Story - Jangan Pernah Menyia-nyiakan orang yang Memperjuangkanmu

Story - Jangan Pernah Menyia-nyiakan orang yang Memperjuangkanmu

Jangan pernah menyia-nyiakan orang yang memperjuangkanmu. Kata-kata itu sungguh-sungguh dan jujur adanya. Seseorang menjadi begitu berarti pada saat kau kehilangan dia. Seperti pada saat kau merasa aman, saat ia (pernah) memperjuangkanmu. Tetapi saat itu, perjuangannya untukmu tidak memiliki arti apapun. Bahkan kau mengabaikannya dengan jahat. Itulah kamu, jahat. Kau hanya menganggapnya angin lalu. Hanya seseorang yang menjadi cadangan. Hanya tempat tujuan pada saat persinggahan lainnya sudah lelah kau jelajahi. Betapa jahatnya dirimu.


Tapi kini, saat perjuangannya untukmu akhirnya berakhir, kau baru menyadari betapa berartinya dia untukmu. Betapa kau membutuhkannya dalam diammu. Betapa pada akhirnya kau tahu, kalau dia benar-benar tulus dari lubuk hatinya yang terdalam. Kalau akhirnya kau pun menyadari, bahwa kau begitu membutuhkannya. Bukan lagi hanya persinggahan akhir cadangan, tetapi sebagai tujuan utama yang ingin kau capai.

Tapi waktu tak mau kompromi lagi. Waktu tak akan peduli dengan penyesalanmu. Waktu tak kan sudi kembali ke masa itu, ke masa saat ia masih memperjuangkanmu dengan segenap hati dan usahanya. Sesalmu kini tidak ada artinya. Karena ia sudah berhenti dari mengharapkan apalagi memperjuangkanmu. Ia sudah dimiliki orang lain. Ia sudah menuliskan kisah baru dalam hidupnya. Ia sudah mencecap ranumnya mawar dan harumnya cinta yang tulus untuknya, yang membalas hatinya. Ia sudah memberikan segalanya. Sementara kau?

Kau hanya ada disini. Terdiam dan memandangnya dari kejauhan. Mengatakan dan berharap semoga dia bahagia, tetapi hanya dalam tatap saja. Bagaimana dengan hatimu? Apakah ia baik-baik saja? Sepertinya tidak. Hatimu kini justru tak baik-baik saja. Karena kau hanya dapat memandangnya dari jauh, berharap kau yang ada disana. Berharap kau yang diberikan olehnya senyumnya. Berharap kau yang dipeluk dan direngkuh oleh cintanya. Tapi nyatanya, kau hanya menjadi orang lain, bukan siapa-siapa. Kau akan tetap sama baginya, dulu dan kini. Hanya orang yang berada jauh dan tak tergapai. Tanpa pernah ia tahu apa yang kini kau pikirkan dan kau rasakan.

Bangun dan bangkitlah. Berpalinglah darinya. Kini kau harus menapak dengan kaki dan kepala tegak. Jangan pernah lagi melihat ke belakang. Cukup memastikan dia bahagia dengan jalannya, dan kau pun memilih jalan dan caranya sendiri memijak kehidupan. Kau dan pilihanmu kini. Dan jangan pernah menyesalinya lagi. Apabila ada seseorang yang memperjuangkanmu, maka berikanlah ia kesempatan untuk mengetuk pintu hatimu. Karena nanti, Tuhan yang akan memberikan jalan untukmu dan untuknya.


Story - Jangan Pernah Menyia-nyiakan orang yang Memperjuangkanmu Story - Jangan Pernah Menyia-nyiakan orang yang Memperjuangkanmu Reviewed by Bening Pertiwi on April 08, 2015 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.