Story - Menjadi orang lain itu, melelahkan

Nggak semua orang hidup untuk dirinya sendiri, dan bisa bebas menjadi dirinya sendiri. Nggak semua orang memiliki kebebasan mengekspresikan diri sendiri. Nggak semua.

Nggak jarang, seseorang menjadi sosok yang berbeda saat berada di rumah dengan saat berada jauh dari rumah. Berbeda saat di depan orang tuanya, dengan saat di depan kawan-kawan sejawatnya.
Tapi keberanian menjadi diri sendiri itu lebih penting. Keberanian untuk mengatakan siapa diri sendiri, mengatakan apa keinginan dan harapan diri. Termasuk mimpi.

Barusan nemu kalimat bagus dari DP bbm temen. ‘melunasi mimpi’. Karena kalau nggak dilunasi, maka bisa penasaran sampai mati. Hihihi. Sumpah, itu keren. Karena mimpi memang salah satu bagian kehidupan yang seringkali memberikan banyak alasan bagi orang-orang.

Mimpi gue? Menjadi diri sendiri, jujur pada diri sendiri dan pada orang lain. Mimpi gue? Gue punya banyak mimpi yang sempat gue semai sejak kecil. Meski sebagian diantaranya, hanya sekedar keinginan ‘aneh’ bocah kecil. Tapi, sebagian yang lain masih terus menghantuiku hingga kini. Bahasamu ki lho, menghantui. Syereeeem

Yang jadi pertanyaan selanjutnya, seberapa berani gue (kembali) bermimpi dan berusaha mewujudkan mimpi itu kembali. Gue selalu berharap menikmati setiap prosesnya. Hingga suatu saat nanti, gue akan merindukan proses itu dan akan mengenang setiap bagiannya sambil sesekali tertawa dan menangis, mengingat kekonyolan dan jungkir baliknya gue.

Yah well … tulisan kali ini sepertinya agak acak ya? Maaf deh. Terlalu banyak informasi di sinapsis otak gue, dan karena jaringannya yang agak semrawut, jadi apa yang gue pikirkan pun seringkali meloncat-loncat.
Story - Menjadi orang lain itu, melelahkan Story - Menjadi orang lain itu, melelahkan Reviewed by Bening Pertiwi on Mei 23, 2015 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.