Selamat Idul Adha, Booklover

Sepertinya Idul Adha kali ini enggak jauh berbeda dengan tahun lalu. Hampir mirip dengan nuansa Idul Fitri juga. Masih dalam situasi yang belum pasti dan belum menentu. Apapun yang terjadi, ya dijalani aja sih. Meski tidak semeriah tahun-tahun silam. Tapi, semoga tidak mengurangi kekusyukan dan kenikmatan Idul Adha tahun ini.

Eid mubarak

Hari ini bangun pagi diawali dengan suara takbir yang bersahut-sahutan. Tapi, gue tahu sih, kalau di komplek gue tahun ini tidak menyelenggarakan sholat Ied di masjid ataupun di lapangan. Jadi, jelas kalau suara takbir itu berasal dari majid/mushala di sekitar komplek. Bukan hal baru, dan enggak kaget juga sih. Enggak bisa komentar apa-apa.

Aktivitas hari ini juga normal seperti biasa. Setelah mandi, beberes, sarapan, nonton tv, akhirnya di siang hari yang tidur siang. Enggak banyak perubahan. Masih sama seperti hari-hari sebelumnya. Dibilang membosankan, ya bosan. Dibilang menyenangkan karena super santai, ya santai. Ada tiga hal yang kali ini pengen gue ceritakan. Mumpung sesi curhat dan tulisan bebas, hehehehe.

Pertama, soal target menulis.

Target gue malam ini sebenarnya adalah membuat tulisan untuk postingan blog. Kalau kemarin malam gue berhasil membuat tiga tulisan untuk diposting yang masing-masing sekitar 600an kata, maka sebenarnya target gue malam ini minimal satu postingan. Oh iya, 600an kata dikali tiga tulisan, berarti sekitar 1800an kata ya. Sekitar enam halaman. Lumayan juga ya, hehehe.

Dan dengan selesainya tulisan ini, artinya target gue untuk menyelesaikan satu artikel tercapai. Alhamdulillah ya. Gini aja udah seneng banget lho. Bisa menyelesaikan tulisan, itu adalah kebahagiaan tersendiri.

Kedua, hapus aplikasi belanja

Jadi, ceritanya HP gue yang sudah agak jadul ini mulai ngos-ngosan dengan terlalu banyaknya aplikasi. Ada beberapa aplikasi di HP gue yang sebenarnya enggak banyak gunanya. Alias enggak terlalu penting. Salah satunya aplikasi belanja di ecommerce. Bukan berarti gue enggak doyan belanja ataupun enggak butuh belanja. Tapi kalau dua aplikasi kan terlalu banyak ya.

Sebenarnya, gue sudah berencana hapus aplikasi oranye ini sejak jauh-jauh hari. Cuma masalahnya, gue masih punya saldo e-money dengan jumlah yang nanggung. Kalau mau dipakai belanja, jumlahnya nanggung enggak seberapa. Tapi hapus aplikasi, juga enggak mau dengan alasan masih ada saldo. Setelah puyeng beberapa hari, akhirnya baru inget kalau saldo ini kan bisa ditransfer ke akun orang lain. Jadi, gue masukkin tuh nomer akun temen dan ~ tada, saldo pun berpindah. Mana jumlahnya tanggung banget. Temen yang dapat limpahan saldo kaget, hehehehe. Dan akhirnya setelah urusan saldo selesai, aplikasi pun berhasil gue hapus dan un-instal. Sebenarnya sih masih ada beberapa aplikasi lain yang tidak banyak gunanya. Tentu akan gue hapus pelan-pelan, semua butuh proses kan?

Ketiga, hapus foto sampah

Jadi salah satu penyebab memory HP nyaris penuh adalah gambar, foto dan video. Meski untuk aplikasi pesan, gue udah atur agar tidak otomatis download itu semua. Tapi tetap saja, jari kadang gatal untuk menyimpan foto. Entah foto informasi, quote menarik, lowongan pekerjaan, webinar gratis, hingga foto makanan estetik. Dasar gue!

Hapus foto

Dan malam ini, gue nyicil menghapus foto-foto itu. Beberapa informasi kadaluarsa dan yang sudah tidak penting, akhirnya masuk tempat sampah. Dalam waktu enam bulan saja, ternyata ada sekitar 600an foto sampah yang berhasil gue buang! Uwaaa ... ternyata gue hobby nyimpen sampah juga ya. Seneng sih, karena memory sudah agak lebih bersih. Mungkin gue akan melanjutkan membersihkan file-file sampah lainnya deh nanti.

Oke, itu tiga hal bermakna yang gue lakukan dalam beberapa hari terakhir. Menyenangkan aja sih, bisa melakukan hal-hal kecil, tetapi sebenarnya penting dalam keseharian gue. Jelas, masih banyak hal menarik lainnya untuk dilakukan. Yang jelas, semua enggak berhenti sampai di sini. Terakhir, Selamat Idul Adha untuk semua kawan-kawan yang merayakan, di manapun kalian berada. Semoga situasi segera dan semakin membaik. Jadi, tahun depan kita bisa punya momen Idul Adha yang lebih seru, menarik dan tak terlupakan untuk diingat ataupun dituliskan kembali. Amiiin. (Oh iya, kelewatan satu lagi. Akhirnya beberapa hari belakangan, gue bisa minum kopi lagi, hehehehe. Itu prestasi lho)
Selamat Idul Adha, Booklover Selamat Idul Adha, Booklover Reviewed by Bening Pertiwi on Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.