Happy B-Day to Me, edisi Rindu

Apa yang brengsek dari rindu? Karena rindu itu tidak ada obatnya. Rindu bisa muncul tanpa permisi sama sekali. Rindu nggak tahu kapan datang dan kapan pergi. Yang pasti, bahkan meski rindu pada akhirnya bisa ditaklukkan, bukan tidak mungkin ia akan muncul kembali.

Rindu nggak selalu sama orang atau barang. Rindu bisa jadi pada momen atau situasi tertentu, yang pernah terjadi dan entah bisa terulang lagi atau tidak. Bahkan rindu pada sebuah tempat dengan banyak kenangan dan momen yang layak untuk diingat.

Sudah lebih dari setengah tahun silam, sejak terakhir kali saya ‘ngabur’ ke Solo. Bukan apa-apa, hanya saja, kota itu menyimpan banyak hitam putih yang pernah saya rasakan. Momen putih ceria bersih dan menyenangan, hingga momen hitam kelam kelabu yang tidak ingin saya ingat. Tapi kenyataannya, saya tetap merindukan keduanya.


Happy B-Day to me ... it’s been long time since last update in this blog. I hope everything well done this time. It just ... make me feel worry much.

How are you, Girl? Have you find u’re happines right now? Or, maybe U must find it in other way, so U will not feel sorry again to yourself.

Jangan tanya ultah ke berapa ya. Nggak penting berapa-nya, hehehehehe. Yang penting, masih tetap berjiwa muda dan tetap (mencari) bahagia.



Balik lagi soal rindu. Apakah karena saya sudah terlalu kangennya, sampai terbawa mimpi kalau saya sudah ada di stasiun dengan tiket di tangan. Dan bersiap melakukan perjalanan menuju kota penuh kenangan. Hanya untuk menuntaskan rindu, yang entah kenapa begitu bangke-brengsek-micin ini. (tetiba istilah ‘micin’ jadi populer di grup WA, dan saya pun ikutan memakainya)

Begitu banyak hal menunggu dan mengantri untuk dilakukan saat ini. Dan itu membuat saya bingung, harus memulainya dari yang mana dulu. Yang pada akhirnya, justru membuat saya urung menyelesaikannya. Karena saya lebih memilih melamunkan hal lain yang ada di luar kesibukan itu. Dialah rindu itu. Sebuah perasaan yang timbul karena tumpukan dari banyak serpihan rindu yang sudah berserak sebelumnya. Tumpukan yang makin tinggi dan terus meninggi. Tumpukan yang mungkin saja bisa berubah seperti bom, yang siap meledak. Jika itu terjadi, mungkin saja saya akan benar-benar nekat. Pergi dari situasi dan kesibukan ini dan mengejar ‘me time’ yang sudah begitu saya idamkan sejak lama.

Apakah rindu bisa menunggu? Atau rindu bisa dibelokkan? Atau ... rindu juga bisa dilupakan? Entahlah. Saya tidak tahu soal itu. Yang saya pahami saat ini, rindu terlalu micin untuk diabaikan begitu saja.
Happy B-Day to Me, edisi Rindu Happy B-Day to Me, edisi Rindu Reviewed by Bening Pertiwi on Februari 23, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.