Sakit Kepala dan Laptop

Pernah ngerasain sakit kepala di seluruh bagian kepala dan leher belakang yang tegang, tanpa sebab jelas? Ini pengalaman saya.

Beberapa tahun yang lalu, saya sempat mengalami sakit kepala dan leher belakang yang tegang tanpa alasan jelas. Awalnya dikira demam biasa, tapi ternyata setelah minum obat penurun demam, nggak sembuh juga. Bantal dan tidur yang nggak berkualitas? Sudah diubah juga, tapi nggak ngaruh. Kurang minum? Sudah ditambah dan nggak ngaruh juga. Jadwal tidur nggak teratur? Ini juga sudah diubah.

 
Akhirnya googling dan menemukan sejumlah artikel yang membahas ini. Menurut sejumlah artikel itu, salah satu penyebabnya bisa karena terlalu lama berada di depan komputer atau laptop, ya semacam over-work-lah. Nah, setelah dipikir lagi, sepertinya itu yang sama alami. Waktu itu sedang pusing-pusingnya revisi skripsi, dan memang benar sih penyebab dan gejalanya serupa.

Solusinya? Ada yang menyarankan datang ke dokter dan konsultasi secara khusus. Tapi ada yang menyarankan, untuk rehat. Benar-benar rehat. Rehat maksudnya, benar-benar nggak menggunakan laptop atau perangkat lainnya. Nggak ada pilihan, akhirnya saya mengikuti saran ini. Selama hampir dua minggu akhirnya saya benar-benar rehat dari laptop. Saya nggak menyalakan laptop sama sekali. Bahkan revisian pun terpaksa ditunda, hehe.

Hasilnya? Entah bagaimana ceritanya dan bagaimana awalnya, rasa sakit kepala itu pun hilang dengan sendirinya. Tanpa obat dan tanpa terapi apapun. Olala, ternyata benar juga semua masalahnya berasal dari perangkat komputer.

Apakah berarti setelah itu, saya benar-benar tidak mengalaminya lagi? Ternyata nggak juga. Setelah waktu itu, saya juga pernah mengalaminya di lain waktu. Ada saat saya mengerjakan pesanan artikel, hingga membuat saya terpaksa berhenti dari kerjaan yang sebenarnya sangat menjanjikan. Di saat lain, saya harus mengerjakan naskah untuk penerbit lain, pun mengalami hal yang sama.

Dan terakhir, sebelum Lebaran kemarin, saat akhir tahun di sekolah dan disibukkan dengan penilaian akhir tahun. Untuk yang terakhir ini, saya terpaksa menahan sakit kepala itu sampai berhari-hari, karena saya harus segera setor nilai pada wali kelas yang lain dan mengurus banyak hal. Untungnya setelah itu, libur Lebaran cukup lama. Dan saya benar-benar menyingkir dari laptop dalam waktu lebih dari satu minggu? Efeknya, jelas ajaib. Karena sakit kepala itu hilang dengan sendirinya.

Risiko sakit kepala seperti ini memang nggak bisa dihindari. Apalagi bagi saya yang memang harus selalu ketemu laptop, nyaris tiap hari.

Dari beberapa artikel yang saya baca, ada banyak saran yang diberikan. Yang terpenting adalah posisi saat menggunakan perangkat laptop. Cuma ya ... untuk satu ini memang masih sulit. Situasi dan kondisi ruangan tidak cukup sesuai dengan syarat-syarat supaya bisa bekerja dengan nyaman.

Hehehe ... ya ampun, kenapa tulisan ini kaku banget ya?

Oke, jadi ini semacam pengingat untuk diri sendiri, agar lebih menjaga diri dari ketidaknyamanan situasi kerja, agar tubuh bisa tetap fit. Kalau bukan diri sendiri yang peduli, emang siapa lagi?
Sakit Kepala dan Laptop Sakit Kepala dan Laptop Reviewed by Bening Pertiwi on Juni 27, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.