30 Days Blog Challenge (Day 14) – 30 Fakta tentang Gue

Hari keempat belas tantangan #30DaysBlogChallenge. Duh, ini tentang gue ya? Fakta gitu? Ntar kalau yang jelek-jelek, bisa bikin kehilangan pasaran donk? Hahaha … gue nggak serius. Tapi, biasanya sih gue akan lebih mudah mengatakan hal-hal yang buruk tentang diri sendiri. Ok, ayo mulai.

1.             Gue itu pelupa.  Ini masalah serius. Gue dengan mudah melupakan nama orang yang baru pertama kali kenal. Gue dengan mudah melupakan wajah orang, kalau lama nggak ketemu. Gue suka lupa meletakkan barang-barang. Tapi kalau password blog sih nggak lupa ya. Suka lupa kalau kunci motor masih ‘nyantol’, ini gawat! Karena itu, gue suka selalu nyiapin agenda di meja dan buat check list apa aja yang harus gue kerjakan, yang harus gue bawa, atawa jadwal dan janji apapun. Meski pelupa, anehnya, gue nggak mudah bisa move on dari mantan gebetan, #DuhKak #NggakNyambung.
Bentar, tadi gue pelupa kan ya? Terus, ini lagi nulis apaan? Kalau gitu, fakta tentang gue ke-2 sampai ke-30, engngngngng … gue lupa! Ini bercanda!
2.             Dua, gue suka males makan. Ini gawat beneran. Gegara sering lupa makan, dan telat makan, alhasil tu asam di dalam lambung gue sering jejeritan mencakar-cakar nggak jelas. Masalahnya, kalau lagi inget makan, suka lupa cara berhenti #eeeeeh. Jadinya makan kebanyakan, dan jarum timbangan pun sulit bergeser ke kiri. Errrrr
3.             Tiga, gue itu moody banget. Ehm, jadi inget postingan sebelumnya. Salah satu cirri khas orang goldar B itu, moody. Alias mood-nya mudah berubah, swing-mood lah. (ini istilah apaan sih?) jadi, kadang gitu, mood gue yang lagi baik, bisa aja mendadak buruk tanpa sebab yang jelas. Atau di lain waktu, setelah habis mewek-mewek, eh terus bisa ketawa tanpa merasa beban sama sekali. #duhKak
Apa lagi ya?
4.             Gue belum pernah punya pacar, sekalipun
Nggak percaya? Terserah deh. Dulu sih gue berpikir, pengen punya pacar setelah di atas 17 tahun, eh nggak kesampean. Pengen punya pacar pas lulusan SMA, juga nggak kesampean. Sampai akhirnya, gue ngerti prinsip ‘no pacaran’ sampai nikah. Tadinya sih nurut, tapi lama-lama mulai ngacau juga. Meski udah ‘ngacau’ ternyata gue belum punya pacar juga. Lah, gimana mau punya pacar, gue aja galak sama cowok. Lebih tepatnya, gue nggak suka kalah sama cowok, dan nggak suka bersikap manis+manja di depan cowok. Nah loh. Bahkan, bagi orang yang baru pertama kenal gue, biasanya bepikir kalau gue sombong, soalnya wajah gue flat dan
5.             Pengen punya kakak cowok
Nah kalau ini impian banyak anak cewek. Punya kakak cowok yang perhatian dan bisa dijadiin bodyguard sekalian, hehehe
6.             Buta nada dan nggak bisa nyanyi
Dari sononya gitu. Jadi, selama ini gue lebih banyak jadi penikmat aja. Gue pernah dimarahi guru seni di SMP, gegara gue nggak juga bisa main organ. Di SMA, gue juga dimarahi guru seni gegara nggak bisa juga maen kendang. #duhDek. Makannya kalau ada acara ‘nyanyi’, gue lebih suka menyingkir manis deh
7.             Kalau ngomong cepet banget
Ini mungkin karena gue tinggal di daerah yang banyak orang ngomong cepet. Kayak otomatis gitu. Tapi, katanya kalau orang yang ngomong cepet itu, otak kiri yang berhubungan dengan bahasa itu berkembang pesat ya?
8.             Cerewet di dunia maya, tapi pendiem di dunia nyata
Gue berterimakasih sama orang yang menciptakan emot-icon. Ini cara gue buat berekspresi. Ya gimana, di dunia nyata gue itu pendiem. Tapi, akan berubah jadi orang yang cerewet kalau jari udah mulai nari di atas keyboard.
9.             Pernah dihukum karena ngajarin temen rumus matematika
Iya, pernah dihukum, kena jewer. Cerita ini pernah gue ceritakan di postingan sebelumnya, tentang kalimat tak terlupakan tentang diri gue. Jadi, setelah gue ajarin di belakang, temen gue ini dapat jatah maju dan ngerjain soal di depan. Tapi, setelah pegang kapur, rumus yang gue ajarin ternyata dilupakannya. Sebagai teman yang baik, gue pengen bantu lah ya. Tapi sayangnya aturan maennya, setelah maju, nggak boleh lagi diajarin. So, kena deh gue!
10.         Benci pelajaran bahasa Indonesia, tapi suka mengarang
Iya, gue benci pelajaran bahasa Indonesia. Gue benci harus belajar baku-tidak baku dan semua tetek bengeknya. Gue sebel kalau harus menghafal istilah. Tapi, meski begitu, gue paling suka nomer terakhir di soal tes, m-e-n-g-a-r-a-n-g. Setidaknya, ini yang paling membantu skor bahasa Indonesia gue.
11.         Kalau mikir agak lama, tapi hasilnya biasanya beda sama temen-temen yang mikir cepet
Kadang suka loading lama. Mungkin efek karena spontanitas gue kurang baik. Jadi, mikirnya agak lama. Cuma, kadang apa yang gue katakana akan membuat temen-temen di sekeliling gue terdiam, dan menatap gue. Mungkin mereka berpikir ‘elo ngomong apaan sih?’
12.         Nggak suka kerja tapi dilihatin sama orang lain a.k atasan
Nah, ini super banget lah. Gue pernah kerja di sebuah lembaga dengan status ‘trainee’. Gue nggak suka dengan atasan yang terlalu memaksakan pekerjaan, tanpa melihat kapasitas karyawannya. Secara ya, gue harus menangani anak-anak dari kelas 1 SD sampai kelas 12 SMA. Gue harus standbye menghadapi mereka semua. Lah gimana gue belajar materi sebanyak itu dalam satu waktu bersamaan coba?
Selain itu, gue juga nggak suka kalau gue lagi kerja, dan ada orang yang kepo. Biarlah prosesnya adalah milik gue, dan mereka hanya perlu lihat hasilnya aja. Alhasil, gue Cuma bertahan empat minggu dan memutuskan mengundurkan diri, akibat beban kerja yang amazing.
13.         Nggak pede sama bentuk kaki, bibir, gigi dan hidung tapi cinta banget sama mata gue
Biasa ya, cewek. Suka nggak pede sama bentuk tubuh. Kaki gue besar gegara pernah bersahabat erat dengan ‘onthel’ semasa sekolah SMP. Gigi gue nggak terlalu rapih dan bibir gue nggak mungil. Ini yang buat gue jadi jarang senyum. Bukan karena pelit senyum, tapi gue nggak pede aja. Maaf deh, gue nggak bermaksud sombong. Tapi meski begitu, gue suka banget sama bentuk mata gue. Mata gue besar untuk ukuran orang Indonesia. meski bulu mata gue nggak terlalu lentik, tapi lipatan mata gue yang tebel, bikin gue tambah pede. Apalagi warna alis gue yang cenderung terang, ngebuat gue lebih suka aplikasi pensil alis sesuka gue.
14.         ngeFans sama guru bahasa Indonesia di SMA, sampai buatin cerpen khusus tentang guru itu
Bermula dari seorang penyiar radio, gue pun ngeFans sama guru bahasa Indonesia satu ini. Suaranya tuh asyik banget. Suara guru gue satu ini seringkali menemani gue untuk bergadang di malam hari melahap soal-soal matematika yang amazing. Dan lagi, dia akan selalu memutarkan lagu yang di-rekuest oleh murid-muridnya. Sempat sedih waktu si bapak guru ini berhenti siaran. Tapi gue bersyukur ngeFans sama beliau, karenanya gue jadi kecanduan nge-eMCe. Cuma sayangnya, semua rasa kagum gue belum berhasil menyingkirkan rasa sebel gue dengan pelajaran bahasa Indonesia yang diampunya. Oh ya, cerpen tentang guru satu ini pun nangkring di salah satu buku antologi gue. hihihi …
15.         Nggak suka jadi pusat perhatian, tapi suka banget ada di panggung
Nah loh, maksudnya apa coba? Gue nggak suka kalau ada orang yang memperhatikan gue dari ujung kepala sampai ujung kaki. Rasanya seperti ditelanjangi. Tapi, gue suka ada di panggung. #duh. Gue suka saat semua mata melihat ke arah wajah gue dan mendengarkan suara gue. Mungkin gue emang nggak pede buat nyanyi, tapi gue super pede buat nge-eMCe
16.         Pernah disukai sahabat dekat dan pernah menyukai sahabat dekat, tapi keduanya sad-ending
Gue pernah punya sahabat yang ngaku suka sama gue, tapi gue tolak. Dan perjuangannya selama enam tahun buat mendapatkan gue, Cuma gue balas dengan persahabatan. #duhKak. Gue juga pernah suka sama sahabat sendiri. Sayangnya, nasibnya sama seperti gue yang menolak. Dia Cuma membalas gue dengan persahabatan. #duh
17.         Punya obsesi bikin buku sendiri, tapi belum juga kesampaian
Obsesi? Lebih tepatnya cita-cita. Punya draft? Jelas ada di lepi. Cuma masalahnya, draf-nya pada nganggur semua. Cuma gue sentuh draft awal aja, dan kembali terabaikan. Soalnya gue mudah bosanan.
18.         Suka sayuran mentah, tapi nggak doyan daun bawang mentah
Tinggal di lingkungan yang banyak orang sunda-nya ngebuat gue suka dengan sayuran mentah. Cuma masalahnya, entah kenapa, gue nggak suka sama daun bawang mentah.
19.         Kalau tidur, susah dibangunin, alias ‘ngebo’ banget
Gue gampang ngantuk. Mudah tertidur di mana aja, nggak harus ketemu bantal. Dan parahnya, kalau udah tidur susah dibangunin.
20.         Merasa salah jurusan di kampus
Mungkin ini nggak Cuma gue yang ngalamin ya? Gue merasa salah jurusan. Dan parahnya, gue baru menemukan ‘sesuatu’ yang benar-benar gue inginkan justru di akhir masa kampus gue. Tapi kata ‘terlanjur’ mau nggak mau memaksa gue harus menyelesaikan sampai akhir.
21.         Suka banget sama lepi, kalau seharian nggak ketemu lepi hidup rasanya hampa
Gue lebih hampa tanpa lepi daripada tanpa ponsel. Lepi itu … bisa diajak ngapain aja. hehehe
22.         Alergi sama cowok dan suka ngajak bertengkar mereka
Bukan alergi sih sebenernya. (mungkin ini alasan gue belum juga punya pacar). Gue Cuma nggak suka kalah sama cowok. Jadi, gue lebih suka ngajak mereka berdebat atawa bercanda. Dari kalau dipikir, cowok yang deket sama gue justru lebih banyak yang sering gue ajak bertengkar dibanding akurnya.
23.         Nggak suka nyapu, tapi suka nyetrika dan nyuci piring
Pekerjaan rumah yang lebih gue pilih itu nyuci piring atau nyetrika. Kalau nyuci piring, kan kadang bisa sambil mainan air, hehehe. Kalau nyetrika itu, karena puas ngeliat baju-baju rapi en wangi
24.         Punya nama kecil ‘cempluk’ dan dibuat jadi judul cerpennya
Ini kelakuan ortu, #ups. Entah bagaimana awalnya dan entah darimana asalnya, gue dikasih sebutan ‘cempluk’. Meski setelah besar, gue tahu kalau arti kata itu nggak bagus. Dan setelah ortu tahu, mereka pun berhenti memanggil gue dengan sebutan itu.
25.         Julukannya ‘kelelawar’, selama tinggal di kos
Gue suka tidur di siang hari dan banyak melek di malam hari. Makannya gue dapet julukan itu dari anak-anak kos. Gue pernah bikin heboh kos, gegara piket ngepel di tengah malam. Dan pagi harinya, anak-anak heboh dikira itu suara ‘hantu’ yang lagi jalan, en nyeret-nyeret, hihihihi #devilSmile
26.         Bisa telepon sambil nulis laporan
Ini jaman awal kuliah dulu. Gue pernah diajak curhat sama mantan-calon-gebetan, dia lagi ‘nyaris’ putus dari pacarnya, dan gue nyambi ngerjain laporan praktikum fisika. Errrr
27.         Suka banget menata rambut, bahkan pernah punya obsesi, satu hari-satu gaya
Gue suka dengan rambut panjang gue, sebelum akhirnya berpenampilan ‘tertutup’. Dan gue suka sekali mengatur rambut gue, dengan berbagai gaya. Sampai anak-anak SMP dulu pada heran, karena nyaris tiap hari gue ganti gaya rambut.
28.         Suka kucing, tapi males melihara dan dilarang melihara di rumah
Gue suka sekali kucing dan kucing juga suka gue. #errrr Cuma, gue nggak suka harus melihara mereka, harus ngasih makan apalagi bersihin kotoran mereka. Gue Cuma suka main-main sama mereka. Jadi, gue pun dilarang pelihara kucing oleh ortu.
29.         Suka berimajinasi, kadang suka nyeletuk hal yang nggak terduga, suka mikir lama
Gue suka senyum sendiri, kalau nemu obyek yang diimajinasikan. Gue juga suka bicara sendiri, kalau lagi berimanijasi. Bermain-berjalan-ngapaian aja di ruang imajinasi itu, kebebasan tak terbatas. Gue bahkan bisa melakukan hal ekstrem apapun, di ruang imajinasi gue.
30.         Cuek tapi perhatian
Gue cuek dalam banyak hal, penampilan misalnya. Omongan pun cuek. Tapi, di balik sikap cuek gue, gue adalah orang yang mengkhawatirkan banyak hal dan selalu ingin memastikan semuanya sesuai dan baik-baik saja.

Eh ini batasnya Cuma 30 ya, ya udah kalau gitu selanjutnya tetap 30, hehehe

a.      Pernah jatuh cinta sama idola sekolah
Gawat ya? Salah siapa, dia terkenal, cakep, baik, alim, rajin, pinter, errrr… Cuma nasib gue nggak beruntung, karena Cuma jadi secret admirer aja.
b.      Suka istilah ‘sekum’
Sekum itu sekretaris umum, pada umumnya. Tapi, bagi gue sekum itu adalah selingkuhan ketum. Nah si ketum ini sahabat gue, dan gue jatuh cinta sama dia. Cuma sayangnya sad-ending. #uhukkk
c.       Gue nggak bisa ‘ekspresif’
Karena factor kadang ‘lola’, gue kurang spontan dan kurang ekspresif. Kalau dikasih kejutan, wajah gue Cuma akan flat dengan senyum canggung di sisi bibir. Errr
d.      Isi di kepalanya melompat-lompat, mudah bosan
Dasar orang B, ada aja idenya. Dan begitulah, kalau pas ide muncul, maka munculnya lompat-lompat, nggak beraturan dan suka nyeleneh. Kadang ekstrem. Endingnya, mudah bosan.

Tu kan ya, beranak pinak lagi. Ada yang berhitung nggak, berapa hal baik dan berapa hal buruk yang gue tulis?

Tulisan ini diikutsertakan dalam #30DaysBlogChallenge yang diadakan oleh #PelangiDrama
30 Days Blog Challenge (Day 14) – 30 Fakta tentang Gue 30 Days Blog Challenge (Day 14) – 30 Fakta tentang Gue Reviewed by Bening Pertiwi on Juni 14, 2015 Rating: 5

6 komentar:

  1. 1,2,3,4,8,16,17,19,20,29, 30 Sama....
    Dan ngomong ngomong, aku punya dua kakak cowok. Mau sekalian aku jodohin nggak? #halakh....

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya ampuuuun banyak banget
      koq bisa ya?
      wah pasti asyik tuh, punya dua bodyguard, hihihi
      mauuuuu banget
      tapi, emang sana mau sma Na?
      itu masalahnya #duhKak

      Hapus
  2. Sekum, selingkuhan ketum. Wadaw... pdhl jaman kuliah dulu sy sering jd sekum nih, hahahahahaha XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaaa
      nggak tau siapa yg pertama kasih istilah itu
      tapi ...jadi cerita seru

      Hapus
  3. sama, aku juga pengen punya kakak cowok...

    BalasHapus
    Balasan
    1. tuh, buat yg pnya kakak cowok
      donorin donk satu buat kita

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.