Bagaimana Kau Mengenaliku Nanti?

Tiba-tiba saja pertanyaan itu melintas di kepalaku. Bagaimana kau mengenaliku nanti? Masih kuingat benar, kalau kau masih mengenali dan mengingat namaku. Tak hanya itu, kau juga masih ingat di mana aku tinggal kala itu.

 
Perpisahan itu terjadi di 14 tahunku yang masih biru, polos dan tidak mengerti apapun tentangmu. Seragam putih biru itu jadi saksi, kalau perpisahan selalu menyisakan tanya tak berkesudahan. Apalagi, tidak ada yang pernah kita mulai, jadi tidak pernah ada yang kita akhiri.

Aku di masa itu, hanya bocah lugu berambut panjang agak terang yang suka mengikatnya ala ekor kuda. Kulitku yang cenderung terang, tentu dengan mudah kau kenali. Apalagi, bukan hal aneh kalau sekali dua waktu, kita bersua saat pagi beranjak mengantarkan kita ke sekolah. Bocah kurus yang ringkih dan masih perlu kau ingatkan untuk ‘makan yang banyak’ supaya tampilanku tidak terlalu menyedihkan. Iya, itulah aku kala itu. Itulah aku yang kau kenali saat itu.

Dan perpisahan sesudahnya, aku masih tetap berusaha mengingat seperti apa dirimu. Dan wajahmu, ternyata kutemukan pada salah satu kawanku. Sayangnya, hanya wajahmu saja. Tapi tidak dengan hati dan kisahmu. Berkali, tetap kuharap bisa selalu mengenalimu. Meski tak satupun foto atau apapun masih kumiliki untuk mengingatmu. Ya, kamu Cuma ada di kepalaku.

Hanya saja, sekarang, bagaimana kau mengenaliku nantinya? Jauh berbeda aku yang masih polos dulu, dengan diriku yang sekarang. Apakah yang masih kau ingat, aku, hanya bocah polos yang diam-diam menyimpan rindu padamu kala itu? Hei, tunggu. Kau masih bisa mengenaliku kan? kalau-kalau, kita bisa bersua. Tapi, bagaimana kau mengenaliku nanti?


Bagaimana Kau Mengenaliku Nanti? Bagaimana Kau Mengenaliku Nanti? Reviewed by Bening Pertiwi on Mei 06, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.