Maretmu, masih sejuk atau mulai hangat?

Sudah berapa buku yang dibaca dua bulan kemarin? Sudah berapa tulisan yang dibuat selama nyaris enam puluh hari sejak tahun berganti? Sudah berapa review buku yang kamu posting di blog? Ah atau sudah berapa postingan yang kamu buat selama 2019 ini? Entah kenapa, pertanyaan ini makin nyesek rasanya. Jadi, apa kamu sudah punya jawabannya?

 
Rasanya agak nyesek juga ya. Saat menengok blog, dan ternyata jumlah postinga dua bulan ini masih cukup dihitung dengan dua tangan saja. Enam puluh hari tapi hanya sekian postingan yang ... ah, menyedihkan. Sungguh!

Kok bisa? Memangnya kenapa? Evaluasi terpenting saat ini adalah ... ternyata manajemen waktu yang masih parah. Kesibukan pekerjaan boleh saja banyak dan padat. Tapi, harusnya masih tetap bisa menyiapkan waktu khusus untuk membaca beberapa halaman buku dan menulis beberapa paragraf saja. Atau ... harus jaga kesehatan, karena waktu dan kesempatan sering ada. Hanya tidak dimanfaatkan dengan baik dengan alasan lelah dan kondisi tubuh menurun. Ini bukan salah tulisan apalagi yang lain lagi. Semua murni kesalahan diri sendiri.

Ah ya, satu lagi. Motivasi menulis. Menulis memang bisa sendirian, tapi menjadi penulis butuh teman (komunitas). Kekata ini masih terekam jelas, sama dengan tagline komunitas #KampusFiksi. Dan memang kenyataan seperti itu. Motivasi menulis tidak hanya dibangun dari diri sendiri. Melainkan—kadang—perlu juga suntikan dari luar. Dari teman-teman dan komunitas. Agar ada yang mengingatkan, ada yang mengarahkan dan ada yang mengerem jika sudah keluar jalur. Ada target jelas serta alur waktu yang harus dipatuhi untuk bisa menghasilkan karya.

Jika benar menulis itu memerdekakan, maka seharusnya setelah menulis maka pikiran menjadi lebih meredeka. Benar, menulis itu memerdekakan. Tapi setiap hal pasti butuh pengorbanan. Contohnya mata yang lelah, tangan dan lengan yang lelah menulis. Demi kemerdekaan menulis yang dirasakan otak, hati dan jika.

Jadi, kesimpulannya ... singat saja, AYO MENULIS LAGI!
Maretmu, masih sejuk atau mulai hangat? Maretmu, masih sejuk atau mulai hangat? Reviewed by Bening Pertiwi on Maret 01, 2019 Rating: 5

2 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.