Story – Siaga Satu (Katanya)

Hari ini Minggu kan ya? Harinya orang liburan, itu normalnya. Tapi nggak normal kalau Minggu justru nggak bisa kemana-mana.

Pagi tadi gue dapet broadcast dari temen, sebuah gambar yang bener-bener menohok. Iya, bikin nyesek. Ah, ya, gue emang bukan siapa-siapa dan selama ini belum juga melakukan apa-apa. Tapi nggak tahu kenapa, hari ini gue pengen nulis aja.

Siaga satu, katanya di ibu kota. Hmmm … apa kabar di pulau seberang? Ah ya, gue nggak akan menyalahkan siapapun. Gue mah apa atuh. Gue Cuma nggak ngerti aja, siaga satu itu apaan sih? Terus kenapa siaga satu bisa diberlakukan di ibu kota, tapi nggak diberlakukan di pulau seberang yang udah susah payah. Ah ya, katanya siaga satu itu urusannya hidup dan mati. Hmmm … berarti yang udah susah napas di seberang itu belum dianggap hidup dan mati ya. Ah, sumpe. Gue nggak ngerti apa yang terjadi. Gue mah apa atuh. Gue bukan siapa-siapa. Yang bisa gue lakukan Cuma bertanya dan menulis ini. Mau protes juga, protes sama siapa atuh mah.

Dan akhirnya, gue Cuma bisa berdoa. Semoga mereka yang kena musibah, diberi kesabaran, semoga hujan segera turun di pulau seberang sana dan bisa membantu mereka supaya bisa lebih lega aja. Ah, berharap sama orang-orang di ‘atas’ sana mah, entah kapan. Keburu lebaran kucing (yang entah kapan).



Psssst. Jangan protes kalau gue pake kata ‘kucing’. Soalnya itu binatang favorit gue, hehehe
Story – Siaga Satu (Katanya) Story – Siaga Satu (Katanya) Reviewed by Bening Pertiwi on Oktober 18, 2015 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.