Selamat jalan, Kawan

(untuk kawan yang menginspirasi tulisan Jika Saja Hidup Sesederhana Partikel Atom)

Bukan hal aneh kalau tulisan yang saya buat kadang berasal atau terinspirasi dari fakta, kejadian nyata ataupun orang yang benar-benar ada. Dan cerpen yang judulnya jadi sampul di buku #KF13 adalah salah satunya. Sebuah cerpen dengan judul ‘Jika Saja Hidup Sesederhana Partikel Atom’.

Belum lama ada ada kabar dari grup SMA, kalau salah seorang kawan kami telah mendahului pergi. Kawan ini adalah orang yang jadi sumber inspirasi tulisan saya di atas. Kisahnya yang kemudian membuat saya menulis tentang ‘kerumitan manusia’ yang dianalogikan seperti hubungan partikel positif dalam inti atom.

Selamat jalan, kawan. Itu yang bisa saya ucapkan. Dan maaf, jika ternyata saya bahkan belum sempat mengatakan dan minta izin darimu, kalau kisahmu saya abadikan dalam sebuah tulisan singkat berupa cerita pendek.

Kami tidak pernah satu kelas, hanya kebetulan satu angkatan. Dia anak jurusan IPS. Tapi tidak ada anak di sekolah yang tidak mengenalnya, lantaran ‘keistimewaannya’. Sosoknya begitu mudah dikenal karena dia memang anak yang mudah bergaul dan mudah akrab dengan siapa saja. Anaknya memang baik dan ramah. Bahkan meski kadang teman-teman sekelasnya kelewat usil atau mem-bully-nya, dia tetap masih bisa tersenyum. Meski saya sendiri tidak bisa menebak apa yang ada dalam kepalanya.

Selepas lulus SMA, saya tidak pernah melihatnya lagi. Dia melanjutkan kuliah di kota seberang. Hanya ada beberapa cerita yang mampir dari beberapa kawan yang kebetulan pernah bertemu dengannya. Entah benar atau tidak, keistimewaannya yang sudah terlihat sejak SMA, ternyata tetap ada di masa kuliahnya. Hingga akhirnya bertahun-tahun setelahnya pun, saya tidak pernah lagi mendengar kabar tentangnya.

Dan kabar terbaru yang saya dengar, justru kabar sedih. Kami tidak bisa melihatnya lagi. Tidak ada lagi senyum polos seperti yang dulu sering dipamerkannya pada kami lagi.

Selamat jalan, Kawan. Dan terimakasih. Tidak ada yang bisa saya lakukan. Tapi, kami akan tetap mengingatmu. Karena kamu dan kisahmu, telah abadi dalam tulisan.


Selamat jalan, Kawan Selamat jalan, Kawan Reviewed by Bening Pertiwi on Maret 24, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.