Apa Kabar, Sinopsis? – part 1

Hai, apa kabar dunia sinopsis? Entah kenapa kangen menulis satu hal itu lagi. Jadi, entah kenapa tetiba saja tadi iseng mengetikkan ‘sinopsis’ di halaman pencarian. Tidak seperti dulu yang banyak bermunculan, sekarang hanya tinggal sedikit saja. Ya, semua terasa berbeda. 

Pada saat ‘sinopsis dorama’ gue ketikkan, apa lagi. Semakin jarang yang bermunculan. Gue nemu blog kdramatized yang ternyata masih aktif, meski memang sudah jauh berkurang apdetannya. Mungkin sama seperti blog gue yang satu lagi, sudah sepi. 




Kalau ada yang membuat gue terkejut, maka itu adalah alamat blog gue sendiri. Kaget sih, karena ternyata alamat blog itu masih muncul di halaman tiga atau empat di mesin pencarian. Padahal itu drama tujuh tahun yang lalu, tahun 2013. Kalau bisa dibilang, tahun 2013-2014 adalah masa jaya dunia sinopsis. 

Ada terselip rasa kangen untuk menulis sinopsis lagi. Entah seperti apa bentuknya sekarang, kalau gue menulis jenis tulisan satu itu lagi. Dan pertanyaan paling besar, ‘memangnya masih ada yang mau membacanya?’. Meski memang, setiap tulisan itu punya jodoh pembacanya sendiri. Tapi situasi saat ini berbeda dengan sekian tahun lalu. Kalau dihitung, mungkin sudah tiga tahunan lebih dua berhenti menulis sinopsis dan memilih membuat tulisan lainnya. 

Saat itu, media streaming dan kecepatan akses belum seperti sekarang. Hanya orang-orang tertentu saja, yang memang cukup mengerti celah pencarian, yang bisa mendapatkan akses download dengan kualitas bagus. Dan seperti hukum ekonomi, ada konsumen akan menghadirkan produsen. Orang-orang yang tidak memiliki banyak kesempatan menonton langsung ataupun alasan lainnya, akan berburu sinopsis. Tanpa harus ketinggalan cerita drama ataupun dorama, tapi tanpa harus menghabiskan banyak kuota dan uang. Hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. Bahkan sudah seperti ‘sekolah menulis’ yang bermuculan tanpa harus mengeluarkan nominal untuk latihannya. 

Dan gue? Pada awalnya gue adalah konsumen. Hingga kemudian beralih menjadi produsen. Dan itu menghasilkan uang lewat iklan—meski belum banyak—. Puas? Jelas. Pada saat tulisan yang gue buat dibaca banyak orang (dibuktikan dengan traffick pengunjung blog), lalu komentar demi komentar yang mengiringi di bawahnya. Dan akhirnya berlanjut pada persahabatan antara kami. Sungguh, gue kangen itu semua. 

Pertanyaan terbesar gue saat ini, kalau (misal) gue menulis sinopsis lagi, apa masih ada yang mau membacanya?
Apa Kabar, Sinopsis? – part 1 Apa Kabar, Sinopsis? – part 1 Reviewed by Bening Pertiwi on Oktober 09, 2020 Rating: 5

3 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.