30 Days Blog Challenge (Day 6) – Lima Cara Memenangkan Hati (Merayu) Gue!

30 Days Blog Challenge day 6. Cara memenangkan hati gue? Ini maksudnya cara merayu gue gitu? Atau cara mendamaikan hati gue setelah badai?
Hmmm … harusnya tanya langsung donk sama mereka yang selama ini berhasil memenangkan hati gue. #cieeee #kode

1. Waktu gue marah, ngambek atau nangis, ditemenin aja
Kalau gue lagi marah, ngambek atau nangis, diemin aja nggak usah cerewet ngasih nasehat apapun. Cukup temenin di sebelahnya. Kalau perlu siapin pundak, telinga, tangan sama tissue. Pundak buat bersandar, telinga buat ngedengerin dan tissue buat ngelap ingus. Terus kalau tangan—ini kalau perlu aja—buat ngelus-elus kepala gue. Ya meski kadang gue juga nggak suka sih. 
Mantan-calon-gebetan juga pernah tanya hal ini sama gue, “cewek kalau lagi nangis, harusnya diapain sih?” Ya udah, gue kasih jawaban “nggak usah diapa-apain. Cukup temenin aja.” Simpel kan?

2. Mendapatkan perhatian gue

Nah ini rumus buat yang mau pe-de-ka-te. (pede banget sih elo, Na). Gue nggak suka dirayu pake bunga. Sok romantic. Kalau baru pe-de-ka-te dan udah sok romantic itu nggak asik. Kalau masih pedekate, maka jadilah temen gue. Ajak gue berdebat, diskusi. Buat gue penasaran dengan cara ‘nggak sependapat’ sama gue. Kalau Cuma ‘iya-in’ aja, rasanya nggak seru. Atau bisa juga becandaan yang bisa buat gue kesel sekaligus pengen ketawa. Jangan sok tanya ‘udah makan belum?’ atau ‘lagi ngapain nih?’ Itu udah basi. To the point aja, ‘pura-puranya’ minta pendapat gue soal sesuatu. Itu lebih menarik, dan gue lebih respect. Jadi pedekate-nya nggak keliatan banget. Hhhh … ya ampun. Pantesan dari dulu gue ‘nemunya’ sobat terus ya, bukan gebetan. Lah, caranya aja gini. (Na, please, hentikan curhatan ini. Jari gue gerak sendiri, huaaaaa!!!)

Baru dua ya? Duh, apa lagi ya? Bingung!!! Mungkin ini lebih tepatnya, hal-hal yang membuat gue senang. Loh?

3. Pengen gue respect sama elo? Buktikan!

Gue lebih respect sama orang yang mau mendengarkan dan nggak memotong pembicaraan, pas lagi ngobrol. Nggak asal ngomong, nggak asal ‘njeplak’. Apalagi sok tahu, padahal nggak tahu apapun. Terus lagi, gue lebih hormat sama orang yang menghargai proses dan menghormati apapun pilihan atau keputusan orang lain. Gue nggak suka sama orang yang Cuma om-do. Jadi, kalau pengen memenangkan hati gue, dan dapet respect dari gue, buktikan dengan bersikap pantas dihormati. (bahasanya elo Na, kacau dah!)

4. Trust me and Stay by My Side

Tolong, percaya sama gue. Gue suka kalimat ini ‘lakukan sebisamu, yang terbaik menurutmu’. Sebuah bentuk kepercayaan yang diberikan pada gue. Pada saat kepercayaan itu diberikan, maka secara nggak gue sadari, itu jadi ‘bahan bakar’ gue. Kepercayaan membuat gue percaya diri, berani, berusaha lebih keras dan percaya kalau sesulit apapun, gue pasti bisa melakukannya. Tapi, saat kepercayaan itu hilang, maka jangan salahkan gue yang akan ogah-ogahan melakukan sesuatu.
Stay be my side. Ini juga efek dari percaya. Pada saat elo percaya gue, maka elo akan tetap ada di sisi gue dan mendukung gue. Pada saat gue ambil keputusan, elo jadi orang pertama yang mendukung jika keputusan itu benar, dan orang pertama juga yang ingetin gue kalau keputusan itu salah, maka artinya elo percaya sama gue.

Jangan langsung memberikan label pada gue kalau elo nggak kenal gue. Biarkan gue menikmati setiap proses yang gue jalani, apapun itu. Dan tetaplah di sisi gue dan mendukung gue, dengan percaya. Ada kalanya elo harus jadi pengamat yang cukup melihat setiap proses yang gue jalananin, dari jauh. Dan ada kalanya, elo berada di sisi gue untuk menggenggam tangan gue dan bilang ‘ayo selesaikan ini bersama!’ Tsaaaah!  (bentar deh, yang bener trust apa believe sih? duh bahasa inggris gue! T_T)

5. Make me Smile

Tersenyum itu udah jadi keinginan naluriah setiap orang. Dan tiap orang selalu punya alasan dan cara untuk tersenyum. Senyum bisa muncul dari hal-hal besar. Tapi, nggak jarang juga dari hal-hal kecil. Misalnya nemu penjual es degan setelah berburu di tengah hari yang panas. Atau nemu buku langka yang lama diincar, apalagi harga diskon (hehehehe). Atau, tetiba ada pesan ‘hai, apa kabar?’ dari mantan gebetan yang lama nggak hubungin. Eh ini mah nggak Cuma senyum aja kali ya, tapi bakalan ketawa guling-guling, kekekeke. Dan sampai sekarang, gue masih mencari sebuah ‘senyum tulus’ yang Cuma buat gue.


Ok, sepertinya cukup sekian curhatan hari ini. Kadang gue juga pengen gitu, mendapat kejutan. Ya, itu kan juga salah satu cara buat ‘memenangkan hati gue’. Cuma sayangnya, sepertinya orang-orang di sekitar gue, udah pada males ngasih gue kejutan. Kenapa? Soalnya ekspresi gue waktu dikasih kejutan, biasa aja. Hehehehe. Lah mau gimana, dari sononya ekspresi wajah ya emang gini. Gue emang nggak jago berekspresi atau menunjukkan emosi lewat wajah, mungkin itu alasan gue nggak pernah dapet kejutan dari orang lain. Mereka mungkin mikir gini, ‘lah, dikasih kejutan aja wajahnya datar-datar aja, males deh’. Tapi sungguh, gue nggak ada maksud kayak gitu. Siapa sih yang nggak suka dikasih kejutan. Meski Cuma kejutan kecil aja. Misalnya dikasih bunga, coklat atau buku. Ah nggak usah terlalu muluk deh.

Cewek itu kadang memang rumit deh. Ada aja maunya. Sebenarnya, ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk memenangkan hati cewek. Meski Cuma hal-hal kecil aja. Tapi, ternyata dari yang ‘banyak’ itu pun, nggak semua bisa memahaminya.

Sebaliknya, gue kadang penasaran. Apa sih sebenarnya yang bisa dilakukan untuk memenangkan hati cowok? Pernah baca sih, misalnya gini, kalau dia mau jalan+maen sama temen-temennya, ya di-iya-in aja. Artinya dia juga butuh ‘me time’. Kalau cewek bisa mempraktekkan ini, maka hati cowok sudah takluk. Tsaaah! Terus, temenin kalau cowok mau nonton bola. Temenin kalau doski mau berburu jersey tim kesayangan. Nah loh. Apalagi kalau sesama suka belanja. Hmmm, apa lagi ya? Atau dimasakin makanan kesukaannya? atau dibuatin kopi waktu bangun tidur? atau panggil dengan sebutan sayang? Ok, gue bukan pakar cowok ya. Catat! Ini Cuma dari apa yang gue baca. Praktek? Mungkin lain waktu.

Udahan ah, gue udah bingung mau nulis apa. Dari sekian hari tantangan, baru kali ini gue bingung mau nulis apa. Heu heu

Tulisan ini diikutsertakan dalam #30DaysBlogChallenge yang diadakan oleh #PelangiDrama
30 Days Blog Challenge (Day 6) – Lima Cara Memenangkan Hati (Merayu) Gue! 30 Days Blog Challenge (Day 6) – Lima Cara Memenangkan Hati (Merayu) Gue! Reviewed by Bening Pertiwi on Rating: 5

6 komentar:

  1. poin satu iya sama banget... kalo lagi emosional nggak suka dicerewetin, maunya ditemenin aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. itulah knp cewek tuh ribet
      susah ditebak, huks

      Hapus
  2. Berapi-api banget kayaknya ya waktu nulis? Hihihi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, berapi-api
      sampe pada kebakar semua, hehehe

      namanya cewek. kak
      klo udah curhat, biasanya susah berhenti

      Hapus
  3. Iyaaah... Kerasa banget ini perasaannya disini... Awaaawaw...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ehm ...
      sepertinya moody perasa saya sedang kumat ini, kak
      duh

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.