30 Days Blog Challenge (Day 5) – Kemana ya Enaknya?

30 Days Blog Challenge hari kelima. Sudah lima hari ternyata. Dan dari kemarin, kalau dilihat lagi, sepertinya gue terlalu banyak curhat ya? Ada yang ngerasa gitu? Kalau gitu kita samaan dong ya. Sepertinya postingan kemarin terlalu personal. #eeeeh

Bagaimana kalau gue sedikit #moveOn dari tulisan personal? Jadi jangan curhat terus gitu? Jadinya seperti apa dong? Benter deh, hari kelima ini jadwalnya adalah list lima tempat yang ingin dikunjungi. Tapi kemana ya? #mikir

1. Finlandia

Sebuah negara cukup dingin dengan empat musim di kawasan Skandinavia. Eh bentar, dulu geografi dapet berapa ya? Engngngng tapi sepertinya masih lulus sih. Tapi bener nggak, Finlandia itu di kawasan Skandinavia? Kalau gitu cek dulu dong!
Ok, lupakan kegalauan yang satu itu. Sekarang kita bahas, kenapa gue pengen dateng ke negara ini. Ini semua gegara sahabat gue, sebut saja Q—bukan nama sebenarnya, karena nama lengkapnya Qurrotu—. Sejak obrolan kita yang entah kesekian—lebih tepatnya gosip—dan obrolan soal impian dan tempat yang ingin dikunjungi pun mengalir, akhirnya muncul nama negara ini.

Jujur, tadinya gue bingung, kenapa harus negara ini? Why?—bukan sawwrryy ala Chun Song-Yi loh ya—. Gue Cuma tahu kalau negara ini adalah negara empat musim. Sama seperti banyak negara empat musim lainnya yang memang eksotis. Tapi, gali menggali, akhirnya ketemu juga alasan sobat gue ini pengen dateng ke negara itu.

Jadi, Finlandia adalah sebuah negara yang pendidikannya maju, level dunia. Apakah karena mereka menerapkan sekolah dari matahari ‘mlethek’ sampai matahari ‘ngumpet’? Sayangnya nggak besar. Justru di negara ini, pendidikan adalah hal yang fun. Ok, kita bahas sedikit.
Dari beberapa bahan bacaan yang pernah gue temukan, di negara ini, anak baru boleh masuk sekolah setelah berusia tujuh tahun. Nah loh? Iya, tujuh tahun. Terus sebelumnya ngapain? Sebelum berusia tujuh tahun, anak-anak ini hanya murni berada dalam pendidikan di keluarganya. Selain itu, sebelum tujuh tahun, anak-anak akan diarahkan untuk banyak melakukan aktivitas fisik. Buat apa? Ternyata itu mengembangkan system motorik mereka. Yang bingung, motorik itu yang berhubungan dengan gerak. Nah, kalau motorik anak udah berkembang baik, itu bakalan menunjang banget buat pendidikan mereka nantinya.

Setelah tujuh tahun, barulah anak-anak ini masuk sekolah. Disana, semua sekolah dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi gratis-tis. Semua ditanggung pemerintahnya. Dan pembelajaran disana benar-benar fun. Satu jam pelajaran hanya sekitar 40-45 menit, kemudian diselingi istirahat. Nah loh, bandingan dengan apa yang dialami disini? Jangan tanya.

Lalu gurunya? Guru-guru untuk tingkat dasar minimal lulusan jenjang S2, dan semua pendidikan mereka dibiayai pemerintahnya. Nah loh. Hasil pendidikannya? Nggak kalah amazing kalau dibandingkan dengan anak-anak yang sekolah dari pagi sampai malam. Duh, pokoknya, nggak bakalan habis deh kalau ngomongin pendidikan di negara satu ini. Sila cek dan cari infonya sendiri ya.

Selidik punya selidik, Finlandia ternyata adalah salah satu negara yang menganut sistem pendidikan seperti dikemukakan oleh bapak pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantoro. #mewek Padahal om Dewa itu lebih terkenal di negeri ini, tapi kenapa oh kenapa malah negeri ini belum bisa menganut konsep pendidikan ala om Dewa ini. (sungguh, ini bukan mengece loh ya). Yach mungkin, kalau sempat ‘dolan’ ke Finlandia sono, gue bisa belajar seperti apa pendidikan disana. Hmmm … #mikir jadi, dulu gue di kampus ngapain ya? #Ngik ngok

2. Kampung Laut

Nah kalau yang ini personal-mater juga. (itu bahasa apaan sih?) Jadi begini, gue punya sebuah—tiga lembar—draft tulisan fiksi. Nah, untuk settingnya itu adalah daerah kampung laut. Jadi gue butuh data donk ya?

Yang bingung kampung laut ada dimana, gue jelaskan deh. Kampung laut adalah sebuah perkampungan yang terletak di delta sungai, menghadap laut selatan di kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Dulu, gue pernah punya sahabat pena yang berasal dari sini. Tempat ini bisa dibilang cukup terpencil. Kalau air laut pasang, maka bisa dipastikan seluruh daratannya akan terendam. Transportasi terkeren yang bisa digunakan adalah sampan. Karena jalur daratnya lebih susah ditempuh, meski masih masuk bagian kabupaten Cilacap.
Menurut gue tempat ini eksotis, sekaligus bikin miris. Pernah ada kasus, dengan modal mie instan, akidah orang-orangnya mudah saja dikikis. Tapi, sebenarnya tempat ini menyimpan banyak pesona yang sayang untuk dilewatkan. Sayangnya, sekali lagi, untuk bisa sampai tempat ini, hanya ada satu sampan di pagi hari, dan satu sampan untuk kembali. Yang jelas, gue penasaran seperti apa kehidupan masyarakat disana. Sebuah tempat terpencil, padahal dikelilingi oleh area industri.

Dan sekali lagi gue bilang, kunjungan impian gue ini karena gue pengen mencari data untuk tulisan gue. Belum banyak orang yang mengulas daerah ini. hmmm … ada yang mau nemenin?

3. Pulau Nusakambangan

Ngaku dengan jujur, apa yang dipikirkan saat membaca ‘Nusakambangan’? Pulau penjara, dengan pengamanan super ketat dan tempat eksekusi gembong narkoba?

Nggak salah koq, tapi juga nggak benar. Pulau ini terletak di sebelah selatan kabupaten Cilacap. Sekali lagi, Cilacap. Emang bener sih, sejak zaman Belanda, tempat ini digunakan sebagai penjara karena tempatnya yang terpencil dan memang kalau melarikan diri, mau kamana? Tapi sebenarnya, Nusakambangan menyimpan eksotisme yang nggak terduga.
Koq tahu? Iyalah, gue pernah datang kesana, bertahun silam. Waktu itu gue masih kelas IX SMP, sekian tahun silam. Ngapain? Dulu ikut rombongan dengan anak-anak lain seantero Cilacap.

Ada yang tanya, berapa jumlah penjara a.k lapas di Nusakambangan? Jawabannya ada banyak. Tetapi, tidak semua penjara masih digunakan. Ada penjara Kuning, Batu, Merah dan lain-lain (gue nggak hapal). Namanya memang agak seram. Tapi, hanya beberapa penjara yang masih berfungsi, digunakan dan dengan keamanan ekstra. Jadi, nggak usah takut bakalan ketemu narapidana disana. Mereka juga nggak bisa bebas berkeliaran, kaleeee. Setiap penjara tidak berdiri berdekatan. Antara penjara satu dengan yang lain, jaraknya berjauhan. Dan disana, yang ada hanya perumahan para pegawai penjara saja dan sejumlah pedagang. Jadi emang nggak ada rumah warga sipil.

Untuk datang kesana, bisa naik ferry (cukup besar, karena bisa muat dua bis ukuran tanggung). Dengan waktu tempuh sekitar 15-20 menit, dan sampai di salah satu pelabuhannya. Waktu gue datang dulu, jalannya belum aspal, masih jalan tanah gitu. Tapi ini belum seberapa, karena ada yang lebih keren. Tujuan rombongan gue waktu itu adalah pantai pasir putihnya. Nah sepanjang jalan, kita bakalan disuguhi hutan dengan beragam warna. Hutan heterogen, cuys! Hutan dengan beraneka warna—nggak Cuma hijau—dan sejumlah pohon besar yang usianya mungkin lebih tua dari usia nenek-kakek gue.
Apa lagi? Pantai yang cantik donk. Pantai dengan ombak laut selatan yang cukup besar dengan deretan karang di sekitarnya. Pantai tanpa satupun jejak kaki apalagi jejak sampah. Pantai yang dihampari potongan kerang beraneka ragam, rupa dan warna. Kena sinar matahari, tampak berkilau. Terus, nggak jauh dari pantai, ada karang yang menjulang cukup tinggi. Di atas karang itu, ada satu buah pohon kelapa berdiri tegak dan di sebelahnya ada patung bergambar pisau—seperti pisau di baret kopassus itu loh—. Cantik kan? Sayangnya dulu, gue dan rombongan datang terlalu siang, jadi air udah naek. Alhasil nggak bisa nyeberang sampai karang itu.

Selain pantai, di Nusakambangan juga ada goa. Salah satu yang kita datangi adalah goa merah. Menurut cerita, goa itu dulu sering digunakan oleh orang-orang ‘palu arit’ untuk bersemedi. Hiyyy!!! Hehehe, nggak syerem koq, malah cantik. Di dalam, ada batu selendang mayang. Karena polanya seperti selendang dan kalau kena sinar, kelip-kelip gitu. Cantik deh. Sayang Cuma sempat mampir satu goa doank, huks

Dan sayangnya, karena waktu yang terbatas juga, gue nggak sempat dateng ke salah satu benteng yang ada disana. Sebuah benteng kuno yang dibangun zaman Belanda dulu. Cuma satu pantai dan satu goa, hiks. Mampir ke lapas? Jelas nggak boleh lah. Mau ngapain coba disana? Mau nengokin siapa coba? Oh ya, ada juga area eksekusi. Yang buat eksekusi hukuman buat para penjahat gitu. Tapi, nggak tahu dimana, nggak dikasih tahu. Lah siapa juga mau kesana, syerem kali.

Itulah kenapa gue pengen balik lagi ke pulau cantik ini. Ya, meski banyak bagian dari pulau ini yang cukup syerem, termasuk rawa-rawanya yang cukup berbahaya, pulau ini menyimpan banyak kekayaan alam yang nggak ada duanya. Ok, gue mungkin belum berkunjung ke banyak tempat di negeri ini. Tapi, gue tetap menganggap Nusakambangan istimewa karena memang belum banyak orang datang ke pulau ini. keburu takut dulu kali ya.

Buat datang ke pulau ini, bisa naik ferry. Kalau dulu, Cuma ada dua jadwal ferry dalam satu minggu yang p-p dari pelabuhan Cilacap sampai Nusakambangan. Tapi, sepertinya sekarang udah lebih banyak, karena tempatnya udah lebih terkenal. Oh ya, perjalanan menuju Nusakambangan pakai ferry juga nggak kalah keren loh. Di sisi kirinya, bakalan disuguhi hutan bakau yang luas, beberapa perahu nelayan yang sedang mencari ikan dan sejumlah rumah terapung di kampung laut nan eksotis.

Inget kampung laut, tujuan lain maen ke Nusakambangan juga buat nyari data, hihihi. Ada yang mau nemenin gue? Eh sepertinya, gue juga pernah buat ulasan ini di blog satunya ya? 

4. Malang (naik Matarmaja)

Kenapa haru Matarmaja? Karena kereta Matarmaja bisa dinaiki dari stasiun Tugu, Yogya maupun Stasiun Balapan. Solo.
Sebenarnya ini lebih ke perjalanannya sih. Gue dan sobat pernah punya rencana pengen melakukan perjalan berdua, half-backpacker gitu ceritanya. Nggak jauh-jauh dulu, Malang aja. Secara, keretanya juga jelas ada. Menikmati perjalanan kereta api, berdua. Mumpung masi single, gitu dulu rencana kita. Sayangnya itu belum juga terlaksana. Apalagi sekarang sobat gue udah nikah. Huks … maka perjalanan ini pun bakalan terancam gagal. Lebih tepatnya kemungkinan besar akan gagal. Atau ada yang mau gantiin?

5. Tokyo (musim semi)

Kalau yang ini, efek kebanyakan nonton anime dan dorama. Musim semi dengan bunga sakura yang mulai mekar lalu berguguran. Ya, meski ada gantinya sih, sementara. Musim gugur warna kuning di kampus gue, yang ada nggak jauh dari Bengawan Solo sana. Musim gugur bunga angsana di seantero kampus, menciptakan suasana romantic.
Ok, kembali ke Tokyo. Ah, sepertinya lebih tepat Jepang ya? Selain musim semi-nya, Jepang juga menarik budaya-nya, air panas, sungai, taman dan … perjalanan dengan Shinkanzen. Kalau yang ini, semoga om Emil segera mewujudkan Shinkanzen ala Indonesia ya, Bandung-Jakarta.

Tapi, sepertinya Jepang lebih cocok buat bulan madu ya? Aiiiih, bahas ini lagi. Amiiin, semoga calon gue—yang belum keliatan hidungnya itu—baca tulisan dan segera merancang perjalanan kami ke Jepang nanti habis akad, ups

Tu kan ya, curhatnya kumat lagi. Biarin aja deh. Jangan pada protes ya. Sepertinya lima tempat masih belum cukup buat dikunjungi ya. Masih banyak tempat eksotis lain yang juga menarik buat dikunjungi. Ada yang mau bikin surprise buat gue, dengan ngajakin kemana gitu? #ngarep

Tulisan ini diikutsertakan dalam #30DaysBlogChallenge yang diadakan oleh #PelangiDrama
30 Days Blog Challenge (Day 5) – Kemana ya Enaknya? 30 Days Blog Challenge (Day 5) – Kemana ya Enaknya? Reviewed by Bening Pertiwi on Rating: 5

15 komentar:

  1. Hehehehehe, ujung2y ttap curhat y kelana, samaan kita. Nich challenge bnar2 kupas tuntas khdupan personal kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. haduuuh itu dia
      nah log, Na bahkan belom sempat jalan2
      kacau kacau

      Hapus
  2. ternyata di indonesia aja bagus2 ya pemandangannya, penasaran dgn yg kampung laut.
    ke Malang ya pengen juga kesana ke bromo, barengan yuk :P
    no. 5, ciecie ihir... sama donk #ups

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayoook maen
      mumpung masih longgar n blon punya buntut
      hihihi

      Hapus
  3. sama, aku juga pengen ke Findanlia karna alasan tsb.. pengen ngepoin sistem pendidikan disana

    BalasHapus
  4. sama, aku juga pengen ke Findanlia karna alasan tsb.. pengen ngepoin sistem pendidikan disana

    BalasHapus
  5. Testimoni tentang Nusakambangan menarik.
    Selama ini ga pernah berpikir tentang Nusakambangan selain tempat eksekusi kriminal-kriminal yang katanya kelas kakap. Boleh dijadiin list buat jalan-jalan :D

    Makasih infonya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 kakak
      #halah
      iya, tempat ini buat nagih, pengen balik lagi

      Hapus
  6. Pokoknya kalo ke Tokyo aku ikut. TITIK!

    BalasHapus
  7. Kalo kejepang titip ubi rebus ya mbak, yang masih panas
    makasih, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. ubi rebus itu yg gogume bukan sih?
      yg ubi ungu atau ubi putih?
      atau ubi jepang?

      #iniNgomongApaanSih

      Hapus
  8. (saya merasa orang Malang terus ketap ketip baca tulisan kota saya ingin dikunjungi, hihihi)

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan Na bahagia,
      akhirnya menemukan orang malang juga
      wah bisa minta tolong jadi tour guide nih
      minta rekomendasi tempat asyik donk
      pengen ke malang, tapi nggak mau nginep
      jadi cuma sehari aja gitu
      start jm 8 dari stasiun deh, ntar balik stasiun sebelum jam 8 malam, hihihi
      #modus

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.