23 Maret Kesekian, Halo

Maret dan tanggal 23-nya ternyata tetap menjadi bagian istimewa dalam perjalanan kehidupan gue. Bukan hanya tentang diri gue sendiri. Tapi juga tentang kisah lain yang pernah terbentang, pada suatu masa. Ah, rasanya terlalu berlebihan jika menyebutnya kisah. Karena memang saat itu, tidak ada yang dimulai sama sekali. Tidak ada yang diawali sama sekali. Semua hanya berasal dari satu sudut pandang saja, tanpa ada sudut pandang kedua. Tidak apa seperti itu. Toh semua punya ceritanya masing-masing.
 

bulan maret

 
Seperti Maret-Maret lainnya, bulan Maret ini-selepas titik balik matahari-suasana sedikit sejuk. Ada matahari yang memamerkan teriknya di pagi hari tanpa tertutup sedikit pun awan. Lalu ada hujan yang juga memamerkan kekuatannya lepas tengah hari. Keduanya secara harmoni hadir dalam satu waktu yang sama, saling melengkapi. Bahkan meski keduanya saling meniadakan, tapi tetap muncul bergantian. Seolah sudah punya jadwal sendiri, kapan harus datang dan pergi. Kapan harus menyapa dan hilang.

Hei, Maret, berhentilah terpenjara masa lalu. Lepaskan segala jeruji dan tali yang ketat mengikatmu. Biarkan dan lepaskan semua rasa yang melingkupinya. Bebaskan semua hal yang menjadi beban. Siapkan untuk bangkit dan berlari lagi. Lalu, mimpi itu siapkan untuk terbang lagi.

Hei, Maret, akurlah dan berbaik hatilah. Abaikan saja suara-suara yang hanya menyumbang keresahan tanpa ada jalan keluar. Hei, Maret, berbahagialah. Bukan hanya karena bahagia adalah pasangan dari kesedihan. Tapi, karena memang kamu layak untuk bahagia. Kamu layak untuk memiliki kesempatan berbahagia. Kamu, ah ... terlalu banyak diungkapkan hanya dengan kata-kata sederhana ini. Ini jalanmu, ini bahagiamu.

Semoga kelak, kita bisa berjumpa. Lalu bertukar senyum dan saling menertawakan masa lalu sambil menatap langit luas. Meski kita memiliki masa depan yang mungkin tak sama, tapi kita masih benaung di bawah langit yang sama. Terima kasih, Maretku.
23 Maret Kesekian, Halo 23 Maret Kesekian, Halo Reviewed by Bening Pertiwi on Maret 23, 2021 Rating: 5

2 komentar:

  1. kayak berbau bau kisah romantis tangal itu ya?

    pasti pas dibeliin sepeda baru kan?
    hahah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. sungguh imajinasi ANda luar biasa, saudara hahahahaha
      kisah romantis udah kadaluarsa ini mah jadinya

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.