Halo 2020 - bagian kedua

Ini bagian kedua dari postingan sebelumnya, Halo 2020. Ternyata butuh waktu lebih banyak dari target semula ya, buat bisa menyelesaikan tulisan kembali. Dari mager, males, hingga adaaaaa aja yang bisa jadi alasan enggak nulis juga. Kembali pada diri sendiri sih, akhirnya. Mau melawan rasa malas itu atau membiarkan diri semakin tenggelam dengan rasa malas itu. Begitulah pilihannya.


Betewe, nomer 1 sampai 10 ada di postingan sebelumnya ya. Cuzzz deh buat yang mau nyimak juga.

11. Mana yang elo pilih, pekerjaan stabil tapi membosankan atau pekerjaan menarik tapi beban pekerjaan lebih banyak dari sebelumnya?

- Hmmm ... pernah suatu masa, dulu, gue pilih yang kedua. Capeknya kek gimana, waktunya kek gimana, dan gue jalanin itu semua. Tapi sekarang gue ada di bagian pertama. Kenyataannya, nggak semuanya sesuai harapan gue sih. Kalau dibilang gue cari aman, mungkin benar. Tapi jauh dalam hati, gue juga masih pengen ‘restart’ ulang, memulai lagi dari awal melakukan pekerjaan yang menarik dan menyenangkan.

12. Apa elo masih takut melakukan kesalahan meski nggak ada yang menghukum elo atas kesalahan itu?

- Well, yes. Bukan karena takut atas hukuman. Lebih pada ... sesuatu yang buruk jauh lebih susah dilupain sih dibanding hal baik. Dan buat gue, butuh waktu serta usaha untuk bisa menerima semua itu. Jadi, daripada gue menyiksa diri sendiri dengan ‘rasa bersalah’, mending gue berusaha meminimalkan kesalahan. Meski enggak bisa bebas penuh juga.

13. Misal elo bisa buat klonik diri, sifat elo yang mana yang enggak bakalan elo masukan pada kloning itu?

- Over thinking. Ini aja sih kayaknya. Soalnya tiap kali mikir banget, maka merembet jadi macem-macem jadinya. Kan repot tuh. Gue pengen jadi manusia simpel aja sih, enggak ribet dan me-ribetkan banyak hal. Just ... enjoy.

14. Apa sih perbedaan yang menurut elo, elo itu beda banget sama orang lain?

- Mmm ... apa ya? Gue nggak yakin untuk satu hal ini. Soalnya, tiap orang unik, tapi tetap ada aja sih bagian kecil yang sama dengan orang lain. Mungkin menurut gue ‘beda’, tapi menurut orang lain ‘biasa aja’. Well ... gitu deh.

15. Apakah elo udah nyumbang pengaruh baik untuk dunia atau hidup elo terus-terusan dipengaruhi oleh dunia ini?

- Keduanya. Ada yang udah gue lakukan, tapi ada juga bagian gue yang masih dipengaruhi oleh dunia. Cuma ... porsinya aja sih, mana yang lebih dominan.

16. Kapan terakhir elo nangis dan karena apa? Apa hal yang elo tangisin itu berarti buat elo sekarang atau lima tahun kedepan?

- Beberapa hari yang lalu. Jadi, gue nanya tentang hal yang ada di nomer 11, di atas. Dan jawaba beliau, ‘investasikan uang untuk pengembangan diri dan nyoba cari pekerjaan baru’. Gue nangis langsung. Ternyata ada sudut pandang lain tentang keresahan pekerjaan yang gue alami. Ada banyak rencana masa depan yang gue pikirkan. Tinggal gue-nya aja sih. Mau tetap ada di zona nyaman atau nekat untuk mulai lagi dari awal.

17. Adakah hal yang seharusnya elo lupain, tetapi sampai sekarang tetap nggak bisa elo lupain?

- Banyak, hahahaha. Pengalaman yang harusnya gue lupakan ternyata masih keinget aja dan akhirnya menimbulkan rasa bersalah berkepanjangan. Gue lagi belajar untuk berdamai dengan itu semua. Dan nantinya bisa menerima itu sebagai suatu bagian dari perjalanan hidup gue.

18. Apa elo masih inget orang yang elo benci sepuluh tahun silam? Apakah kebencian elo ada harganya sekarang?

- Well, enggak yakin sih untuk satu hal ini. Gue pernah sebel sama seseorang (cowok yg kekeuh ngejar gue, meski udah gue jelaskan kalau gue nggak bisa terima dia). Beberapa tahun lewat, dan gua belajar berdamai dengan rasa sebel itu. Hingga akhirnya gue Cuma ... ya udah sih, udah lalu juga. Lagian nggak ketemu lagi juga. Sampai dia tetiba muncul dan hubungi gue, lalu dia malah ungkit2 masa lalu dan berkeras kalau dia masih ngejar gue, padahal dia sudah punya kehidupan sendiri begitu juga gue. Kan sebel banget sih. Kenapa dia nggak move on aja gitu. Gue yang tadinya udah nggak sebel nggak apa, akhirnya jadi sebel lagi karena ulah dia ini. Sekarang gue harus mulai dari awal lagi, untuk (kembali) menghilangkan rasa sebel pada cowok ini.

19. Mana yang bikin elo bahagia, memaafkan seseorang atau ngebenci seseorang selamanya?

- Secara teori, memaafkan tentu lebih baik daripada membenci. Dan gue masih belajar untuk bisa melakukan hal ini, memaafkan. Gue Cuma butuh proses dan waktu aja sih.

20. Apa hal yang elo khawatirkan sekarang? Nah, misal elo berhenti khawatir tentang itu sekarang, apakah itu menimbulkan perbedaan ke diri elo?

- Banyak sih yang gue khawatirkan. Dan well ... gue juga nggak tahu sih, bakal ngaruh atau enggak. Yang jelas, gue masih belajar berusaha berdamai sama diri sendiri dan berusaha agar kekhawatiran itu enggak mengganggu hidup gue selanjutnya.

Bagian kedua dari Halo 2020 udah diupload ya. Masih ada bagian ketiga, dengan sejumlah pertanyaan yang berbeda. Yang jelas, gue masih belajar berdamai dengan diri gue sendiri untuk banyak hal.

sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/522b361c1cd719de7e000007/31-pertanyaan-yang-bisa-merubah-hidup-orang2-yg-sedang-gelisah-diluar-sana-masupppp

Halo 2020 - bagian kedua Halo 2020 - bagian kedua Reviewed by Bening Pertiwi on Rating: 5

2 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.