Review Pulang ke Rinjani (Reza Nufa)

Daftar Isi [Tampil]
    Review Pulang ke Rinjani dari penulis Reza Nufa ini jadi pilihanku berikutnya. Dan ulasan kali ini, akan lebih banyak sisi sentimentilnya, sepertinya. Semoga kalian suka. Here we go!

    review pulang ke rinjani
    sampul depan pulang ke rinjani

    Pulang ke Rinjani

    Penulis: Reza Nufa
    Penerbit: DIVA Press
    ISBN: 978-623-293-302-6
    Jumlah halaman: viii+436 halaman
    Cetakan pertama: April 2021

    Berjalan kaki tidaklah istimewa. Semua orang melakukannya. Namun, pada awal 2016 sebuah mimpi tentang hamparan savana mendorongku untuk melakukannya dengan lebih jauh. Bersama hasrat bunuh diri, masa lalu yang serba ungu, dan secuil harapan untuk menemukan kembali lajur-lajur yang hilang dalam hidup, kumulai langkah pertama menuju puncak Gunung Rinjani, dari Ciputat, kurang lebih 1700 kilometer panjangnya.

    Berjalan kaki tidaklah istimewa. Semua orang melakukannya. Namun ternyata banyak hal terjadi dalam perjalanan ini dan sampai hari ini aku masih terkejut oleh apa yang kudapat darinya. Dan lucunya, kisah seorang pemuda yang berjalan kaki menuju timur pernah kutulis dalam novelku, Hanif.Tak pernah kusangka itu akhirnya menjadi realitas dalam hidupku sebagai penulis, manusia yang mencari arah pulang layaknya tanda tanya yang layu, menanti kesimpulan.

    Kisah ini kubuat sebagai catatan bahwa diri manusia bisa terpecah-belah namun ia pun sanggup tersusun kembali dengan cara-caranya yang ajaib.

    Sekilas Pulang ke Rinjani (Reza Nufa)

    Pulang ke Rinjani adalah catatan perjalanan Reza Nufa sejak berangkat dari Ciputat, 16 Januari 2016 hingga naik Gunung Rinjani, sekitar 1700 km. Bukan jenis backpacker dengan tips dan triknya. Tetapi murni catatan perjalanan dengan segala ceritanya.

    Langkah pertama diawali dari area belakang kampus 2 UIN lalu memutar melewati Kawasan Puncak, Bogor hingga Cianjur. Sejak awal, Reza memang tidak membuat target khusus jarak tempuh tiap harinya. Semuanya mengalir. Perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri pantai-pantai di selatan Pulau Jawa hingga akhirnya menyeberang ke Bali lalu Lombok dan naik sampai Rinjani.

    Sebenarnya, selama perjalanan, Reza juga sudah membagikan tulisan ini lewat blog-nya. Saat ada kesempatan, Reza menuliskannya agar tidak ada yang terlewat. Tetapi, kumpulan tulisan itu akhirnya diolah kembali dan jadilah buku Pulang ke Rinjani ini. 

     

    Berawal dari Mimpi dan Kisah Novel

    Dalam ceritanya, Reza mengaku kalau perjalanan ini berawal dari mimpi. Situasi yang serba buram setelah kelulusannya dari kampus, membuat Reza sulit tidur. Tetapi, ada kalanya dia bisa tidur dengan nyenyak saat memimpikan berada di sebuah padang luas. Dari hasil pencariannya inilah, Reza akhirnya menemukan sebuah tempat yang mirip dengan mimpinya, Rinjani.

    Tidak hanya itu, kisah perjalanan itu ternyata juga pernah ditulis Reza dalam salah satu novelnya berjudul Hanif, yang terbit tahun 2012. Reza sendiri tidak menyangka kalau akhirnya dia yang mengalami perjalanan seperti karakter dalam novelnya itu.

    Ingin Menyerah, Guru Spiritual hingga Orang Baik

    Selama perjalanan, banyak hal yang Reza temui dan lewati. Dari perasaan ingin menyerah lantaran perjalanan yang cukup berat, hingga bertemu dengan banyak orang baik. Menurut Reza, dalam perjalanannya ada saja orang yang datang menawarkan bantuan. Entah kendaraan, makanan, hingga ongkos.

    Pada salah satu kesempatan, Reza mengaku juga bertemu orang yang menawarkannya guru spiritual. Mereka berpikir kalau ‘jalan kaki’ yang dilakukan Reza ini merupakan salah satu lelaku spiritual. Tetapi itu ditolak oleh Reza.

    Tidak hanya orang baik saja, Reza mengaku pernah juga bertemu dengan orang yang berniat jahat padanya. Tetapi, saat akhirnya tahu kalau Reza tengah melakukan perjalanan, orang tersebut urung berniat jahat dan justru membantunya. 
     

    Review Pulang ke Rinjani

    Aku tidak mengenal secara khusus si penulis Reza Nufa ini. Hanya pernah bertemu beberapa kali dalam event yang diadakan oleh Kampus Fiksi di Yogyakarta, bertahun silam. Saat novel ini masa pre order, aku tidak ragu untuk ikut ambil bagian. Rasanya menyenangkan bisa ikut membaca tulisan seseorang yang pernah ditemui.

    Novel setebal 432 halaman ini berisi 27 judul atau bab. Setiap bab akan membawa pembaca untuk ikut berempati dengan apa yang penulis rasakan.

    Bagaimana rasanya membaca diary seseorang? Mungkin seperti itu yang aku rasakan saat pertama membaca novel ini. Benar, ini memang novel. Tapi berasal dari cerita nyata. Membaca ‘Pulang ke Rinjani’ seperti melihat catatan kisah Reza, tidak hanya saat perjalanannya saja, tetapi juga dalam tahun-tahun sebelumnya. Tahun-tahun yang menurut Reza, adalah masa kelamnya.

    Apakah sama dengan tulisan dalam blognya? Tentu novel ini sudah mengalami proses penyuntingan dan penulisan ulang. Kalau baca blog-nya, adalah tulisan aslinya, maka novel ini sudah lebih rapi dan enak dibaca.

    Aku sendiri sudah sering membaca tulisan Reza yang lain. Kebanyakan berupa cerpen yang dipublikasikan dalam blog pribadinya. Satu hal yang aku pikirkan soal Reza, tipe pemikir yang dalam. Entah kenapa, otaknya tampak sangat penuh. Dan entah, bisa diuraikan menjadi hal yang sederhana atau tidak.

    Yang jelas, aku selalu menikmati cerpen-cerpennya. Meski memang, kadang harus membaca ulang beberapa kali hingga benar-benar paham makna dalam cerpen itu. 
     

    Penutup

    Menjadikan catatan perjalanan dalam sebuah buku komplet tentu bukan hal yang bisa dilakukan dengan cepat. Apalagi membuatnya jadi tulisan yang enak dibaca. 

    review pulang ke rinjani
    sampul belakang buku pulang ke rinjani

    Sejujurnya, aku tidak menyelesaikan novel ini dalam sekali duduk. Justru aku membacanya pelan-pelan. Seolah tidak mau segera selesai. Bukan konflik yang aku cari dari novel ini. Tapi, narasi Reza yang mengajakku berpikir kembali soal kehidupan.

    Dan akhirnya, halaman terakhir novel ini bukanlah akhir kisah yang sebenarnya. Justru, ini jadi awal dari kisah lain yang lebih panjang dan (mungkin) lebih kompleks lagi.

    Itu tadi ulasanku soal Pulang ke Rinjani. Bukan ulasan sebenarnya, karena lebih mirip curhatan, hehe. Sampai jumpa di review buku lainnya. Tetap simak review buku menarik lainnya di https://www.beningpertiwi.com. Selamat membaca.


    Tidak ada komentar:

    Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Blognya Bening Pertiwi. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

    Note :

    Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.

    Diberdayakan oleh Blogger.