30 Days Blog Challenge (Day 15) – Status? Apaan tuh?

Hari kelimabelas #30DaysBlogChallenge. Huaaaa, telat nih ternyata. Harusnya ini postingan hari kemaren ya? Tapi karena temanya sensitif, jadi ya … #alesan terpaksa tertunda dulu deh.

Ehm … status gue sekarang? Status itu apaan sih? Gue nggak yakin juga. Lebih tepatnya jomblo atau pengangguran? Ah, tapi gue lebih suka istilah single, hehehe. Iya, status gue masih single dengan banyak anak #eeeeh. Anak didiklah. Dihitung nggak? 

Menjadi ‘single’ di usia seperti ini memang nggak mudah, jelas. Meski gue tipe orang yang lumayan cuek soal jodoh, tapi beda ceritanya kalau yang tanya orang tua. Emang sih, orang tua nggak maksa buat buru-buru nikah. Cuma kadang mereka menanyakan dan mengingatkan usia yang udah nggak anak-anak lagi. Yang jadi masalah, meski udah nggak ‘anak-anak’ tapi gue kadang masih bersikap kayak anak-anak, huks
Menjadi single, itu artinya siap kehilangan. Saat satu per satu temen dan sahabat menikah, itu jadi kabar gembira sekaligus kabar engngngng … tu kan gue jadi bingung istilahnya. Gue juga mikir sih, ntar ada saatnya gue juga akan merasakan tahapan itu. Pada saat kesibukan beralih dari zona teman-teman menuju zona keluarga. Pada saat waktu banyak harus tercurahkan untuk keluarga dan pekerjaan. Duh, gue koq jadi mellow gini ya. Dan yang paling terasa itu adalah … harus menunggu lama balasan sms,bbm,wa ataupun semua media social lain dari teman-teman yang sudah berkeluarga.
Dulu, di rumah, gue suka cemburu kalau ayah asyik sms-an terus sama temen-temen masa sekolahnya. Kesel lah, kan di rumah itu waktu buat keluarga. Tapi, sekarang gue ngerti, nggak cemburu dan bisa memahami. Dunia nggak melulu seputar keluarga. Meski udah jadi orang tua, ada kalanya juga pengen ngobrol sama temen masa sekolah. Paling nggak, jaga komunikasi-lah. Dan perlahan, gue pun memahami hal itu dan belajar menerima. Dunia itu luas. Dan tiap orang juga punya hak atas kehidupannya, selain dunia keluarga dan kerja.
Ah sudahlah, ini Cuma curhat gue aja kq
Menjadi single itu … masih banyak yang ingin gue lakukan. Setelah bertahun dalam area abu-abu ini, dan hanya memandang dunia luas dari balik jendela kamar 50x50cm. Atau kadang mengintip dari deretan alamat dan ruang dengan awalan ‘triple double w’.
Daripada pusing mikirin sesuatu yang nggak seharusnya digalauin, mending melakukan hal lain yang lebih berguna dan menyenangkan. Gue masih kepikiran buat traveling, jalan-jalan, naik gunung, menghasilkan buku dan masih banyak lagi. Melakukan hal-hal cukup ekstrem yang nggak pernah dapat izin sebelumnya.
So, haruskah gue galau dengan menjadi ‘single’? Galau, kadang muncul. Jelas gue manusia biasa yang kondisi hatinya juga naik turun. Yang jadi pertanyaan, bagaimana cara gue mengatasi galau itu dan mencegah galau itu timbul lagi. Kalau kata orang kesehatan, mencegah itu lebih baik daripada mengobati, bener kan?
Nah, daripada galau, mending mempersiapkan diri sampai waktu melepas galau itu tiba. Ngapain? Melakuka hal-hal yang berguna. Gue cukup cuek soal makanan, gue punya keinginan bisa makan dengan bener, seimbang dan lengkap. Anggap aja, salah satu persiapan fisik gue sebelum melepas masa single. Ntar kalau waktunya tiba, dan gue sakit, kan nggak lucu. Hmmm … apa lagi ya? Benerin pola makan, udah, terus … olahraga deh. Biasanya kan gue males tuh. Selain itu, yang lebih penting dari perbaikan secara fisik, adalah perbaikan hati. Menata hati, gitu istilahnya. Jadi, ntar kalau waktunya tiba, maka akan terjadi resonansi dengan hati si ‘dia’ eaaaaaaa. Udah ah, mo nulis buat postingan berikutnya ya, hehehe

Tulisan ini diikutsertakan dalam #30DaysBlogChallenge yang diadakan oleh #PelangiDrama

30 Days Blog Challenge (Day 15) – Status? Apaan tuh? 30 Days Blog Challenge (Day 15) – Status? Apaan tuh? Reviewed by Bening Pertiwi on Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.