Pengertian Literasi dan Jenis Literasi

Daftar Isi [Tampil]
    Blog beningpertiwi.com ini adalah blog yang banyak membahas mengenai buku, pasti identik dengan membaca. Tapi kebiasaan membaca saja ternyata belum cukup. Karena ada kemampuan setelahnya yang juga perlu dikembangkan, yakni menulis. Kedua hal ini—membaca dan menulis—identik dengan kemampuan literasi.

    Belakangan, istilah ‘literasi’ semakin menjadi tren dan banyak dibahas serta dibicarakan. Begitupula di dunia pendidikan. Literasi menjadi salah satu hal yang saat ini begitu populer untuk dikembangkan. Apalagi kalau mengengok hasil survei PISA 2018, Indonesia berada di urutan ke-74 dari 79 peserta survei alias peringkat keenam dari bawah. Kemampuan membaca siswa Indonesia di skor 371 berada di posisi 74, kemampuan Matematika mendapat 379 berada di posisi 73, dan kemampuan sains dengan skor 396 berada di posisi 71.

    Pengertian Literasi

    Dari asal katanya saja, literasi identik dengan kemampuan baca tulis. Membaca dapat diartikan sebagai proses menerjemahkan lambang-lambang bahasa hingga dapat diproses menjadi suatu pengertian. Nah sedangkan menulis adalah sebaliknya, yakni menuangkan pemikiran menggunakan lambang-lambang bahasa hingga membentuk suatu pengertian. Tapi makna literasi tidak lagi sesederhana itu lho. Literasi saat ini memiliki makna yang jauh lebih luas lagi.

    pengertian literasi

    Menurut UNESCO, literasi dapat dijelaskan sebagai seperangkat keterampian yang nyata, terutama dalam membaca dan menulis, yang terlepas dari konteks didapat oleh siapa dan dari siapa.

    Pengertian literasi menurut education development center adalah, literasi lebih dari sekadar kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi adalah kemampuan individu dalam menggunakan potensi dan kemampuan yang dimiliki di dalam hidupnya, dengan kata lain sebagai kemampuan dalam membaca kata dan membaca dunia.

    Sedangkan menurut national institute for literacy, literasi adalah kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan, dalam keluarga, pekerjaan dan masyarakat.

    Dari ketiga pengertian literasi tadi, tampak jika literasi sudah diartikan lebih luas lagi. Hal ini sebanding dengan perkembangan dunia dan terjadinya globalisasi di berbagai sektor, seperti teknologi, budaya, dan alat komunikasi. Globalisasi membuat banyak hal semakin mudah. Arus informasi pun makin terbuka, kencang dan beragam. Teknologi juga memotong jarak antar manusia untuk berkomunikasi dalam waktu tak terbatas.

    Hal ini yang kemudian membuat perlunya kemampuan literasi informasi semakin dikembangkan lagi. Pada Deklarasi Praha (Unesco 2003), muncul pencanangan untuk meningkatkan kemampuan dan pentingnya literasi informasi. Yaitu kemampuan utnuk mencari, memahami, mengevaluasi secara kritis, dan mengelola informasi menjadi pengetahuan yang bermanfaat dalam pengembangan kehidupan pribadi dan sosial. Dalam era global, saat arus informasi semakin deras, dan teknologi semakin berkembang, gerakan literasi informasi menjadi sangat penting bagi individu dan kelompok masyarakat.

    Jenis-Jenis Literasi

    Di atas, sudah dibahas pengertian literasi. Seperti disebutkan pada definisi sebelumnya, literasi tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis saja. Saat ini, literasi berkembang lebih luas lagi. Ada beberapa jenis literasi yang dibedakan berdasarkan obyek yang harus dipahami. Berikut penjelasannya.

    1. Literasi Dasar

    Literasi dasar adalah kemampuan dasar dalam membaca, menulis, mendengarkan, dan juga berhitung. Seperti namanya, literasi dasar memiliki tujuan mengoptimalkan kemampuan seseorang dalam membaca, menulis, berhitung lalu melakukan komunikasi dengan sesamanya, menggunakan kemampuan tadi.

    2. Literasi Media

    Literasi media adalah kemampuan seseorang dalam memahami berbagai bentuk media. Media dapat berupa media suara maupun media visual atau kombinasi keduanya. Selain memahami bentuk media, kemampuan literasi media juga membuat orang dapat menyerap informasi yang disampaikan oleh media dengan baik. Setelahnya, bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk.

    3. Literasi Teknologi

    Literasi teknologi adalah suatu kemampuan dalam mengetahui sekaligus memahami hal-hal yang berhubungan dengan teknologi, seperti perangkat lunak dan perangkat keras. Literasi teknologi juga berhubungan dengan internet, cara menggunakan internet dengan baik, memanfaatkan internet dengan bijak serta etika dalam pemanfaatan teknologi.

    4. Literasi Perpustakaan

    Literasi perpustakaan identik dengan kemampuan membaca. Pada literasi perpustakaan, kemampuan yang ditonjolkan adalah kemampuan dalam memahami dan membedakan karya tulis yang berbentuk fiksi maupun non-fiksi. Literasi perpustakaan juga termasuk kemampuan memahami katalog, indeks serta memahami informasi ketika membuat suatu karya tulis atau karya ilmiah.

    5. Literasi Visual

    Literasi visual adalah pemahaman yang lebih, dalam menginterpretasi dan menangkap suatu makna dari informasi yang berbentuk visual atau gambar. Literasi visual muncul karena ide bahwa gambar dapat dibaca. Artinya, gambar bisa menjadi cara berkomunikasi dengan orang lain melalui proses ‘membaca’ gambar.

    Pentingnya Literasi dan Tips Meningkatkan Kemampuan Literasi

    Pada tahun 2009, The Literacy and Numeracy Secretariat, menyatakan bahwa literasi pada akhirnya mampu membentuk masyarakat yang kritis dan dapat membantu mempersiapkan seseorang hidup dalam masyarakat berpengetahuan. Artinya, untuk dapat melanjutkan kehidupan yang lebih baik, setiap individu harus memiliki kemampuan literasi yang cukup.

    Kemampuan literasi tidak hanya dikuasai dalam satu waktu saja. Tetapi tetap harus terus diasah dan dikembangkan mengikuti perkembangan zaman. Untuk dapat meningkatkan kemampuan literasi, berikut beberapa tips yang dapat dilakukan:

    1. Membaca buku selain buku pelajaran. Contohnya buku pengetahuan umum, buku fiksi seperti novel, dan juga artikel-artikel informasi di media internet
    2. Mencari dan menyimak video yang berisi informasi bermanfaat lalu membuat resume-nya.
    3. Membuat catatan kecil berisi motivasi
    4. Rutin mengunjungi perpustakaan untuk membaca buku
    5. Menuangkan ide-ide dalam pikiran, dalam bentuk tulisan, dll

    Penutup

    Pada akhirnya, untuk menumbuhkan budaya literasi hingga akhirnya dapat menjadi individu yang well-literated, kembali pada diri masing-masing. Saat budaya literasi sudah menjadi gaya hidup, maka kualitas pengetahuan kamu pasti akan meningkat.

    Saat kulitas pengetahuan semakin baik, maka akan berefek juga pada kualitas kehidupan. Kualitas kehidupan yang makin baik, akan jadi modal cukup untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di dunia. Pada akhirnya, ini adalah cara manusia untuk bertahan hidup.

    1 komentar:

       
    1. literasi sekarang banyak ya.
      saya malah baru tau selain literasi digital

      BalasHapus

    Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Blognya Bening Pertiwi. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

    Note :

    Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.

    Diberdayakan oleh Blogger.