Hanya Normal

1441 H. Cantik ya tahunnya. Ramadan tahun ini benar-benar terasa berbeda. Setelah dua bulan lebih ‘terpaksa’ harus di rumah aja dan menikmati Ramadan nan istimewa dengan cara berbeda ini, sebentar lagi Idulfitri. Dan ya, beginilah situasinya.


Ramadan

Tidak banyak suara terdengar dari corong Masjid, kecuali azan dan seruan sahur. Tidak ada reramai orang-orang mudik dan pulang kampung (entah dua kata ini punya arti sama atau berbeda, gue nggak ingin tahu). Dan lupakan soal ke-riweuh-an baju lebaran. Tidak ada omong-omong soal baju lebaran, btw. Lah memangnya buat apa beli baju lebaran, nggak kemana-mana juga.

Mungkin tulisan ini lebih cocok disebut curhat. Begitulah. Semua terasa berbeda. Semua terasa asing. Bahkan sesuatu yang tadinya ‘normal’ menjadi tidak normal. Sebaliknya, hal yang mulanya ‘tidak normal’ menjadi ‘normal yang baru’.

Anak-anak sekolah libur. Tapi tetap tidak bisa kemana-mana. Tidak ada yang menarik, akhirnya. Liburan ini datang terlalu cepat dan tanpa persiapan memadai. Hanya secuil kelegaan di awalnya saja tapi menyisakan rasa was-was karena tak tahu kapan ujungnya. Dan entah kapan lagi saat untuk memulai hal baru. Hei, lihat kan sekarang?! Tidak mudah mendidik anak yang 24 jam berada di rumah. Dan hei ... sudah rindu kan, kalian dengan sekolah dan jam pelajaran yang sering kalian tinggalkan sebelumnya?

‘The new normal’, begitu yang kira-kira ditawarkan dan direncanakan. Tidak ada yang tahu persis, akan seperti apa nantinya. Kenapa rasanya terkesan memaksa sih? Apa yang sebenarnya dikejar nantinya? Tidak bisakah berhenti sejenak, mundur sebentar, belajar menarik napas lebih panjang hingga sudah siap nanti untuk melompat dan terlontar lebih tinggi lagi? Ah, rupanya memang ada yang tidak sabar. Ada yang lupa dengan sejarah.

Hei ... saling menyalahkan tidak akan ada ujungnya. Berharap pada manusia itu hal sia-sia belaka. Percaya tidak percaya, memang pada akhirnya lebih baik berdiri dengan kaki sendiri. Bertahan dengan cara sendiri. Dan bangkit dengan kemampuan sendiri. Semoga kita kuat. Semoga pendemi ini segera berakhir. Dan semua kembali normal, bukan ‘the new normal’ tapi normal yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Lebaran normal seperti tahun-tahun sebelumnya.

Selamat menanti Lebaran ^_^
Hanya Normal Hanya Normal Reviewed by Bening Pertiwi on Mei 22, 2020 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.