Flash Fiction – Luka yang Tak Mengering

Waktu kita memang tidak pernah sama. Atau mungkin saja tidak pernah serupa. Dua puluh empat jam, sama kita punya. Tapi tak pernah serupa kata dan maknanya. Sama saja bagimu. Adaku dan tiada, tak ada beda. 


“Kau tahu, Dewi, setiap luka itu akan sembuh pada waktunya,” ucapmu pelan, senja itu.

Kuaduk kembali gelas berisi es jeruk yang tinggal setengahnya. Bulir-bulir airnya perlahan turun membasahi permukaan luar gelas tinggi yang beralas tissue itu.

“Kita sama saja, tidak ada yang mau mengalah,” gumamku pelan.
Flash Fiction – Luka yang Tak Mengering Flash Fiction – Luka yang Tak Mengering Reviewed by Bening Pertiwi on Agustus 14, 2015 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.