Story – Memahami Diam

Kalau ada seseorang yang mampu memahami ‘diam’-mu, jangan kau biarkan dia pergi. Sulit mencari orang seperti itu. @dearikhsan

Ini status salah seorang teman di twitter. Tapi ini jadi status ter-makjleb hari ini. Ya, pernah ada sekali waktu, seseorang yang begitu paham dan mengerti ‘diam’-ku. Tanpa kata apapun, dia tahu harus menanyakan apa. Bahkan malam pun dihabiskan dengan bertanya “kamu kenapa?” dan setelahnya kita bicara banyak hal. Meski pada akhirnya, waktu itu pun lewat dan lalu pergi begitu saja. 
dinaesterinastories.blogspot.com
Jangan biarkan dia pergi, harusnya demikian adanya. Sayangnya, rasa terlalu nyaman bisa bicara dengannya, membuatku terlena dan melupakan kalau ada ‘awal’ tentu ada ‘akhir’. Nah, jadi, kalau nanti kamu menemukan orang seperti ini lagi, jangan pernah sekalipun biarkan dia pergi. Jangan biarkan dirimu terlena dengan rasa nyamannya, hingga melewatkan bagian ‘menjaganya’.

Ah sudahlah, cerita ini memang telah lalu.

Ada yang lebih penting sekarang. Kalau mungkin saja, aku bisa menemukan lagi orang seperti ini, yang pertama harus kulakukan adalah … tidak membandingkannya. Setiap yang datang pasti berbeda. Karena setiap yang datang, adalah orang yang berbeda.

Meski rasa nyaman dan waktu damai tercipta setelahnya, jangan terlena. Jangan sampai melupakan untuk menjaganya. Membuatnya selalu berada di samping kita. Egois? Bukankah memperjuangkan kebahagiaan itu perlu dilakukan? Paling tidak, bisa menciptakan senyum manis di pagi hari, meski hanya ditemani secangkir teh dan gorengan pisang atau mendoan hangat. 
deeberbagikisah.blogspot.com
Lebih tepat, mungkin, berikan ia rasa nyaman. Hadirkan ia sebuah rumah, yang membuatnya rindu untuk pulang. Karena hubungan tidak dibangun dari ‘memanfaatkan’ saja. Tapi memberikan apa yang bisa dilakukan, tentu dengan batas-batas tertentu yang bisa diterima.

‘Diam’ saja, kini tidak cukup. Karena diam belum tentu bisa dipahami oleh setiap orang. Ada baiknya, sekarang beranjak dari diam, dan mulai bicara.

“Halo …”
Story – Memahami Diam Story – Memahami Diam Reviewed by Bening Pertiwi on Desember 23, 2015 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.