Halo 2020

Halo 2020. Gitu aja sih. Dan ini jadi tulisan pertama di tahun 2020. Enak ternyata ngetik 2020 dibanding 2019 #ehe

Jadi, karena iseng buka dan baca-baca lagi diary lama, lalu nemu tulisan di 2014 tentang resolusi tahun baru. Biasanya sih, selalu ada resolusi yang dibuat. Tapi, sudah dua tahun ini, rasanya resolusi itu nggak ada gunanya kalau enggak benar-benar dilakukan. Gitu aja sih.


Nah, tulisan kali ini menarik karena berasal dari artikel lama di salah satu komunitas online. Dan kali ini, gue akan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan dari artikel tahun 2014 itu. Well ... tentu dengan situasi yang sesuai saat ini. (artikel aslinya punya judul ’31 pertanyan yang bisa mengubah hidup orang-orang yang gelisah di luar sana’). Tapi kayaknya nggak akan gue bahas semua 31 pertanyaan sih. Atau ... mungkin gue jadikan beberapa tulisan terpisah kali ya. Good idea.

1. Apa yang elo lakukan sekarang (pekerjaan) adalah hal-hal yang benar-benar ingin elo lakukan?

- Pertanyaan menggelitik. Kalau bilang enggak, nanti dikira nggak bersyukur. Kalau dibilang iya, kok rasanya ada yang ngeganjel. Yang jelas, kalau ada kesempatan lain yang lebih menguntungkan, akan gue kejar kesempatan itu. Lepaskan yang sekarang? Ya kalau nggak lagi menguntungkan, buat apa dipertahankan?

- Alasan gue masih bertahan di kesibukan sekarang (meski ada banyak waktu bikin kesel dan capeknya) adalah karena ada kesempatan luas buat gue terus belajar dan mengembangkan diri. Intinya, kalau ada kegiatan keluar, gampang. Kalau ada diklat/seminar/workshop keluar, nggak ribet izinnya #ehe

2. Apa elo punya mimpi-mimpi untuk dikejar?

- Sama sih, pertanyaan nyelekit. Dulu gue pernah menuliskan semua mimpi itu dan benar-benar punya niat serius untuk mewujudkannya. Sekarang? Mimpi-mimpi itu masih jadi catatan. Pada akhirnya, gue menikmati hidup ngalir aja. Meski masih ada mimpi rahasia yang tetap gue sirami benihnya di hati ini. Gue akan tetap berusaha menciptakan kesempatan bagi diri gue, untuk mewujudkan mimpi itu. Kapanpun waktunya.

3. Apakah elo bangga sama yang elo lakukan sekarang? Atau apakah elo bangga sama hal-hal yang sudah elo lakukan?

- Kadang iya, kadang enggak. Labil? Biarin. Ada kalanya gue bangga, karena apa yang gue lakukan adalah hal membanggakan yang belum tentu bisa dilakukan orang lain. Dan itu hal yang berkelanjutan. Tapi, kadang gue juga nggak merasa bangga saat apa yang gue lakukan, ternyata masih belum ‘besar’ kalau dibanding apa yang sudah dilakukan teman-teman seumuran gue. Iya, gue insyekiyur

4. Sejauh ini, sudah berapa janji yang elo buat? Dari semua janji itu, berapa janji yang sudah elo wujudkan?

- (ditemenin suaranya Hong Ki yang nyanyiin OST Switch) hmmm ... jujur, gue nggak inget berapa janji yang pernah gue buat. Pun berapa yang sudah terwujud. Kalau ada yang merasa pernah gue janjiin sesuatu dan belum gue tunaikan, plis ingetin gue ya. Biar gue nggak punya hutang.

5. Ada gak hal yang benar-benar ingin elo lakukan dari dulu sampai sekarang dan belum terwujud, kenapa?

- Hmmm ... apa ya? Nerbitin buku solo, udah. Lepas dari status jomlo, udah pernah. Oh iya, traveling ke Malang. Hehe. Itu rencana gue dan sahabat sejak kami belum lulus kuliah. Dan sekarang sahabat gue ini udah nikah dan anaknya udah lima tahun, tapi rencana ini belum terwujud juga, hehehe

6. Pernahkah elo mengkhianati orang-orang yang sayang sama elo atau yang elo sayang?

- Ngeri amat pertanyaannya. Mungkin bagi gue, bukan mengkhianati ya. Lebih tepatnya istilah ‘mengecewakan’. Soalnya ada beberapa harapan mereka yang belum bisa gue wujudkan. Hidup gue, gue berusaha membahagiakan mereka. Well ... meski kadang gue jadi lupa, kalau diri gue juga butuh bahagia.

7. Nih misalkan ada ‘jackpot, dan ada kesempatan memenangkannya 50-50, ambil atau enggak?

- Ambil. Nekat? Biarin. Udah telanjur basah. Sekalian aja lakuin. Gue pengen belajar untuk tidak lagi melarikan diri dari apa yang harus gue hadapi. Hadapi dan selesaikan. Babak belur? Biarin sekalian aja. Tenggelam? Sok aja. Sekalian aja. Biar jadi pengalaman dan jadi bahan cerita dan bahan tulisan.

8. Misal elo bisa pergi ke masa lalu pakai mesin waktu, nasihat apa yang mau elo kasih untuk diri elo di masa lalu?

- Buat diri gue di SMP : plis jangan jadi secret admirer lah. Perjuangkan dia, meski Cuma sekali. Ya, biar waktu elo enggak berhenti tentang dia.

- Buat diri gue di SMA : punya pacar dong, nggak usah terlalu idealis. Dulu cita-cita elo punya pacar di seventeen kan?

- Buat diri gue di kuliah : banyakin main lah, jangan sibuk di organisasi terus. Hidup elo nggak ngubek-ubek di situ aja. Punya pacar lah, biar hidup elo nggak membosankan banget. Cari pengalaman lah, jangan Cuma PKM dan kerja aja. Magang di mana kek, biar elo punya pengalaman lebih luas lagi.

- Buat diri gue di kuliah part 2 : elo udah berjuang dan bertahan dengan baik hingga saat ini. Jangan menyerah. Move on. Manusia bukan makhluk sempurna, jadi elo nggak usah merasa bersalah kalau nggak bisa memenuhi harapan dan membuat bahagia orang-orang di sekeliling elo. Hidup elo itu milik elo sendiri, bukan semata-mata untuk membuat semua orang merasa senang. Elo nggak akan bisa membuat ‘semua’ orang merasa puas dan senang. Elo berhak bahagia. Elo berhak punya pilihan sendiri dan menempuh jalan yang elo pilih sendiri. Elo lebih dari apa yang elo pahami. Elo luar biasa.

9. Akankah elo rela melanggar peraturan untuk sesuatu atau seseorang yang benar-benar elo pedulikan?

- Bisa aja sih. Asal ... nggak melanggar hukum agama sama hukum negara aja sih. Tapi bisa juga enggak, kalau ternyata ada solusi lain selain melanggar peraturan. Hmmm ... oportunis banget ya.

10. Pernah nggak, elo membuang ide kreatif elo (prinsip) gara-gara orang-orang beranggapan ide itu nggak akan berhasil? Hmmm, pernah nggak elo kemakan omongan orang lain?

- Pernah. Pernah bersyukur karena nurut. Tapi juga pernah nyesel karena ngikut. Butuh waktu cukup lama buat gue ambil keputusan, dan ini yang seringnya bikin gue gemes sama diri sendiri.

Udah ah, sepuluh dulu. Lanjutan di postingan lainnya. Biar postingan gue nggak Cuma sebiji, hihihi.


Halo 2020 Halo 2020 Reviewed by Bening Pertiwi on Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.