Review Novel Tokyo Killing Finn.R

Halo, ketemu lagi di tulisan review buku nih. Buku yang kali ini aku review, adalah buku terbarunya penulis Finn.R. Buku ini adalah karya solo dari sang penulis. Buku keduanya berjudul ‘The Silent War’, nah yang ini aku belum baca sih. Tapi buku pertamanya jelas udah kubaca. Buat yang penasaran, cek juga Review Novel Subliminal Asassin, buku pertama Finn.R yang reviewnya juga tayang di blog ini ya.

cover novel tokyo killing

Tokyo Killing

Penulis: Finn.R
Penerbit: Penerbit One Peach Media
Tahun terbit: Maret 2022
Jumlah Halaman: 436 hal
ISBN: 978-623-5515-91-5
Harga: Rp80.000,-

Sinopsis Singkat

Issa Respati, seorang mantan agen rahasia dengan rekor sempurna dalam setiap misinya, justru diburu oleh negaranya sendiri setelah program ‘Pisau Belati’ yang menjadi tugasnya dianggap gagal dan berbahaya. Satu per satu para anggotanya diburu dan dibunuh. Tapi, Issa menolak menyerah. Dia justru memburu balik tiap orang yang memburunya. Masih dalam persembunyiannya, lewat salah seorang penghubung CIA, Issa kali ini menerima tawaran pekerjaan di Jepang.

Matsumoto Naoko, seorang analis kontra terorisme di PSIA (Dinas Rahasia Jepang) awalnya hanyalah seorang karyawan kantoran biasa. Pagi harinya selalu disambut penuh sesaknya kereta bersamaan dengan para pekerja lainnya. Tapi, siapa sangka, Naoko punya luka yang tidak ingin dia ingat. Setelah seluruh keluarganya mati oleh serangan yang diduga teroris, Naoko harus menjalani pengobatan kejiwaan. Meski sudah tidak lagi mengonsumsi obat anti-depresan, Naoko ternyata masih suka dihantui mimpi buruk tentang keadaan keluarganya.

Teror yang terjadi enam bulan silam, yang merenggut seluruh keluarga Naoko beserta banyak orang lainnya dalam sebuah bus, ternyata bukan aksi brutal biasa. Sebuah kelompok paling menakutkan di Jepang yang pernah menyebar terror di tahun 94-95, Aum Shinrikyo disinyalir bangkit kembali dan menjadi dalang aksi terror itu. Naoko pun ditugaskan menjadi seorang agen lapangan. Kali ini dia harus bekerjasama dengan Issa, sang pemburu.


Setelah melakukan sejumlah penelitian dokumen, Naoko pun menemukan kalau terror kali ini bukanlah terror biasa. Issa dan Naoko pun harus berhadapan dengan organisasi lain yang jauh lebih rumit. Berhadapan dengan budaya yang asing, Issa menelusuri apartemen kumuh di Narashino, mengintai ruko remang-remang di Machida, bahkan memasuki hutan dan kabin tua di salah satu hutan paling angker di Jepang, hutan bunuh diri dai kaki gunung Fuji.

Seperti yang sudah-sudah, perburuan Issa pada akhirnya membuatnya diburu kembali. Satu per satu rahasia paling kelam di Jepang terkuak. Semakin banyak tahu, semakin rumit situasinya. Dan sebuah rahasia gelap yang terkubur di sebuah kota kecil di Jerman, bisa saja menyeret banyak orang penting di Dinas Rahasia Jepang. Apakah kali ini Issa bisa Kembali bertahan? Bagaimana dengan Naoko?


Review Tokyo Killing

Judulnya udah bikin merinding, iya gak sih? Ya meski ini bukan buku pertama dengan judul seseram itu yang kubaca, tapi tetap saja rasanya ngeri-ngeri sedap juga. Ini buku kedua dari penulis Finn.R yang aku baca. Dan seperti buku sebelumnya, Subliminal Asassin, buku kali ini juga Kembali menangkat genre thriller dan suspens. Tentu tidak lupa dibumbui juga dengan sedikit romance, hehe. Cuzz ah, simak review-nya berikut.

(Masih) Tentang Petualangan Issa Respati

Issa Respati. Di buku ketiga ini, dia masih saja menjadi tokoh utama dari novel Finn.R. Dan seperti sudah dijelaskan pada dua novel sebelumnya, karakter Issa masih sama, seorang mantan agen rahasia. Konsistensi penulis dengan tetap memunculkan karakter Issa yang seperti itu, layak diacungi jempol deh.

Di buku ketiga ini, (buku keduanya belum aku baca), Issa kembali melakukan petualangannya. Kali ini di negara matahari terbit, alias Jepang. Issa sendiri, seperti diceritakan pada buku sebelumnya, masih jadi buruan dari negaranya sendiri. Jadi, dengan kata lain, Issa tidak lagi bekerja untuk negara. Ia bekerja atas permintaan siapapun yang mempekerjakan dirinya.


Issa dan Partner Barunya

Sepertinya sudah jadi pola si penulis deh, karena Issa akan selalu dipasangkan dengan partner wanita. Tentu bukan wanita sembarang atau wanita biasa. Melainkan wanita yang memang berkecimpung di dunia yang nyaris mirip dengan dunia Issa.

Partner Issa kali ini adalah Naoko. Seorang analis di salah satu badan rahasia di Jepang. Seorang agen yang biasa bekerja di balik meja, tetapi tiba-tiba saja ditugaskan untuk terjun ke lapangan. Tentu bukan hal mudah bagi Naoko untuk menyesuaikan diri dengan gaya dan insting Issa yang memang sudah sangat terasah saat berada di lapangan. Tapi, Naoko adalah wanita cerdas.


Uniknya, kali ini love interest Issa justru bukan dengan partner barunya. Ya, tentu di novel crime-thriller sekalipun, romance tetap jadi bumbu menarik yang tidak boleh dilewatkan. Kali ini justru Issa tertarik pada wanita lain. Dan sayangnya, wanita inilah yang justru menyeret Issa dalam bahaya yang lain, serta cerita yang lebih komplek.

Alur Cerita

Perkenalan karakter Naoko di awal novel, bagiku sangat menarik. Seperti pola-pola yang biasa ada di novel-novel asing, latar belakang karakter utamanya akan dijelaskan di awal. Ini yang membuat karakter Naoko menjadi lebih kuat. Selalu ada alasan untuk setiap langkap, sikap, dan ucapan yang dilakukan Naoko.

Sebenarnya, karakter Issa juga dijelaskan dengan sangat baik pada buku pertamanya, Subliminal Asassin. Sayangnya, pada buku ini hanya dibahas sedikit saja. Kalau ingin lebih banyak mengenal latar belakang Issa, bisa dong baca buku sebelumnya dulu. Meski ceritanya berbeda, tetapi latar belakang Issa masih sama kok.

Alur cerita pada novel ini sebenarnya alur maju, mudah diikuti. Dengan beberapa flash back di tengah cerita, sebagai pelengkap dan penguat cerita. Dan tentu dengan sejumlah puzzle yang semakin membuatnya menarik. Sayangnya, puzzle ini agak terlalu jauh di depan, sementara sambungannya baru muncul lagi di belakang. Aku hampir lupa kalau ada puzzle satu itu, hehe


Informasi Detail

Seperti buku-buku sebelumnya, penulis selalu bisa menghadirkan informasi yang lumayan detail dan lengkap. Tidak hanya yang berhubungan dengan tempat, waktu, ilmu pengetahuan, bahkan informasi tentang keterampilan yang (mungkin menurutku) harusnya hanya dimiliki oleh tentara atau orang-orang yang mendapatkan pelatihan tertentu.

Atau bisa saja, memang informasi ini sudah banyak beredar dari beragam sumber, buku misalnya. Yang manapun itu, justru informasi detail ini yang membuat buku ini menjadi lebih menarik.


Satu hal yang hingga saat ini masih jadi pikiranku, apakah penulis pernah nonton juga drama Jepang berjudul Bloody Monday? Yup, bagi kamu yang pernah nonton drama tahun 2008 itu, pasti kepikiran kalau idenya mirip. Tentang sebuah teror besar di keramaian Jepang, dengan cara menebarkan racun berupa gas. Karena bentuknya gas, jadi sangat sulit terdeteksi.

Penutup

436 halaman sebenarnya bukan tipe buku terlalu tebal bagiku. Tapi rupanya aku butuh waktu tidak sedikit untuk bisa menyelesaikannya. Entah faktor U atau faktor lain, hehehehe. Yang jelas, buku crime-thriller seperti ini, sebenarnya enak kalau langsung dibaca habis. Tapi, bagiku saat ini, lebih enak jika dinikmati sedikit demi sedikit. Sayang aja kalau cepet habis, hehe

Oke, itu ulasanku tentang buku Tokyo Killing dari penulis Finn.R. Semoga bisa baca buku lainnya, yang tidak kalah serunya. Sampai jumpa di review buku lainnya ya.

Tidak ada komentar:

Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Blognya Bening Pertiwi. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

Note :

Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.

Diberdayakan oleh Blogger.