Tips untuk Promosi Buku Paling Inovatif

Daftar Isi [Tampil]
    Saat sebuah buku terbit adalah salah satu momen paling membahagiakan bagi penulis. Pertanyaannya, apakah setelah buku terbit, tugas penulis selesai begitu saja? Jawabannya, tidak. Buku yang beredar di masyarakat terdiri dari beragam tema dan judul. Buku dengan tema yang sama dari penulis berbeda saat berada di  pasaran akan bersaing. Peran inilah yang harus dilakukan oleh penulis.

    cara menjual buku
    promosi buku

    Promosi buku agar buku makin terkenal bukan menjadi tanggungjawab penerbit saja. Penulis diharapkan ikut serta mempromosikan dan menjual bukunya. Penerbit akan senang jika penulis ikut mempromosikan dan menjual bukunya.

    Berikut beberapa Cara Promosi Buku

    Mempromosikan dan menjual bukunya menjadi salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh penulis saat ini. Berikut cara promosi buku paling inovatif yang bisa penulis coba agar bukunya makin laris.

    1. Maksimalkan Media Sosial

    Media sosial adalah cara mudah menjangkau konsumen. Selain untuk membentuk personal branding, media sosial juga bisa digunakan untuk mempromosikan buku.

    Tips pertama promosi di media sosial adalah jangan mendadak. Calon pembeli buku harus diberi tahu jauh-jauh hari sebelum buku terbit. Manfaatnya agar calon pembeli lebih penasaran.

    promosi buku
    media sosial untuk promosi buku

    Kedua, gunakan semua media sosial yang ada. Libatkan juga teman-teman dekat ataupun follower media sosial. Kalau tidak bisa semua media sosial, pilih salah satu tetapi lakukan secara masif.

    Ketiga, rencanakan promosi dengan matang. Baik pemilihan audience, waktu postingan maupun isi dari promosinya.

    Keempat, lakukan evaluasi secara berkala. Jika ternyata promosi kurang maksimal, cari tahu masalahnya dan temukan solusinya. Sudah rahasia umum kalau saat ini sejumlah penerbit lebih memilih penulis yang sudah populer di media sosialnya.

    2. Resensi Buku dan Kerjasama Media Online

    Membuat resensi buku adalah cara paling klasik dari contoh promosi buku. Tidak sedikit orang yang tertarik untuk membeli buku setelah membaca resensinya. Penulis bisa meminta bantuan resensor untuk membuat resensi buku.

    Darimana mendapatkan resensor? Ada resensor yang secara sukarela membuat resensi buku. Tetapi ada juga yang secara khusus diminta oleh penerbit ataupun penulis. Resensi buku biasanya terbit di media cetak. Selain media cetak, saat ini resensi juga sering muncul di blog maupun instagram.

    Selain meminta bantuan resensor, promosi buku juga bisa dari kerjasama dengan media online yang memiliki laman khusus ulasan buku. Kerjasama yang dilakukan bisa berupa liputan, resensi ataupun giveaway.

    3. Jumpa Penulis dan Bedah Buku

    Untuk promosi buku, penulis juga bisa melakukan jumpa penulis dan bedah buku. Penulis bisa bekerjasama dengan toko buku lokal atau komunitas penulis untuk melakukannya. Ini bisa menjadi cara promosi buku itu sendiri, promosi nama penulis maupun promosi toko buku.

    Pada saat bedah buku, penulis bisa menjabarkan secara langsung tentang bukunya agar calon pembaca makin penasaran. Dengan begini, penulis akan lebih dekat dengan pembacanya. Selain itu, promosi juga akan terjadi saat peserta bedah buku secara tidak langsung ikut memasarkan buku secara lisan dari mulut ke mulut. Promosi dari mulut ke mulut ini gratis.

    4. Interview dan Podcast

    Cara promosi buku berikutnya yang bisa dilakukan penulis adalah melalui interview maupun podcast. Penulis yang bisa tampil pada interview baik di televisi maupun media lain serta podcast punya peluang lebih besar untuk menjual bukunya.

    Cara menjual buku satu ini memang cukup ketat persaingannya. Tidak semua penulis bisa tampil dalam suatu acara televisi ataupun podcast terkenal. Mereka yang biasa tampil biasanya karena sudah populer atau karya bukunya sesuai dengan topik yang diinginkan televisi.

    Jadi, apakah cara ini tidak direkomendasikan? Tentu tidak benar. Penulis pemula dan belum terkenal pun tetap bisa menggunakan promosi buku dengan cara ini. Saat ini sudah banyak media lain seperti youtube maupun podcast pribadi yang juga bisa digunakan untuk media promosi buku.

    5. Membuat Website dan Toko Online Sendiri

    Cara berikutnya untuk melakukan promosi dan penjualan buku bisa lewat website dan toko online. Penulis membuat website khusus tentang dirinya ataupun tentang buku yang dibuatnya. Penulis bisa menggunakan namanya sebagai nama website, lalu pada website ini juga bisa dibuat toko online.

    website promosi buku
    toko online untuk promosi buku
    Untuk membuat website yang terpercaya, penulis perlu membuat domain khusus. Semakin terkenal website atau toko online si penulis, maka akan memiliki trafik besar. Tentu membutuhkan hosting dan VPS yang mumpuni juga.
    Pemilihan domain, hosting dan VPS tidak bisa sembarangan. Agar manfaatnya semakin terasa, penulis harus memastikan menggunakan VPS hosting dengan kapasitas besar dan kecepatan tinggi, contohnya dapat dibeli dari Niagahoster.

    6. Menjadi Pembicara atau Mentor Kelas Menulis

    Cara keenam untuk promosi buku yang dapat dilakukan penulis adalah dengan menjadi pembicara atau mentor kelas menulis.

    Selain membagikan ilmu dan pengalaman kepada peserta, penulis juga bisa memanfaatkan cara ini untuk memperkenalkan bukumu yang baru terbit. Agar makin mudah, penulis juga bisa menjadikan bukumu sebagai contoh nyata.

    Kesimpulan

    Demikian beberapa cara promosi buku paling inovatif yang dapat dilakukan penulis. Semakin terkenal buku, semakin laris penjualannya, semakin banyak yang membeli buku, maka penerbit maupun penulis pun semakin untung.

    9 komentar:

       
    1. Dari a sampai f, semua menuntut sikap terbuka ya.. sesuatu yg tidak mudah bagi introvert. But, it's worth trying 🐣

      BalasHapus
      Balasan
      1. eh enggak juga kok. nomor 1 dan 2 bisa juga dilakukan makhluk introvert, hehehe
        kan bisa tetap eksis di dunia maya, meski enggak terlihat dan selalu di belakang layar

        Hapus
    2. Dulu aku pikir cukup dipromoin sama penerbit 😅

      Aku sempat nulis buku juga, buku antologi, dan butuh kerja keras untuk promoinnya 😆

      BalasHapus
    3. Sekarang sudah zaman podcast ya Hihi... Zaman sudah berkembang cepat^^

      BalasHapus
    4. Aku belum pernah terbitan buku sendiri, paling antologi. Tapi kalau untuk komunitas dulu pernah rasanya seneng banget kalau buku laku banyak. Bener banget pakai cara cara seperti itu Alhamdulillah hasilnya bagus.

      BalasHapus
    5. Wah mantap nih kak tips2nya.... Semoga aku bisa nerbitin buku sendiri Aamiin..

      BalasHapus
    6. Terima kasih tips ini Mbak Bening. Pas dengan kebutuhan saya yang baru ikutan menulis antologi cerpen.

      BalasHapus
    7. Wah aku belum sampe ke sini, ada cita2 pengen punya buku sendiri tapi belum pede. Semoga suatu saat bisa sampe tahap ini. Amin

      BalasHapus
    8. Bersyukur ada media sosial jadi walaupun nggak bisa keliling bedah buku kita bisa tetap jualan buku kita dan promosi via medsos

      BalasHapus

    Terima kasih telah berkunjung dan meninggalkan jejak di Blognya Bening Pertiwi. Mudah-mudahan postingan saya bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu :)

    Note :

    Maaf komen yang brokenlink akan saya hapus jadi pastikan komentar kamu tidak meninggalkan brokenlink ya.

    Diberdayakan oleh Blogger.