Cara Mereview Buku Non Fiksi Informatif

Daftar Isi [Tampil]
    Sekian tahun silam, kalau ditanya, lebih mudah mana, membuat tulisan fiksi atau non fiksi? Maka jawabanku: ya fiksi lah. Kan tulis fiksi tinggal berkhayal saja, lalu diubah menjadi tulisan. Jadi deh. Itu terjadi saat aku menyelesaikan skripsi di kampus.

    Beda cerita saat ini. Dunia kerja ternyata membuat imajinasiku semakin terbatas. Dan akhirnya, menulis non fiksi ternyata jauh lebih mudah dilakukan dibanding non fiksi. Kemana imajinasiku yang dulu? Lah kenapa malah berganti ke non fiksi?

    cara mereview buku non fiksi

    Jawabannya tentu bisa. Non fiksi dibangun dari data dan fakta. Tanpa harus banyak memikirkan hal-hal di luar itu semua, data dan fakta yang sudah ada tinggal dieksekusi dan dibuat tulisan baru. Nah, ternyata tidak seribet yang kupikirkan sekian tahun silam.

    Hal ini ternyata nyaris sama dengan membuat review buku. Butuh perjuangan lebih saat menulis review buku fiksi dibandingkan menulis review buku non fiksi. Ini versiku sih. Pada artikel sebelumnya, aku sudah posting tentang cara membuat review buku fiksi. Nah kali ini lanjut deh, saatnya posting tentang cara membuat review buku non fiksi.


    Review Buku non Fiksi

    Ngomongin soal buku non fiksi, tidak bisa lepas dari data dan fakta. Karena buku non fiksi memang buku yang ditulis secara objektif dan berdasarkan data, fakta, penelitian atau sumber literatur lain. Tujuan buku non fiksi adalah memberikan informasi dan data baru.

    Seperti halnya buku fiksi dan buku pada umumnya, buku non fiksi juga dapat dibuat review bukunya. Apa beda review buku fiksi dan non fiksi?

    cara review buku non fiksi

    Dari segi teknis penulisannya, buku non fiksi punya aturan dan standar masing-masing. Apalagi buku non fiksi ada banyak contohnya, dan semua memiliki selingkungnya sendiri. Contohnya buku ajar, buku pendidikan, motivasi, tip dan trik, skripsi, dan lain-lain.

    Saat membuat review buku fiksi, maka penulis bisa fokus pada unsur-unsur intrinsiknya. Tetapi, ini tidak ada pada buku non fiksi. Oleh karena itu, pada saat menulis review buku non fiksi, kita bisa fokus pada isi buku dan teknis penulisan. Bisa ditambah hal-hal lain seperti perbandingan dengan buku sejenis, penulis buku atau rekomendasi buku lain yang serupa.


    Struktur Review Buku non Fiksi

    Bagian utama review buku non fiksi ada empat: judul review buku, pendahuluan, isi review buku dan penutup.

    Kenali beda judul review buku dengan judul buku. Judul review buku dibuat agar pembaca tertarik membaca isi review buku, jadi harus berbeda dengan judul buku. Kedua, pendahuluan. Pada bagian ini berisi prolog tentang isi buku. Bisa juga diisi ringkasan buku. Karena ini adalah buku non fiksi, maka tidak masalah mengungkapkan semua isi buku di sini, secara ringkas. Tidak perlu khawatir memberikan spoiler.

    Bagian selanjutnya adalah inti berupa isi review buku. Sebenarnya bagian ini hampir sama antara review buku fiksi maupun non fiksi, yakni berisi kelebihan buku, kekurangan buku dan penilaian terhadap buku. Terakhir bagian penutup atau kesimpulan.


    Menjelajahi Fakta: Panduan Mereview Buku Non-Fiksi

    Menulis review buku non fiksi ibarat membuka jendela pengetahuan. Hal ini mengantarkan pembaca untuk melihat lebih dalam ide-ide baru. Berikut panduan penulis review buku non fiksi yang informatif.

    Langkah 1: Membaca dengan Seksama

    Seperti halnya sebelum menulis review buku fiksi, menulis review buku non fiksi juga harus diawali dengan membaca. Jika pada buku fiksi, idealnya harus dibaca lengkap, detail dan urut, maka ini tidak selalu berlaku pada buku non fiksi.

    Kita bisa melihat sekilas informasi pada buku non fiksi dari membaca daftar isinya lebih dulu. Nah dari daftar isi ini, kita sudah punya gambaran isi buku. Baru deh baca tiap bab-nya. Apabila waktu untuk membaca terbatas, maka bisa langsung membaca ringkasan bab. Ringkasan bab biasanya ditemukan di akhir bab. Ringkasan ini terbukti sangat membantu memahami isi bab buku non fiksi dengan cepat.

    Saat membaca buku non fiksi, kita juga perlu mencatat poin-poin penting seperti sudut pandang penulis, struktur buku, metodologi penelitian (untuk buku hasil penelitian), isi buku secara umum dan kesimpulan. Kita juga bisa membuat kerangka dari isi buku yang dibaca.

    Karena ini adalah buku non fiksi, kita juga bisa melakukan analisis kritis terhadap aspek buku, seperti keakuratan informasi, apakah informasi yang disampaikan adalah informasi terbaru, objektivitas penulis bahkan keterkaitannya dengan topik yang dibahas.

    Langkah 2: Menyusun Kerangka Review Buku

    1. Judul Review Buku

    Ingat ya, judul review buku berbedan dengan judul buku. Usahakan membuat judul review buku yang menarik, informatif dan mencerminkan isi review buku. Dan yang paling penting dapat memikat pembaca.

    2. Identitas Buku

    Informasi buku seperti judul buku, pengarang, penerbit, tahun terbit, ISBN, ketebalan buku bahkan harga buku perlu dicantumkan. Kalau yang ini sama dengan pada buku fiksi.

    3. Ringkasan Buku

    Saya lebih suka menyebutkan ringkasan, alih-alih sinopsis. Ringkasan buku non fiksi bisa mengacu pada daftar isi buku. Tentu ditulis sesuai gaya pereview buku. Bisa ditulis lengkap dari awal hingga akhir, tetapi tanpa membocorkan detailnya.

    4. Analisis dan Evaluasi

    Pada bagian ini dapat dibahas struktur buku, seperti gaya bahasa, struktur tulisan, metodologi, data, fakta dan pendapat penulis yang dimasukkan dalam buku. Hal-hal inilah yang menjadi dasar menentukan kelebihan atau kekurangan buku non fiksi. Selanjutnya adalah evaluasi, yakni penilaian kritis terhadap isi buku.

    5. Penutup

    Bagian terakhir ini dapat diisi kesimpulan review buku dan rekomendasi buku pada pembaca yang sesuai.

    Langkah 3: Menulis Review Buku non Fiksi

    Dalam menulis review buku non fiksi, perlu digunakan bahasa yang baku, komunikatif dan mudah dipahami. Gunakan analisis kritis dan pendapat yang jelas serta didasarkan pada fakta yang kuat. Buat tulisan dengan sudut pandang yang menarik.

    Pada saat menulis review buku, kita juga bisa menyisipkan kutipan-kutipan yang dianggap menarik. Lalu bandingkan juga dengan buku lain yang sama temanya atau buku lain dari penulis yang sama.


    Penutup

    Menulis review buku non fiksi, idealnya ditulis oleh orang yang sama bidangnya dengan buku yang direview. Review buku non fiksi yang ditulis oleh orang yang ahli di bidangnya atau bidang yang sama, akan berisi evaluasi kritis yang menarik. Tetapi, bukan berarti orang yang tidak berasal dari bidang yang sama tidak boleh menulis review buku non fiksi. 

    Kemampuan menulis review buku dapat diasah seiring waktu. Sampai jumpa pada tulisan lainnya.

    Tidak ada komentar:

    Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Blognya Bening Pertiwi. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

    Note :

    Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.

    Diberdayakan oleh Blogger.