Story – Posisi Strategis UN

Harusnya gue bikin tulisan ini dari kemarin-kemarin ya. Tapi baru sempet, jadi baru buat deh. Biasa sibuk … alasaaaaan!!!!

Kalimat yang paling dihafal anak-anak waktu ujian, entah apapun itu adalah … posisi menentukan prestasi. Terlebih lagi, kalau udah urusan sama Ujian Nasional a.k UN. Mungkin, dengan posisi yang enak emang bisa berpengaruh sih. Misal nih, posisi enak bikin bisa konsen ngerjain, nggak terganggu, rumus yang udah dihafal jadi keingetan semua dan berbagai keuntungan lainnya. Tapi, posisi strategis kadang dihubungkan sama keuntungan ‘menerima dan memberi’.

Ah ya, budaya satu itu memang sulit ditinggalkan di negeri ini. Tidak bisakah mengerjakan sendiri dan berusaha dengan kemampuan sendiri? Sepertinya masih sulit.
 
Waktu UN SD, posisi gue diatur sedemikian rupa. Seperti tulisan gue sebelumnya, posisi gue yang berada di depan pojok memungkinkan gue ‘memberi’ kepada belakang gue, yang nantinya bertugas membagikan pada belakang dan belakangnya lagi. Tidak lupa sebelah dan sebelahnya lagi. Dan yang lebih parah, tugas berat si pojok belakang kelas, adalah menyampaikannya pula ke kelas sebelah. Jangan heran, batas antar belakang kelas pojok adalah pintu kaca. Sayangnya, rencana itu gagal lantaran salah penempatan nomer. Alhasil gue Cuma punya tugas untuk satu kelas doank. Hahahaha … ini sama sekali nggak lucu.

Di UN SMP, posisi gue nomer dua dari depan, baris tengah. Beda dengan SD yang tugas gue cukup berat, kali ini tugas gue Cuma ‘memberi’ pada orang belakang gue. Yang mungkin saja juga akan membagikan pada belakang dan belakangnya serta sebelah dan sebelahnya. Yang jelas, tanggung jawab gue Cuma satu orang. Karena orang di belakang gue itu dianggap ‘kurang’ untuk mata pelajaran satu itu. Nyaman? Masih nggak juga.

SMA? Itu posisi UN paling asyik yang pernah gue temuin. Kursi paling belakang, pojok mepet tembok yang di sebelahnya adalah jendela. Jangan heran, gue lebih cepat ngantuk buat mengerjakan. Mungkin itu yang dinamakan posisi menentukan prestasi buat gue. Semilir angin, sinar matahari dan suasana hijau dari taman di sebelah kelas membuat gue bener2 merasa nyaman. Gue bisa mengerjakan soal2 dengan penuh konsentrasi. Ada yang lewat di sebelah? Nengoklah sebentar, kan lumayan bisa refreshing. Yang jelas, duduk di pojok belakang itu menghindarkan gue dari rasa bersalah karena ‘harus menolong teman’ ataupun rasa berdosa, karena ‘memberi’.

Mungkin, bagi sebagian orang, posisi ini adalah posisi yang nggak banget. Belakang sendiri, pojok, apa yang bisa dilakukan? Cuma bisa ‘meminta’ tapi tidak bisa memberi. Tapi, itu pun nggak gue lakukan. Duduk di belakang justru membuat gue leluasa memperhatikan temen-temen gue yang tengah asyik mengerjakan soal. Dan itu … pemandangan keren lain yang membuat gue bersemangat. Itu artinya, gue nggak berjuang sendirian.

Sampai hari ini, gue masih berpikir kalau #PosisiStrategisUN paling asyik yang waktu UN SMA gue. Gue baru tahu tempat duduk gue itu waktu hari H, senin hari ujian pertama. Dan itu membuat gue … pengen berteriak, LUAR BIASA!!!
Story – Posisi Strategis UN Story – Posisi Strategis UN Reviewed by Bening Pertiwi on April 14, 2015 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.