Flash Fiction – Sua Ketiga

“Kuantar saja, sampai depan kan? Ayok!” ajakmu pagi itu.

Atau sebaiknya tidak kutulis cerita ini? Bila hanya menyimpan semakin banyak tanda tanya yang butuh jawaban tapi tak tahu cara mencarinya. Kutampik cepat getar rasa, hanya karena takut kecewa. Bukankah kita sama saja? 


Janji hanya dalam ucap, tanpa mampu dalam sikap. Seperti inikah jalannya? Ketika tatap dan sua kedua, hanya menyisakan semakin banyak tanda tanya tanpa ada ujung jawabannya. Bisakah ada sua ketiga dan sua lainnya? Hanya untuk biasa saja atau menyimpan rasa.
Flash Fiction – Sua Ketiga Flash Fiction – Sua Ketiga Reviewed by Bening Pertiwi on September 09, 2015 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.