Story - Hati-Hati, Temenan Sama Penulis!

Story - Hati-Hati, Temenan Sama Penulis!

Punya temen penulis? Jadi kalian harus hati-hati, serius! Pengen ngakak? Sama gue juga pengen ngakak. Kenapa? Karena ini lucu, sungguh lucu.

Pernah punya temen penulis? Pernah tanya, darimana saja dia dapet ide buat tulisannya? Nggak jarang mengakui kalau ide di dapat dari orang-orang di sekitarnya. Bisa jadi, ide itu berasal dari cerita atawa curhatan orang-orang di sekitarnya. Jadi, jangan heran ya, kalau elo baca cerita, terus terpikir “kq ceritanya mirip sama cerita gue ya?” Itu artinya, salah seorang penulis yang tahu kisahmu menjadikannya dalam cerita.
Ini nggak becanda!!!

Karena sejujurnya, gue juga mengalaminya, hehehehe. Nggak jarang, gue menulis cerita dari pengalaman, kisah atau curhatan orang-orang di sekitar gue. Itu lucu, serius! Ya nggak berarti mengumbar aib juga. Dipilih juga lah, mana cerita yang pantas diceritakan secara luas atau hanya menjadi konsumsi pribadi saja. Atau yang paling simple, ceritanya tetap asli, Cuma karakter dan settingnya dirubah. Nah itu baru adil bin gampang.

Engngng, gue bukan penulis professional sih, lebih tepatnya masih amatir. Tapi, gue cukup suka menuangkan apa yang gue lihat, dengar, rasakan dalam tulisan. (kayak judul lagunya SO7, duh bang Duta). Mungkin ada orang yang akan tertawa saat tahu kisahnya dijadikan cerita. Tapi, ada kalanya juga yang mungkin merasa nggak suka. Gue maklum, dan gue juga minta maaf kalau ada yang merasa tersinggung.

Pada dasarnya, setiap hal yang ada di sekitar adalah hal unik dan menyenangkan untuk diceritakan kembali. Tinggal pilih kalimat dan bungkus dengan cantik. Jadi deh, kado untuk pembaca.

Ya gue tahu, mungkin ada yang mulai berpikir, “duh repot donk, kalau mau curhat sama penulis?” Nggak juga sih sebenarnya. Toh dia juga nggak mesti menuliskannya di ruang public kan? Ada kalanya tulisan itu hanya akan jadi konsumsi pribadi, seperti curhat gitu.

Kalau pertanyaan di atas diberikan pada gue, gue akan bilang, ‘nggak masalah kq, temenan sama penulis. Itu menyenangkan. Kita bisa membaca kisah kita lewat kaca mata berbeda’. Aiiiiih, GeeR-nya gue!

Buat gue, menulis itu seperti obat. Pada saat kepala begitu pusing dan terasa berat memikirkan banyak hal, maka menulis adalah salah satu cara membuatnya lebih ringan. Kalau di Harry Potter, kayak pensieve gitu. Jadi, pikirannya dibelah-belah. Kalau ada istilah gini, “kalau pusing, kepalanya dicopot terus diletakkan dulu deh.” Itu kata orang biasanya. Sepertinya gue setuju. Tapi, bukan dalam arti nyata ‘nyopot kepala’. Arti ‘kepala dicopot dan diletakkan’ adalah menuangkan apa yang ada di kepala dalam bentuk tulisan. Nah, lebih enteng kan? Nanti kalau sudah lebih tenang dan pikiran lebih jernih, baca ulang dan selesaikan masalahnya. Nggak sederhana sih, tapi paling tidak bisa membantu.

So, masih mau punya temen penulis nggak nih?
Story - Hati-Hati, Temenan Sama Penulis! Story - Hati-Hati, Temenan Sama Penulis! Reviewed by Bening Pertiwi on Mei 30, 2015 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.