Untuk diriku di masa lalu,

Dear, Me. Apa kabarnya? Apa kau baik-baik saja? Tetap seperti apapun keadaanmu, jangan pernah menyerah ya. Kamu Cuma perlu tahu, kalau badai pasti berlalu. Kalau semua rasa sedih dan kecewa, akan ada akhirnya. Atau paling tidak, kau jadi terbiasa, makannya tidak lagi terasa sakitnya. 


Dear, Me. Bukankah patah hati itu rasanya sama? Sama-sama nyeri. Tapi setelah itu, kamu pun bisa jatuh cinta lagi. Jadi, percayalah. Kalau kamu akan bisa menemukan cinta itu kembali, tidak peduli kapan dan di mana saja kamu akan menemukannya. 

Dear, Me. Berhentilah berharap pada ‘dia’ atau ‘mereka’ yang nggak jelas itu. Alih-alih, berharaplah pada pemilik semesta alam ini. Karena kau akan tahu, semua tidak terlalu buruk saat dilihat setelahnya. Sebelum belajar mencinta orang lain, dear, Me, cintailah dirimu sendiri lebih dulu. 

Oh ya, apa kabar tugas akhir? Jangan pernah menyerah ya. Kamu pasti bisa kok. Mungkin ini waktumu untuk mundur sejenak. Karena setelah ini, kamu akan berlari kencang menuju kesuksesanmu. 

Dear, Me. Jangan pernah menyerah. Kamu pernah mengalami yang lebih berat dari itu. Jadi, kali ini pun kamu pasti bisa melewatinya dengan baik.
Untuk diriku di masa lalu, Untuk diriku di masa lalu, Reviewed by Bening Pertiwi on Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.