Flash Fiction – Jumpa untuk Terakhir Sapa

“Mungkin sebaiknya kukubur saja rasa penasaran ini. Karenanya hanya akan membuatku semakin terhimpit.” 


Lamunanku tentangmu, ternyata tak sama seperti adanya kamu. Bukan, bukan karena kecewa mengenalmu. Bukan juga jadi biasa saja. Hanya saja, kenapa harus berubah jadi sebuah rasa, jika kita bahkan baru pertama sua. Mengenalmu lewat tulisan saja, ternyata menyimpan luka. Tapi, mengenalmu lewat tatap dan sua, ternyata jauh lebih menyakitkan.

Berkali kusadari, kau curi rekam tanpa kupinta. Dan pada akhirnya, ini hanya jadi cerita belaka untuk pertama jumpa dan terakhir sapa.
Flash Fiction – Jumpa untuk Terakhir Sapa Flash Fiction – Jumpa untuk Terakhir Sapa Reviewed by Bening Pertiwi on Agustus 28, 2015 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.