Flash Fiction – Bisakah Kugandeng Tanganmu Seperti Dulu?

“Memangnya apa susahnya sih, membahagiakan ibu?”

Perdebatan selalu saja menyisakan goresan lain. Tidak jarang, makin dalam dan nyeri di tempat yang sama, seperti kalimat itu. Tidak ada anak yang tidak ingin membahagiakan orang tuanya, apalagi ibu. Tidak ada orang yang berharap orang tuanya kecewa.

Kupunguti lagi cermin retak di hadapanku. Berharap pantulannya sudah berubah atau bahkan sulit dikenali lagi, “Aku ingin berhenti saja, Bu. Bisakah kita kembali seperti dulu? Bisakah kugandeng tanganmu seperti dulu kau menggandengku? Bisakah?”

Kamar 3x3 ini makin terasa menghimpitku. Celah di kedua mataku pun perlahan menyempit. Jangan bertanya apa dan kenapa. Jangan menanyakan bagaimana.

“Bisakah kita berdua saja?”

Flash Fiction – Bisakah Kugandeng Tanganmu Seperti Dulu? Flash Fiction – Bisakah Kugandeng Tanganmu Seperti Dulu? Reviewed by Bening Pertiwi on Oktober 04, 2015 Rating: 5

8 komentar:

  1. sekilas ini tadi kukira sesuatu yang berbau romance, di luar dugaan, amat sangat dalam....

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo kak sienra
      wah lama nggak mampir sini, hehe
      Na juga lama nggak jalan2 nih, #ups

      Hapus
  2. He he...iya sienra, pdhl sy Sudan siap ngeledekin nihh haha...evil bgt.
    Kasih IBU sepanjang masa

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh hira
      mo ngeledekin apa nih, hmmmm
      #alisKeangkatSebelah

      Hapus
    2. He he...ap ya? Ntar mikir dulu deh

      Hapus
    3. ya ampun, hira
      kamu bangun jam berapa, komen setengah empat pagi gitu
      \^o^/

      Hapus
    4. Sy kan manusia dini hari na kkkkk....g bisa tidur lg klo tengah mlm sampe pagi

      Hapus
    5. wah kereeeen
      cocok tuh, ntar klo udah nikah, punya anak, terus dedeknya jg insomnia
      #ups

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.