Menulis Review Buku Tembus Media Cetak

Daftar Isi [Tampil]
    Media cetak seperti koran, tablod atau majalah adalah salah satu media publikasi review buku. Sebenarnya, saat ini untuk memublikasikan review buku bisa dilakukan pada berbagai media, tetapi media cetak masih jadi salah satu cara populernya.

    Bagi pemula sepertiku, menulis review buku untuk dipublikasikan pada media cetak bukan hal mudah. Pertanyaan seperti harus mulai dari mana, apa yang harus dilakukan terlebih dahulu hingga bagaimana kualitas tulisanku, masih jadi pertanyaan.

    menulis review buku tembus media cetak

    Jadi, kenapa tidak belajar bersama? Yuk kepoin tulisan berikutnya, yang aku rangkum dari berbagai sumber tentang tips menulis review buku agar tembus media cetak.

    Kenapa Harus Diterbitkan di Media Cetak?

    Kalau ada yang bertanya, kenapa sih harus diterbitkan di media cetak? Padahal saat ini kan banyak media publikasi lainnya yang tidak kalah populer. Memangnya masih ada ya, orang yang membaca koran?

    review buku terbit di koran

    Industri media cetak seperti koran masih terus berjalan hingga saat ini. Meski beberapa koran selain memiliki versi cetaknya, juga memiliki versi online-nya. Berikut beberapa alasan menerbitkan review buku di media cetak.

    # Jangkauan yang Luas

    Media cetak seperti koran memiliki jangkauan pembaca yang lebih luas dan beragam, baik dari segi usia, pekerjaan hingga tempat tinggal. Jadi, review buku yang diterbitkan di koran menjangkau lebih banyak pembaca.

    # Memiliki Kredibilitas

    Sampai saat ini, di Indonesia, media cetak seperti koran masih dianggap sebagai sumber informasi yang terpercaya dan kredibel. Oleh karena itu, jika review buku bisa terbit di koran, maka lebih dipercayai oleh pembaca

    # Efek yang Lebih Besar

    Jangkauan yang luas dan faktor kredibilitas membuat koran memiliki efek yang lebih besar, bagi penulis maupun penerbit. Hal ini berpeluang besar meningkatkan penjulan buku nantinya.

    Tips Menulis Review Buku Berkualitas agar Diterbitkan Media Cetak

    Agar review buku yang dibuat tembus diterbitkan di media publikasi review buku cetak seperti koran, kita perlu menulis review buku yang menarik dan berkualitas. Berikut beberapa tips menulis review buku yang sudah dirangkum dari berbagai sumber:

    #1 Kenalan Dulu dengan Media Cetaknya

    Sebelum menulis review buku untuk dikirimkan ke media cetak, kita perlu kenalan terlebih dahulu dengan media cetak tersebut. Kita perlu mengenal profil dari media tersebut. Beberapa hal yang perlu diketahui seperti profil pembacanya, jenis tulisan yang biasa diterbitkan, dan gaya bahasa yang digunakan. Ini agar kita bisa menyesuaikan format review buku yang dibuat.

    #2 Review Buku Seperti Apa yang Disukai?

    Kedua, karena kita akan mengirim review buku, maka kita perlu membaca dan mengenal juga review buku yang sudah diterbitkan di media tersebut. Pahami kriteria format review buku yang disukai media itu.

    Pertimbangan pula panjang review bukunya. Biasanya untuk media cetak hanya butuh 500-1000 kata. Kemudian pilih sudut pandang yang sesuai, menggunakan saya atau aku. Bahasa yang digunakan juga perlu diperhatikan. Dan pastikan review buku yang dikirim nantinya tidak melanggar aturan dari media tersebut.

    #3 Buku Baru Lebih Menarik

    Review buku yang diminati oleh media cetak, umumnya mengulas buku yang masih baru. Selain karena kebaruan informasi, ini juga jadi cara iklan bagi buku dan penerbitnya. Hindari mengirimkan review buku dari buku yang telah lama atau sudah kadaluwarsa, karena kemungkinan diterbitkannya jadi lebih kecil. 

    #4 Menulis Review Buku Bagus dan Informatif

    Agar review buku yang dikirim nantinya dilirik dan diterima media, maka review buku yang dibuat harus bagus. Kita bisa gunakan panduan menulis review buku agar saat menulis nantinya tidak ada yang terlewatkan dan hasilnya bagus. Struktur review buku yang jelas meliputi bagian pendahuluan, isi serta penilaiannya dan penutup.

    Setelah review buku jadi, maka jangan lupa berikan judul review buku yang menarik dan informatif. Judul review buku menarik harus singkat, padat, mencerminkan isi review tetapi tetap membuat pembaca penasaran.

    Pada review buku yang dibuat juga harus mencakup informasi yang lengkap. Dimulai dari identitas buku hingga rekomendasi dan penilaian buku tadi. Kita bisa juga menambahkan contoh buku-buku lain untuk pembanding dan rekomendasi. Jangan lupa berikan penilaian objektif dan seimbang.

    #5 Cek Lagi Sebelum Dikirim

    Setelah review buku jadi dan akan dikirim, kita perlu mengendapkannya lebih dulu sebentar. Selang satu dua hari, misalnya. Nanti dibaca kembali dengan seksama. Nah ini saatnya memastikan tidak ada kesalahan ejaan, tata bahasa maupun tanda baca.

    Jika ada struktur dan alur tulisan yang masih belum rapi, maka bisa diperbaiki lagi agar lebih rapi, logis dan mudah dipahami. Kita juga bisa minta bantuan orang lain untuk membantu mengecek dan memberikan masukan pada naskah review buku tadi. Jika sudah yakin benar semua, maka tinggal dikirim.

    #6 Kirim Naskah Review Buku ke Media yang Tepat pada Waktu yang Tepat

    Setelah naskah benar-benar siap, saatnya mengirimkannya ke media cetak. Kirim ke media cetak yang tepat. Kembali pada tips pertama tadi, pastikan untuk mengirimkan review buku ke media cetak yang sesuai. Akan lucu jika mengirimkan review buku non fiksi ilmiah dengan bahasa baku tetapi ke majalah remaja.

    Cari tahu juga alamat redaksi media cetak yang dituju. Apakah mereka menerima naskah dalam bentuk cetak atau dalam bentuk softcopy yang dikirim lewat email.

    Selanjutnya adalah memperhatikan waktu penerimaan naskah pada media yang dituju. Jangan sampai terlambat. Selain itu, naskah juga bisa dilengkapi dengan surat lamaran berisi perkenalan diri, dan alasan ingin menulis review buku serta informasi singkat tentang review buku yang dibuat.

    #7 Sampul Depan Buku itu Wajib

    Pada saat mengirimkan review buku ke media cetak, jangan lupa untuk memasukkan juga foto sampul depan buku. Hal ini akan membantu serta mempermudah redaksi untuk mengecek dan nantinya jika diterbitkan, juga akan mudah karena sampul depan buku sudah ada. 

    #8 Pantau Terus Naskah Kita

    Setelah mengirimkan review buku tadi, bukan berarti semua selesai. Kita perlu untuk terus memantau status naskah kita. Ikuti perkembangan yang ada di media tersebut. Jika memang memungkinkan, bisa menanyakan juga pada jurnalis yang menangani review buku tentang naskah kita.

    Jika naskah kita nantinya tidak diterima, jangan berkecil hati. Jika mungkin, minta kritik hal-hal yang masih kurang dan saran perbaikan. Jika tidak mungkin, ya tidak masalah. Tinggal berlatih dan coba kirim naskah lagi.

    Penutup

    Selain tips tadi, kita juga bisa melakukan beberapa hal untuk memperbesar peluang naskah review buku kita diterima. Misalnya dengan terus berlatih dan memperbanyak portofolio dengan cara menulis review buku dan diterbitkan di blog pribadi. Selain itu, kita juga bisa memperluas koneksi dengan bergabung dengan komunitas buku dan menjalin relasi dengan redaktur media cetak.

    review buku terbit di koran



    Demikian tadi beberapa tips menulis review buku agar tembus media cetak. Tulisan ini adalah rangkuman dari beberapa sumber.

    Nah, kalau menulis review buku bagus untuk media cetak sudah oke, bagaimana menulis review buku di media sosialmenulis review buku di media sosial? Nah kalau kamu penasaran, cek tulisan selanjutnya ya.

    34 komentar:

       
    1. Walau media online terus menjamur, tapi Alhamdulillah masih ada media cetak. Jadi ahrus terus semangat menembus media cetak, salah satunya lewat jalur review buku. Kalau dimuat, memang ada rasa kebahagiaan tersendiri. terus ada buktinya. Saya sendiri masih terus menyimpan bukti-bukti pemuatan tulisan saya di media cetak.

      BalasHapus
    2. sekarang makin banyak platform untuk mereview buku, bahkan bisa dapat bayaran, namun masih terbatas media luar aja, kalau di indo masih belum tau nih media apa saja yang menerima

      BalasHapus
    3. Penyakitnya tuh kalau sudah ditolak, beberapa orang jadi kurang bersemangat untuk berlatih lagi. Padahal jam terbang itu kan penting. Semakin sering kita berlatih menulis review buku, maka kita akan selalu belajar untuk menulis review yang bagus dan menarik.

      BalasHapus
    4. Menembus media cetak itu menurut saya alasan paling kuat adalah memiliki kredibilitas. Selain itu, juga sebagai bukti kuat kepada masyarakat luas, dimana orang-orang akan lebih percaya kalau sesuatu itu berwujud.

      BalasHapus
    5. Nggak kalah perjuangannya sama nerbitin cerita di media cetak ya, kak, hehe.. Bahkan, bagian pemilihan media sama waktu juga harus tepat.

      BalasHapus
    6. Dulu review novel atau buku yang saya baca itu dari majalah Gadis dan sejenisnya. Kalau sekarang saya lebih suka cari review lewat google

      BalasHapus
    7. Dulu saya juga sempat nembus media cetak, rasanya senang sekali. Nulis review buku memang mengasyikkan ya, biasanya bisa dapat buku lagi dari penerbitnya

      BalasHapus
    8. Menembus media cetak memang sulit, tapi apa salahnya kalau kita hobby ngereview buku malah bisa dimuat di media cetak. Jadinya bisa berbagi dan nyepill sedikit ke orang lain yang mau baca hehe

      BalasHapus
    9. Baru tahu mereview buku bisa tembus Media cetak juga, aku pikir selama ini buat tembus Media cetak ya harus dengan Karya karya kita tidak dengan membuat review ini

      BalasHapus
    10. Menembus media cetak itu serasa punya pride-nya tersendiri. Apalagi bagi saya yang hingga sejauh ini, hanya menayangkan hasil review terhadap buku yang tuntas saya lahap, di blog pribadi saja. Kira-kira media cetak mana saja ya Kak yang menerima ulasan buku begini?

      BalasHapus
    11. memahami karakter penerbit yang dituju harus banget sih, biar jadi peluang untuk bisa sukses menembusnya ya.

      BalasHapus
    12. jadi ingat dulu juga ingin sekali tulisan bisa tampil di media cetak, entah itu cerpen atau review tapi belum kesampaian sampai sekarang hehe.

      BalasHapus
    13. Wah review buku juga bisa masuk media cetak ya ternyata. Bagus sih, jadinya bisa dibaca lebih banyak orang. Saya pikir, selama ini yang bisa masuk media cetak itu kayak opini aja.

      BalasHapus
    14. Menulis buku yg targetnya diterbitkan media cetak mirip2 dengan persiapan saat kita akan bisnis ya ka, perlu riset dan mengetahui terlebih dahulu selera pasar.

      BalasHapus
    15. Kebanggaan tersendiri sih ya kalau tulisan review bisa masuk media cetak. Soalnya menurutku mereka saat menyeleksi sangat ketat

      BalasHapus
    16. Ya ampun kayaknya lamaa banget aku ngga nulis review buku nih.. dulu suka bangett sampai ada target satu minggu satu review wkwkwk skrg kendor abiss, sebulan sekali aja udah syukur

      BalasHapus
    17. Setuju bgt nih. Biasanya aku dl kenalan ama redaktur yg ngurusin buku. Dr situ akan ketahuan jenis buku yg sering direview dan kemungkinan besar akan tayang. Begitu pula gaya penulisannya.

      Seru bgt sih kalo bs tayang tuh. Apalagi kalo media certaknya gede/medianya kredibel lah. Bs naikin personal branding tuh.

      BalasHapus
    18. Mereview buku bukan sekadar bermodalkan membacanya ya. Tapi juga banyak ilmu lainnya yang menyertai.

      Ini apalagi kalau review nya target tembus media, ternyata persyaratan nya makin banyak juga.

      BalasHapus
    19. Menulis review buku dan memilikinya terbit di media cetak merupakan sebuah pencapaian membanggakan bagi para penulis dan pecinta buku. Review yang baik tidak hanya memberikan informasi dan penilaian kritis tentang sebuah buku, tetapi juga dapat menarik minat pembaca lain untuk membacanya.

      BalasHapus
    20. Dulu pernah nulis review buku tapi belum tembus media
      perlu banyak belajar lagi teknis menulis review seperti pada tulisan ini

      BalasHapus
    21. Menulis review buku ternyata cukup sederhana, ya. Meski begitu, tetap perlu lebih banyak berlatih dan menambah jam terbangnya.

      BalasHapus
    22. Ternyata kalau review buku bisa berkesempatan untuk tembus ke media cetak ya, wah menarik banget nih. Masuk media cetak itu sungguh membanggakan.

      BalasHapus
    23. saya sendiri masih dominan pakai buku cetak untuk bacaan yang panjang, mata jadi nyaman kalo membaca langsung dengan buku/koran

      BalasHapus
    24. Pasti ada rasa bahagia ya kalau hasil review buku kita bisa dimuat dimedia cetak. Sekarang memang sudah banyak media baik cetak ataupun online yang membuka untuk review buku ya kak..

      BalasHapus
    25. Memang benar mbak. Buku yang dicetak itu lebih berkesan daripada buku digital. Rasanya beda gitu dan kalau udah naik cetak, rasa senangnya itu kayak gak bisa tergantikan dengan yang lain

      BalasHapus
    26. Wah, tips menulis review buku di artikel ini keren dan bisa diimplementasi nih. Selain untuk menembus media cetak, tips yang sama sepertinya juga bisa dicoba untuk bikin review di berbagai platform review gitu

      BalasHapus
    27. Dari jaman sd, favoritku nulis tuh bikin review buku hehe. Tp sekarang malah belum mulai lg. Wah bisa jadi eangat nih kalobisa sampe nembus media ya

      BalasHapus
    28. Tips-tips di atas sangat berguna banget buat yang mau review bukunya diterbitkan di media cetak! Mulai dari mengenal media cetak yang dituju, memilih buku baru yang menarik, sampai memastikan reviewnya rapi dan menarik sebelum dikirim. Aku jadi paham pentingnya struktur yang jelas dan bahasa yang sesuai dengan pembaca media tersebut. Dan, jangan lupa juga ya, kirim foto sampul bukunya biar lebih lengkap!

      BalasHapus
    29. Wah, terima kasih atas tipsnya ya mbak
      Aku mau coba, siapa tahu bisa nembus media cetak

      BalasHapus
    30. Sejak dulu penasaran sih, saat ingin menulis review buku biar bisa tembus media cetak. Btw, ini semua media cetak menerima tulisan review buku kah, Kak?

      BalasHapus
    31. Perjuangan banget tuh agar bisa tembus media cetak. Selain mengikuti gaya bertutur dari media terkait, ketepatan memilih jenis buku yang akan direview juga punya peran penting.

      BalasHapus
    32. huwow, keren. sulit sekali kan bisa tembus media cetak. biasanya kalo udah sekali tembus, ada kemungkinan bisa tembus lagi tulisannya.

      BalasHapus
    33. Keren sih kalau tulisannya ada yg bs tembus media cetak. Artinya tulisan tersebut memang oke. Dah gitu yg bikin semangat buat nulis di media cetak adalah kalau dpt bayaran yg oke setelah tulisan terbit.

      BalasHapus
    34. waaa iya juga ya kak, kalau mau kirim review buku ke media cetak itu harus nyari tahu dulu selera reviewnya media cetak yang udah tembus jadi kesempatan diterimanya lebih besar

      BalasHapus

    Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Blognya Bening Pertiwi. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

    Note :

    Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.

    Diberdayakan oleh Blogger.