Enam Ngiri yang Nggak Dilarang

Daftar Isi [Tampil]
    Ngiri sama orang lain, boleh nggak sih? Katanya iri itu hal buruk ya. Ya ... sebenarnya sih tergantung kamunya aja. Kalau gampang kebaperan kalau lihat sesuatu, itu namanya ngiri yang unfaedah. #duhBahasaGue. Lah kalau gitu, ngiri macem apa sih yang berfaedah itu?


     Enam Ngiri yang Boleh Dilakukan

    Pertama, ngiri dalam berbuat baik. 

    Kalau ada orang lain berbuat baik terus ngiri, kemudian melakukan perbuatan baik juga, maka ini ngiri yang nggak dilarang. Justru ini cem ngiri yang dianjurkan banget. Iya lah ... masak mau ikutan berbuat baik, kok dilarang.

    Kedua, ngiri sama yang pinter dan berprestasi. 

    Kalau ngirinya terus baper, nyinyir dan ngerusak, itu nggak boleh banget. Tapi kalau ngirinya jadi motivasi buat memperbaiki diri, biar bisa ikutan pinter juga, ikutan berprestasi juga, ya kenapa nggak?

    Ketiga, ngiri sama yang kaya. 

    Kaya itu syarat wajib. Iya lah, kalau pengen bisa membantu orang lain, ya syaratnya harus kaya dulu. Kalau ngiri sama kekayaan orang lain, bikin baper, menye-menye dan ngerusak, maka mending ke laut aja deh. Kalau ngiri dengan kekayaan orang lain bikin motivasi buat berusaha lebih keras lagi, bekerja lebih giat lagi, berbagi lebih banyak lagi dan ... seterusnya, maka itu ngiri yang nggak dilarang.

    Keempat, ngiri sama penampilan menarik, cantik, cakep dan sejenisnya. 

    Ini namanya nggak memandang diri dengan positif. Daripada ngiri sama yang beginian, ngirilah sama orang yang mukanya biasa aja, tapi hidupnya dikelilingi rangorang tersayang. Jadikan ini motivasi, supaya juga bisa seperti itu. Bagi sebagian orang, syarat buat disukai ya muka dan penampilan. Kalau nggak bisa punya dua hal ini, ya udah. Mending cari potensi yang lain dan lejitkan itu, biar kamu juga bisa disayang dan disukai oleh orang lain.

    Kelima, ngirilah pada yang serba kekurangan. 

    Kekurangan sikap dan perangai buruk, kekurangan musuh dan kekurangan lainnya. Intinya, ngirilah sama rangorang cem gini, biar hidup kamu lebih selow dan enak buat dinikmati.

    Keenam, Pada yang Serba berlebihan

    Kalau tadi udah ngiri sama yang serba kekurangan, sekarang ngirilah sama yang serba kelebihan. Kelebihan harta dan hartanya itu disedekahkan pada orang lain. Kelebihan perangai baik, hingga orang lain nggak pernah melihat catat sikap dan perangainya. Kelebihan ibadahnya, hingga susah banget dikejar. Nah irilah sama rangorang cem gini. Ya kalau nggak bisa melebihi mereka, paling nggak mepet lah di belakangnya.

    Ketujuh, irilah sama penulis. 

    Karena penulis selalu bisa tersenyum meski entah seperti apa isi hatinya. Karena penulis selalu punya cara dan tempat untuk membahagiakan orang lain lewat tulisan-tulisannya.

    Penutup

    Hehehe ... yang ketujuh ini agak maksa ya? Biarlah ... setidaknya gue bahagia dan gue berharap orang lain yang membaca tulisan ini juga ikut bahagia. #mariTertawaBersama

    Tidak ada komentar:

    Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Blognya Bening Pertiwi. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

    Note :

    Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.

    Diberdayakan oleh Blogger.