Masalah Berat Pencinta Buku, Kamu Mengalami Ini?

Booklover atau pencinta buku mungkin enggak lagi identik dengan makhluk cupu berkaca mata. Sekarang nih, sudah banyak kok para pencinta buku yang menunjukkan dirinya dengan cara yang keren dan menarik. Jadi, pencinta buku enggak lagi jadi hal membosankan. 

ambil buku
 
Tapi nih ya, sebenarnya, masalah utama pencinta buku bukan lagi tentang penampilan sih. Konten di media sosial mungkin penting, tapi enggak akan sepenting masalah-masalah yang mereka alami terkait buku mereka. Berikut beberapa list masalah berat pencinta buku, kamu mengalami ini?

Kertas Buku Lecek, Tercoret apalagi Robek

Bagi pencinta buku, buku adalah hartanya yang paling berharga. Dan kalau hartanya ini lecek, tercoret secara sengaja yang enggak ada estetik-estetiknya apalagi robek, haduh ini jadi masalah besar. Jangan sampai deh koleksi buku halamannya lecek atau rusak. Kalau perlu, jangan sampai melipat halaman buku. Ada banyak cara kok untuk menandai halaman, dengan pembatas halaman, misalnya. Atau, kalau memang perlu membuat coretan di buku, maka coret dengan rapi. Duh, pokoknya jangan sampai deh bukunya ini rusak. Hiks, bisa nangis seharian mereka. 
 

Teman Pinjam Buku tapi Enggak Dibalikin

Siapa nih yang suka pinjam buku, tapi giliran ditagih malah menghindar dan enggak juga dikembalikan? Tolong jangan gitu ya. Ada beberapa pencinta buku yang terkesan pelit ketika ada orang yang ingin meminjam koleksi bukunya. Apalagi kalau koleksi buku langka. Ya alasannya ini nih, kalau pinjam tapi enggak juga dikembalikan. Atau misal dikembalikan tapi tidak dalam kondisi baik seperti awalnya. Mending hati-hati deh. Kalau buku pinjaman aja enggak dijaga dan dikembalikan sesuai kesepakatan, maka kemungkinan akan suli nih untuk dapat pinjaman lagi.

Buku Tebal, Susah Dibawa

Buku dengan sampul tebal atau hardcover itu keren. Selain lebih rapi tentu lebih awet dibanding buku dengan sampul tipis atau softcover. Apalagi kalau buku tebal, biasanya akan digunakan hardcover. Nah ini nih masalahnya, kalau buku tebal itu susah untuk dibawa kemana-mana. Memang sih, sekarang ini sudah ada buku dengan format digital yang bisa dibawa, dibuka, dan dibaca di mana saja. Tapi kaaaan ... buku fisik itu enggak ada duanya deh, percaya.

Rak Buku di Rumah Penuh

Rak buku adalah salah satu properti penting yang biasanya dimiliki para pencinta buku. Apalagi bagi yang punya koleksi cukup banyak. Rak buku tidak hanya digunakan untuk menyimpan buku saja. Tetapi juga untuk memajang koleksi buku. Nah masalah akan muncul kalau rak buku di rumah penuh. Lho, kan tinggal beli lagi. Eits, tidak semudah itu ya. Beli rak buku baru itu gampang. Tapi merawat yang sudah ada, itu yang enggak mudah.

Jamur, Debu, dan Kertas Menguning

Masalah yang sering dialami pencinta buku lainnya adalah koleksi bukunya yang lembap, berjamur, berdebu bahkan kertasnya menguning. Duh, ini nih yang suka bikin sedih. Oh iya, saya juga pernah menulis tentang merawat buku di artikel Sampul Plastik, Cara Agar Buku Lebih Awet ya. Jamur, lembap, dan debu berkaitan dengan tempat penyimpanan buku. Buku perlu dirawat khusus agar tidak berjamur, lembap ataupun berdebu. Nah kalau kertas menguning ini yang memang paling sulit dihindari. Kertas yang sudah terkena udara akan bereaksi dan perlahan menguning. Itu normal dan memang tidak bisa dihindari sih. Yang bisa dilakukan adalah memperlambat prosesnya. Gimana caranya? Cek artikel perawatan buku sebelumnya ya.

Harus Akrab sama Kaca Mata

Meski sudah berusaha untuk membaca dengan posisi tubuh yang benar sekalipun, akhirnya para pencinta buku terpaksa harus akrab dengan kaca mata. Mau tidak mau, harus berkenalan dengan alat bantu baca ini. Meski memang ada yang cepat dan ada pula yang lambat. Fungsi kata mata memang bisa digantikan dengan lensa kontak. Tapi, untuk membaca memang paling nyaman ya dengan kaca mata, bagi yang sudah memerlukannya. Tidak bisa dihindari, tapi bisa diperlambat proses kenalannya deh. 
 
Baca juga Sensasi Derealisasi, Nyata?

Suka Kalap kalau Ke Toko Buku

Siapa nih yang suka kalap kalau ke toko buku? Niat hati Cuma mau beli satu atau dua buku yang sudah direncanakan di rumah, eh ternyata malah mampir ke rak lain dan tanpa sadar tangan terulur memasukkan buku-buku lain ke keranjang belanja. Sebenarnya enggak harus di toko buku fisik saja sih. Bahkan kalau di toko buku online. Kadang malah lebih kalap, soalnya banyak diskon menarik.

Pendemi memaksa sebagian besar orang tidak menyambangi toko buku. Toko buku pun tampak sepi. Bahkan sejumlah toko buku pun akhirnya tutup karena tidak ada pembeli. Meski ada toko online, tapi suasana toko fisik tetap bikin kangen.

Kangen Book Fair

Selain toko, book fair atau pameran buku juga jadi salah satu tempat favoritnya para pencinta buku. Gimana enggak jadi favorit ya, di sana ada begitu banyak pilihan buku menarik yang memanjakan mata dan bikin mupeng. Biasanya sih ini bikin lebih kalap dibanding hanya datang ke toko buku.

Dalam situasi pendemi gini, pameran buku terpaksa ditiadakan. Meskipun ada, hanya diselenggarakan online. Jelas sensasinya berbeda dengan saat bisa datang langsung dan berinteraksi dengan berbagai jenis buku. Duh, kangen banget.

Nge-Ghosting Buku

Ada yang suka nge-ghosting buku? Sudah tahu masih ada tumpukan buku yang belum dibaca, eh sudah beli buku baru. Apa kabar buku-buku lama itu. Ini nih efek dari suka kalap kalau ke toko buku atau book fair. Kasian banget sih ya, buku-buku itu. Cuma nangkring aja enggak dibaca. Duh, kok ini seperti menyindir diri sendiri sih, #ups 

borong buku
 
Oke, itu tadi beberapa masalah berat yang dialami pencinta buku, ada yang kamu alami? Boleh dong bagi solusinya di komen di bawah. Atau mungkin kamu punya masalah lain yang belum tertulis di atas, boleh juga komen di bawah. Sampai jumpa di tulisan lainnya.

Masalah Berat Pencinta Buku, Kamu Mengalami Ini? Masalah Berat Pencinta Buku, Kamu Mengalami Ini? Reviewed by Bening Pertiwi on April 03, 2021 Rating: 5

2 komentar:

  1. Wah hampir semuanya benar Mbak. Masalah banget kalau buku-buku lecek bahkan rusak. Karena itu kadang saya pun agak hati-hati kalau meminjamkan koleksi buku. Meski kadang dilihatnya terkesan pelit. Tapi, kan butuh perjuangan kalau mengumpulkan buku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali, mbak. bisa beli buku itu sendiri sudah perjuangan. nyisihin tiap bulan untuk bisa beli buku itu perjuangan. ya jelas dong koleksi yang sudah ada harus dijaga bangettttt

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.