We Call it The Present

Sebenarnya, gue nggak pengen bikin alasan sih. Tapi rupanya gue emang sedikit kesulitan meluangkan waktu untuk menyelesaikan bacaan #ehe. Padahal ada tiga buku yang belum gue sentuh. Tapi napsu belanja buku nggak berkurang juga.

Ok, kali ini gue ambil salah satu kalimat yang ada di bukunya Brahmanto Anindito judulnya Rahasia Sunyi.

Yesterday is history, tomorrow is a mystery, but today is a gift; that’s why we call it the present. (Eleanor Roosevelt)

Sebenarnya, quote ini juga banyak gue temukan versi lainnya. Jadi, gue juga nggak yakin quote ini sebenarnya dicetuskan oleh siapa. Well, tapi itu bukan masalah penting kan ya.

Kenapa gue memutuskan menulis quote itu?

 
Dalam satu atau dua kesempatan, gue sering terjebak dalam kenangan lama. Merenung, melamun bahkan tersenyum sendiri oleh memory kenangan itu. Bukan hal yang keliru, mengenang hal yang telah lalu. Tapi, gue khawatir akan terus terjebak dalam arus kenangan itu dan lupa kalau masih ada hari ini dan esok. Karenanya, quote itu semacam pengingat but diri gue sendiri, kalau gue masih punya hari ini yang harus dijalani dan hari esok untuk dipersiapkan. Lalu, hari lalu untuk dikenang pada waktu yang tepat dan porsi yang sesuai. Jangan sampai-lah, gue mabok kenangan dan melupakan segalanya.

Hari ini gue lagi serius banget ya? #krikkrik

Semoga besok gue bisa punya tulisan lucu bin unyu #ehe
We Call it The Present We Call it The Present Reviewed by Bening Pertiwi on Maret 15, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.