Daftar Isi [Tampil]
Sebenarnya, ada banyak pertanyaan yang ingin Nazla ajukan. Mulai dari kenapa Adam tiba-tiba pindah ke sekolahnya, kenapa sekarang mereka bisa sekelas, sampai kenapa laki-laki itu berubah begitu banyak. Namun, melihat punggung Adam yang tegak dan langkahnya yang terkesan tidak peduli, semua pertanyaan itu mendadak terasa sulit untuk dikeluarkan.
Mereka berhenti di samping kantin selatan. Jam pulang sekolah membuat tempat itu cukup sepi. Sebagian besar siswa sudah meninggalkan sekolah, sementara beberapa anak masih sibuk membeli jajanan sebelum pulang.
Adam berdiri di dekat tiang penyangga atap kantin. Ia melepas jaketnya, lalu melipat kedua tangannya di depan dada.
Nazla berhenti beberapa langkah darinya, "Jadi, ada apa?" tanyanya Nazla hati-hati.
Adam menatapnya sekilas. "Kamu masih ingat aku?"
Nazla mengerjap. Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja ia ingat. Bahkan, kalau diminta menyebutkan nama-nama mantan ketua OSIS SMP-nya, Nazla yakin nama Adam Brian Ramadhan akan menjadi nama pertama yang muncul di kepalanya. Sayangnya, mengingat seseorang dan mengenali orang yang berdiri di hadapannya sekarang adalah dua hal yang berbeda.
"Ingat, dong," jawab Nazla. "Maksudku, siapa yang enggak kenal Kak Brian waktu SMP dulu?"
Adam menghela napas pendek, "Jangan panggil aku Brian."
Senyum yang sejak tadi berusaha Nazla pertahankan perlahan menghilang, "Enggg, kenapa?"
"Panggil Adam saja. Seperti yang tadi aku bilang di kelas."
"Tapi nama lengkap Kakak kan Adam Brian Ramadhan. Udak kebiasaan dari dulu panggilnya Kak Brian," protes Nazla
"Aku tahu."
"Terus kenapa?" Nazla makin tidak sabar.
Baca Selengkapnya di Frozen Time bagian 2 - kamu lagi



Tidak ada komentar:
Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Blognya Bening Pertiwi. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)
Note :
Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.