Jangan Letakkan Telurmu (hanya) Pada Satu Keranjang

Ini serius lagi gabut benaran. Jauh-jauh sampai cilapop, undangan acara persiapan a*m, eh malah oglangan alias mati lampu. Enggak usah ngetawain deh, kan enggak lucu, masa ngendon di lab tapi mati lampu, hehehe. Udah ah curhatnya. Mana tadi buru-buru, gabut kan jadinya, enggak bawa buku sama sekali dan alhasil nganggur dong. 


Serius, ini tulisan gabut. Kalau paragraf satu aja enggak selesai baca, mending skip aja. Tapi kalau masih mau lanjut, juga enggak apa-apa sih. Sini deh merapat. Merapal cerita bin curhat. Lalu ngedumel sendiri karena tulisan ini benar-benar nirfaedah alias enggak ada faedahnya sama sekali. Serius nih, masih mau lanjut? Ya udah deh dilanjutin. 

Jadi, kali ini mau cerita aja soal grup kuliah. Jadi ada salah satu kawan yang beberapa tahun terakhir sering banget posting kalau dia lagi jalan-jalan keluar. Iya, jalan-jalannya sebelum coronces lah. Bikin mupeng kan jadinya? Dari beberapa obrolan singkat di grup, akhirnya anak-anak sepakat buat menghadirkan si kawan ini sebagai narasumber. Singkat cerita (halah) si kawan ini kemudian jadi pembicara di acara kita. Dia cerita banyak soal investasi dan caranya selama ini untuk menabung sampai punya kesempatan jalan-jalan keluar. Bikin tambah pengen kan? Reaksi yang lain, macem-macem lah. Tapi sebagian besar antusias dan berpikir untuk mulai menengok kembali soal keuangan. 

Yup, fokus utama obrolan kami semua adalah soal penataan keuangan dan investasi. Jangan letakkan telurmu pada satu keranjang. Itu kalimat penting dari obrolan kami. Ya, artinya kira-kira, jangan simpan uangmu di satu tempat saja. Lebih rinci-nya, ada yang disimpan sebagai tabungan dan yang lain jadi investasi. Nah ini yang menarik, tabungan dan investasi. Hihihi, bikin makin mupeng kan? 

Obrolan pertama, kita bahas soal investasi secara umum. Termasuk siapa cocok dengan jenis investasi apa. Dan bagi orang awam kayak gue, ini jelas ilmu baru banget. Jelas karena di lingkungan gue, enggak banyak yang membahas ini. Dan jelas pula, belum banyak yang membicarakan apalagi mempraktikkannya. Obrolan kedua gue enggak ikut, hehehe. Tapi intinya sih soal memanfaatkan peluang diskon dan teman-temannya di marketplace. Dan ini benar-benar jadi magnet tersendiri bagi ibu-ibu, whops. 

Masih ada obrolan lanjutan lainnya sebenarnya. Dan sampai hari ini, masih proses aja. Berhubung gue bukan tipe yang rajin mencatat, maka gue mengandalkan catatan kawan-kawan, hahahaha. Tapi tenang, meski gue enggak rajin mencatat, gue selalu mendokumentasikannya dalam postingan blog kok, jadi aman. 

Lalu, apakah sekarang sudah gue praktikkan semua hasil obrolan grup kami? Sejujurnya, belum. Satu hal yang sudah kami mulai sekitar tiga pekan terakhir ini adalah membuat catatan keuangan masuk dan keluar tiap harinya. Gunanya? Jelas, jadi ketahuan jumlah uang yang keluar dan masuk. Jadi jadi malu sendiri, masak iya yang keluar lebih banyak dari yang masuk. Kan enggak lucu, ini namanya ngorek-orek tabungan. 

Manfaat lain dari mencatat keuangan adalah tahu benar, apa saja yang dibelanjakan tiap harinya. Nah ini jadi modal bagus sih, untuk menyusun perencanaan keuangan bulan berikutnya. Iya, beneran. Ternyata mencatat ini penting banget. Semacam rem alami untuk enggak jajan terus, hehe. Dan ini sudah berlangsung sekitar 21 hari. Semoga bisa jadi kebiasaan. 

Sampai salah seorang kawan bilang gini, obrolan kami ini bisa jadi konten lho. Hmmm ... cling, langsung konek deh. Bener juga, obrolan kami ini bisa jadi konten gue di blog. Dan tara .... jadilah tulisan ini. Meski butuh waktu agak lama sih, sampai nulisnya. Bahkan perlu gabut dulu di lab, biar bisa nulis, hehe. 

Oke, ini murni curhatan ya. Baca aja sambil lalu. Jangan terlalu dimasukkan hati dan dipikir serius. Karena ini murni curhat. Sebenarnya pengen bikin ulasan buku, tapi karena belum sempat dan belum selesai, jadi curhat aja deh. Sampai jumpa di curhat lainnya.
Jangan Letakkan Telurmu (hanya) Pada Satu Keranjang Jangan Letakkan Telurmu (hanya) Pada Satu Keranjang Reviewed by Bening Pertiwi on Oktober 19, 2020 Rating: 5

2 komentar:

  1. Kalo nggak punya keranjang, boleh nitip di aku yah.
    Dijamin aman.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.