua Doni memberikan kesempatan dan dukungan untuk Doni untuk sembuh serta melatih diri dengan badminton serta membaca buku. Raket dan buku-buku pun jadi hadiah untuk Doni. Dukungan ini ternyata memberikan bukti positif, Doni tidak tumbuh menjadi sosok yang minder, alih-alih dia justru berprestasi dalam badminton dan kepenulisan.


    Dukungan Sahabat

    Memiliki situasi yang nyaris serupa, membuat Doni berkenalan dengan beberapa orang yang juga tidak memiliki tubuh yang lengkap. Perasaan tulus ini pun berbuah persahabatan. Tidak hanya saling menyemangati untuk sembuh, persahabatan ini pun menjadi motivasi mereka dalam menjalani kehidupan.

    Meski memiliki tubuh yang tidak lengkap, kenyataannya mereka bisa saling menyemangati untuk tidak menyerah dan tidak putus asa. Semangat inilah yang kemudian juga berperan banyak dalam proses perjalanan Doni.


    Kampanye Membaca

    Sadar atau tidak, buku ini ternyata menyelipkan sebuah pesan yang sangat mendalam, kampanye membaca. Lewat karakter Doni yang diceritakan cacat, pembaca akan digiring untuk mencintai dunia membaca.

    Berawal dari saat Doni berada di rumah sakit setelah kecelakaannya. Ia bersama teman-temannya tidak menghabiskan waktunya hanya untuk istirahat atau bermain. Mereka justru membaca di perpustakaan.

    Kedua, setelah Doni mengundurkan diri dari profesi wartawannya, dia yang kembali ke kampung halamannya kembali berkutat dengan taman baca lama yang sempat ditinggalkan. Lewat taman baca ini, Doni mengajak anak-anak kecil untuk makin menyukai dunia membaca. Peran kecil ini Doni lakukan dengan baik, karena baginya membaca adalah cara untuk berkeliling dunia.


    Kesimpulan

    Saat membaca sampul halamannya dan menemukan nama Gol A Gong di sana, aku tidak meragukan lagi isi novel ini. Dan setelah mempetualangi halaman demi halamannya, bisa dibuktikan kalau meski mengusung gaya nyastra, Gol A Gong tetap bisa menyajikan gaya Bahasa yang sederhana. Dengan demikian, novel ini jelas bisa dinikmati semua kalangan.

    Eits, meski novel ini mengusung tema kemanusiaan, bukan berarti tidak menunjukkan sisi romantic sama sekali. Sisi romantic tipis-tipis berhasil ditunjukkan lewat karakter istri Doni, yakni Pratiwi. Diceritakan, Pratiwi sempat cemburu saat Doni bertemu dengan salah satu teman masa kecilnya yang perempuan. Tapi rasa cemburu itu perlahan luntur dan berganti rasa prihatin serta rasa ingin membantu saat menemukan situasi sebenarnya si teman wanita ini.

    sampul belakang pasukan matahari

    Tidak hanya gaya bahasanya yang enak dinikmati, pun pesan yang disampaikan dalam novel ini, sama sekali tidak memberikan kesan menggurui. Justru mengajak pembaca untuk berpikir lebih dalam lagi dan lebih peduli pada situasi sekitarnya. Dan akhirnya, novel ini bisa jadi bacaan menyenangkan untuk orang tua, remaja, maupun semua orang. Selamat membaca.

    Tidak ada komentar:

    Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Blognya Bening Pertiwi. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

    Note :

    Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.

    Diberdayakan oleh Blogger.