30 Days Blog Challenge (Day 3) – Kata tak Terlupakan

Sejujurnya gue udah lama nggak buat puisi. Jadi, sepertinya stok kata-kata atau kalimat cantik yang gue punya juga terbatas. Tapi, jaman sekarang, apa sih yang nggak bisa dicari. Cari kalimat ‘cantik’ atau ‘quote’ asyik? Tanya aja sama mbah google, langsung deh muncul banyak.

Oh ya, gue juga masih pernah mengalami, beberapa waktu saat orang ramai-ramainya SMS motivasi. Nah loh, yang dulu aktif di organisasi pasti ngalamin lah ya. Atau, sekarang masih ada? hmmm … Kalau ini gue harus tanya adek gue. Jadi, ada berapa banyak ‘kalimat tak terlupakan’ yang masih gue ingat?

1. Aku nggak milih kamu karena takut kamu sombong
Kalimat ini dikatakan sama cowok yang pernah naksir gue waktu SMP. Bisa bayangkan gimana gaya pe-de-ka-te anak SMP? Eits, gue nggak seperti anak SMP masa kini yang sudah lebih ‘ahli’ dalam banyak hal loh ya. Kata-kata ini disampaian oleh cowok itu, waktu gue gagal dalam pemilihan ketua osis di sekolah. Sejujurnya, kata-kata itu mak-jleb banget ya. Tapi, perlahan gue sadar, kalau seandainya waktu itu gue terpilih, mungkin akan ada yang berubah dari gue. Atau mungkin akan ada yang hilang dari diri gue. Sampai saat ini, gue masih terus inget kalimat itu. Bukan karena tu cowok, tapi karena kalimat itu selalu mengingatkan gue untuk hati-hati dalam bersikap, bertutur dan bertindak.

2. Jangan sedih ya, nggak kepilih

Kalau kalimat pertama tadi disampaikan oleh cowok yang naksir gue, ini disampaikan cowok yang gue taksir. Ok, gue ngaku, ini quote dari first-love gue. Masih seputar pemilihan ketua osis. Kalau kalimat nomer 1 baru gue tahu beberapa hari setelahnya, maka kalimat yang nomer 2 ini, gue denger hanya berselang beberapa menit setelah pemilihan ketua osis. 
 
Waktu itu, gue lagi jalan pulang dengan sepeda. Tetiba, si cowok ini ada di sebelah gue, dan bilang “Jangan sedih ya, nggak kepilih!” Ok, itu kalimat hiburan paling keren yang pernah gue denger. Awalnya, gue ge-er parah. Tapi, perlahan waktu mengajarkan gue, kalau meski gue gagal, gue masih punya kesempatan untuk bangkit lagi, tanpa harus terkungkung dalam kesedihan. Makasih banget, Kak. Selalu mengajarkan gue perjuangan yang nggak boleh berakhir dan menyerah.

3. Kita Bebas Menentukan Pilihan Apapun, tapi Kita Tidak BIsa Memilih Konsekuensi dari Pilihan itu

Nah kalau yang ini quote dari sohib gue, cowok. Kita sekelas waktu kelas VIII SMP. Dia salah satu saingan gue dalam pelajaran di sekolah, tapi juga sekaligus sahabat gue. 
 
Gue bisa nyambung cerita apapun padanya. Ehm, kecuali masalah cewek tentunya. Gue suka gaya dia menanggapi setiap keluhan gue. Dijawabnya dengan enteng dan logis, memaksa gue untuk berpikir lebih logis dan bijak. Dan salah satunya kalimat ini. “Kita bebas menentukan pilihan apapun, tapi kita tidak bisa memilih konsekuensi dari pilihan itu.” Sohib gue ini mengajarkan untuk bertanggungjawab atas pilihan apapun yang gue ambil, apapun itu. Gue harus siap dengan konsekuensinya dan nggak boleh lari.

4. Kalau ingin orang lain melihatmu, maka tunjukkan siapa dirimu

Punya guru favorit? Ini kalimat dari guru bahasa Indonesia di SMA. Waktu itu, keadaan gue lagi drop, lantaran nilai gue anjlog parah. Sementara gue masih menyesuaikan diri dengan dunia kos-kosan yang baru bagi gue. Mungkin itu kalimat untuk semua anak. Tapi, bagi gue, kalimat itu membuat gue kembali bangkit. Kalimat itu mengajarkan kepercayaan diri. Kalau gue pengen dilihat, gue harus memperlihatkan diri. Jangan menunggu untuk ditemukan.

5. Alah Bisa karena Biasa

Guru bahasa Indonesia udah, sekarang giliran guru matematika. Namanya pak Yos. Beliau guru matematika di SMP. Terkenal galak sejak muda. Nggak jarang memukul murid dengan penggaris, itu menurut cerita. Bahkan gue pernah dua kali dapat hukuman dari bapaknya ini.

Pertama, karena gue salah pakai kaos kaki. Hari itu hari jumat, tapi gue pakai kaoskaki putih, padahal harusnya hitam. Jadilah selama pelajaran, gue harus lepas sepatu alias barefoot. Kedua, karena gue mengajari anak lain. Jadi, tiap anak diberi pasangan anak yang nggak terlalu jago matematika untuk diajari. Nah, gue dapet anak yang bisa dibilang parah di pelajaran matematika. Waktu di belakang, udah gue ajarin dan berhasil. Tapi, waktu maju, tu anak lupa rumus lagi. Jadilah gue di belakang bisik-bisik, niatnya sih mau bantuin. Padahal peraturannya nggak boleh dibantu. Dan apa yang terjadi? Satu jeweran pun mendarat di telingat gue. Iuuuuh. Kalau dicoret jidatnya pakai spidol sih udah biasa.

Meski pernah dihukum, entah kenapa gue malah jadi lebih hormat sama bapaknya ini. Gue emang pernah dihukum, tapi gue juga yang sering ditantang buat ngerjain soal di kelas. Dan yang gue pelajari dari bapaknya adalah, sesuatu bisa dilakukan karena biasa melakukannya (berlatih).

6. Kamu tuh … easy going

Ini cowok lagi. Ecieeeeh. Pernah suatu kali, gue iseng mengirimkan pesan ke beberapa teman dekat gue. Gue minta mereka mengatakan kesan pertama saat ketemu gue dulu, dan kesan mereka setelah kenal gue sekarang ini. Nggak semua balas, tapi salah satu yang balas adalah cowok yang sempat gue taksir. Dia bilang gue ‘easy going’. 
 
Awalnya gue nggak terlalu ngerti, makna kata ini. Setelah bertanya kesana kemari, akhirnya gue sedikit banyak paham. Easy going buat dia adalah, gue tuh orangnya santai, nggak terlalu serius dan tegang, bisa diajak bercanda. Selain itu, dia juga merasa nyaman bergaul dengan gue. Gue bisa bergaul dengan dia, tanpa ada tembok besar yang menghalangi kami. Ya, meski hubungan kami pada akhirnya nggak berjalan baik, alias nggak happy ending sih. Tapi, sikap easy going ini rupanya membuatnya tak sungkan minta bantuan gue, atau mendiskusikan sesuatu dengan gue. Dan nggak jarang, dia juga nggak segan ngajak gue maen bareng bersama anak-anak lain. Ah ya, terimakasih deh.


Ada beberapa kata yang sederhana. Tapi, ada beberapa yang lain yang artinya dalam. Oh ya, nyambung di atas ya. Gue bilang kan ya, kalau masa SMS motivasi pernah gue alami? Nah, waktu itu memory ponsel gue kan terbatas, jadi gue punya keisengan lain. Menyalin banyak SMS motivasi dari ponsel gue, ke buku. Dan hasilnya … dua buku isi masing-masing seratus halaman hampir penuh. Wuaaaaah … banyak sebenarnya. Kadang gue suka membacanya ulang. Sayangnya, trend seperti itu saat ini sudah nggak ada. Entah karena sekarang sudah dunia kerja, dunia orang dewasa. Atau memang orang lebih suka ngobrol dibanding memberikan motivasi.

Tulisan ini diikutsertakan dalam #30DaysBlogChallenge yang diadakan oleh #PelangiDrama
30 Days Blog Challenge (Day 3) – Kata tak Terlupakan 30 Days Blog Challenge (Day 3) – Kata tak Terlupakan Reviewed by Bening Pertiwi on Rating: 5

11 komentar:

  1. eaaaa.... kalimat pertama dan kedua bikin mesem-mesem hehehehe

    BalasHapus
  2. uwiiiiihh lengkap sekaliii! seneng banget bacanya :D

    thumbsup!

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah makasih kak siennra, udah mampir
      ini agak ... terlalu curcol sih
      hihihi

      Hapus
  3. ya ampun...kangen jg nyepam d blog Na hahaha....
    kenapa sih, tulisan dikau gak ada yg pendek kkkk abaikan orang yg sdh tua ini.
    makin kece tulisan na#ssst...bukan orangnya lho#
    and sepam yg terakhir.
    cie...cie...kyknya na punya secret admirer deh.
    blogwalking dulu ye :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hiraaaaaaaa #bigHug
      na mau curhat dulu, Na nggak bisa hubungi tiwi nih
      di blog jg udh nggak pernah komen
      di sms nggak dibales, duh
      apa kabar ya dia? sibuk banget gitu? semoga tiwi sehat2 aja deh
      hira juga ya

      dan, maafkeun Na kalau tulisannya kepanjangan
      habis kalau udah di depan keyboard, ni jari kadang gerak sendiri (syereeeeem)

      secret admirer ya?
      emang sekarang masih jaman gitu?

      Na kmaren sempat maen ke blog hira
      tapi blon sempat komen, huhuhu
      gomene
      habis ini deh, blogwalking lagi

      (tu kan, komen aja panjang gini, hfth)

      Hapus
  4. gomen, krn berbagai sebab musabab bru bs replay.ini izin kerja kkkk mkny puas2in dlu kemari.
    mungkin wi mmg lg sibuk2ny ma dedek Nayra kali Na, positive aja. mg suatu waktu Wi mampir dimari ato di site Na yg lain.

    yg namanya admirer g kenal zaman#ngomong2 ni bahas apaan?

    yeah, namanya jg penulis dah sense kali yakk nulis panjang dan lebar gtu, ngalir aja yg ad.

    iya nih blum sempet blogwalking lagi, ntahlah pan kapan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyah
      eh hira sabtu nggak libur tah? wohohoho
      ok, dinikmati aja, waktu luangnya klo gitu

      iya, mungkin tiwi lagi sibuk bgt
      kita cm bisa doakan, semoga disana baik2 aja


      udah lama Na nggak punya secret admirer
      jadi udah lupa rasanya, huahahahaha
      #sok banget sih Na

      kemaren Na jalan2 baru dapet 5 blog, huaaaa
      banyak ternyata
      paling habis ini jalan2 lagi

      Hapus
    2. libur sih, cmn jum'at dah izin, bnyk kerjaan gtu ad deadlineny#hush...hush...badmood klo bhs beginian

      yep, betul bgt. bukan maksudny wi untuk hiatus, tp kondisi kykny yg mngharuskan#sok teu
      kikiki...berasa terkenal gtu klo punya secret admirer

      21 blog loh, lumayan jg^^

      Hapus
    3. hira ... rehat dulu
      jgn kerja terus, hihihi

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.